08 Juli 2014

Percakapan dengan sikecil ^^



Sekarang udah banyak banget percakapan dua arah sama sikecil. Ya walaupun belum mahir berkata-kata seperti orang dewasa, tapi Rizma udah banyak tahu bahasa yang digunakan sehari-hari.

Bunda   : Rizma, bunda ke toilet dulu ya?
Rizma    : (mengangguk-angguk)
________________

Papah   : Rizma, papah di cunnn dong
Rizma    : (geleng-geleng)
Bunda   : (menahan tawa)
________________

Bunda   : Rizma, papah dibangunin, di cunnn sana
Rizma    : (senyum2, ndeketin papahnya trus nyium)
________________

Bunda   : Rizma, mana pitanya?
Rizma    : (nyariin ke tempat pita berada)
________________

Rizma    : mimimimimih (sambil ngode minta nenen/minum air putih)
Bunda   : iya sayaaaang :*
________________

Rizma    : aemmmmmm (nunjuk mangkok isi makanan)
Bunda   : niiii (nyodorin sendok isi makanan)
________________

Rizma    : papah
Papah   : dalem, sayang
Rizma    : papppaah (nada lebih tinggi)
Papah   : dalem sayang
Rizma    : pappppppaaaaaaaaah (sambil teriak)
Bunda&papah tertawa geli

Alhamdulillah, puji syukur hanya milikMu Ya Alloh.... Terimakasih untuk kebahagiaan ini.

Alhamdulillah, ada yang seneng pake jilbab



Rizma termasuk anak yang ngga betahan. Dari mulai tangannya bisa mencapai kepalanya (kecuali pas masih dibedong), apa yang dipakeinbunda dikepalanya langsung dilepas sesaat setelah dipakai. Misalnya bandana, jepit rambut, ataupun jilbab. Dan kejadian itu berlangsung sampai sekarang. Mau sih dipakein, tapi Cuma beberapa detik. Hihihi.... Padahal kebanyakan ibu itu kalau punya anak perempuannya bawaannya pengin ndandanin. Tapi saya sih bukan tipe seperti itu, soalnya saya juga kurang mahir berdandan dari kecil :

Akhir-akhir ini, saya tertarik pengin beliin sikecil gamis. Unyu-unyu banget rasanya anak sekecil Rizma pake gamis plus jilbabnya. Ihhh, siapa hati yang ngga adem coba? Pekan lalu saya beliin gamis yang bahannya kaos. Alasannya simpel, biar nyaman dipake. Soalnya ada yang bahan lain yang menurut saya gerah kalau dipake, lagian harganya lebih mahal *ups. Dan ternyata setelah saya beli di penjual yang ketiga (setelah muter2 nyari model, warna, bahan, dan harga yang cocok) ada banyak pilihan gamis lain di penjual yang berbeda. Aaaaarh.... tapi niat saya beli satu dulu aja.

Malamnya saya coba pakein ke Rizma. Ya Alloh pas banget dipake, alhamdulillah, ngga nyesel. Nah pas dipakein jilbabnya, ternyata ngga langsung ditarik, melainkan langsung minta ngaca! Langsung dengan semangat saya bawa dia buat ngaca. Ketawa ketiwi anaknya, girang kesenengan. Langsung deh cap cus ambil hape buat foto-foto. Alhamdulillah,,,

Sejak kejadian itu, setiap kali ada jilbab, Rizma selalu minta pake jilbab dan lanjut ke sesi berkaca-ria. Ngga papalah, mungkin ini awal yang baik untuk membiasakan dia memakai jilbab. Amiiin... Semoga tumbuh menjadi anak sholehah ya nak. Amin...



Garang Asem Kudus



Sebenernya ini resep dari kapan tapi baru sempet saya tulis. Ceritanya pengin nyobain bikin sendiri Garang Asem yang pertama kali saya jumpai di Kudus, tempat kakak saya tinggal. Resepnya dapet dari temen kantor yang jago masak, namanya mba Erna. Makasih mba erna. Berikut resep lengkapnya....

Bahan:

  • 1 ekor ayam (jenisnya terserah, kampung lebih ok)
  • 2 lembar daun salam
  • 3 cm lengkuas, geprek
  • 8 siung bawang merah, iris
  • Garam dan gula secukupnya
  • Tomat hijau 7 buah, iris 4 (kalau ngga ada bisa pakai tomat merah)
  • Blimbing wuluh segenggam, iris (bahasa tegalnya sih asem, yang ada pohonnya itu)
  • Cabai rawit 12 buah, iris serong (bisa disesuaikan sesuai selera pedas)

Cara memasak:

  1. Rebus ayam hingga setengah matang
  2. Masukkan daun salam, lengkuas, irisan bawang merah
  3. Tambahkan irisan blimbing wuluh, garam dan gula
  4. Saat hampir matang, masukkan irisan tomat dan cabai rawit
  5. Angkat, sajikan hangat.

Alhamdulillah hasilnya memuaskan, semua suka ^^ 


Love you so much, papah



Ada yang bikin cemburu. Engga deng... saya mah selalu seneng kalo liat anak sama suami seneng. Jadi sekarang cinta Rizma kepada papahnya sudah meningkat, hihi... maksudnya, yang tadinya cinta papah sekarang jadi cinta banget sama papah :D

Beberapa kali, tengah malam, Rizma bangun dari tempat tidur (kasur atas, yang lebih sering hanya digunakan Rizma dan bundanya karena polah Rizma saat tidur yang ngga mau sempit2an) untuk turun ke tempat tidur papahnya dibawah terus nemenin papahnya tidur dikasur nan tipis itu. Saya yang nglihat jadi..... *terharu so sweeeeeeeeeeet banget sih, ih...

01 Juli 2014

Marhaban Ya Ramadhan...


Sebetulnya judulnya kurang pas ya kalau tulisan ini ditulis hari ini, hari ketiga Ramadhan. Tapi lebih baik lah ya karena niatnya menyambut bulan Ramadhan. Hehehe... Maklum jumat sudah ada ide menulis tapi ngga sempet nulis karena kejar deadline.

Allohumma baarik laanaa fii rojaba wa sya’bana, wa ballighna Romadhona, yasirlanaa umuurona.

Bismillah, Alhamdulillahirobbil’alamin kita telah dipertemukan dengan Ramadhan kali ini. Dari Rajab hingga sya’ban kita berdoa agar disampaikan pada bulan mulia ini. Alloh kabulkan, Alhamdulillah. Semoga Ramadhan tahun ini menjadi Ramadhan terbaik untuk kita semua, Amiiin...

Sekarang saatnya kita memaksimalkan ibadah di bulan yang penuh barokah ini. Mengenai apa saja barokahnya insya Alloh sudah pada tau yah. Hari ini saya mau mengajak pembaca (ke-pe-de-an ada yang baca) untuk menentukan target selama Ramadhan dan menguatkan tekad untuk meraih target-target yang telah kita tetapkan. Syukur-syukur targetnya berlanjut hingga 11 bulan ke depan. Karena kata pak Kyai Toto, Ramadhan itu adalah bulan training sedangkan 11 bulan lainnya adalah bulan pengaplikasian/ penerapan materi yang didapat selama training. Subhanalloh ya seandainya Ramadhan tahun ini membawa semangat beribadah yang luar biasa untuk 11 bulan setelahnya. Amiiin... 

Untuk saya sendiri, setelah membuat target selama Ramadhan, saya buat lembar mutaba'ah dan saya bagikan juga untuk suami saya dan khadimat (pengasuh, asisten) di rumah sebelum hari pertama Ramadhan. Tujuannya, biar ngga hanya saya yang ibadahnya tersemangati, namun juga anggota keluarga lain.
Begini penampakan lembar mutaba'ah yang saya buat sendiri (contohnya bisa googling)


Alhamdulillah jumat kemarin bisa hadir dalam keputrian masjid kantor yang insya Alloh isi kajiannya akan saya ulas disini. Kajiannya sendiri diisi oleh Ustadzah Aan.

Pertama, beliau menyampaikan tujuan berpuasa sebagaimana telah disebutkan dalam Q.S Albaqarah 183 yaitu agar kita semua bertaqwa. Alloh juga menyeru manusia dalam Q.S. Al hujurat 13 bahwa Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu.
Buah dari taqwa itu sendiri yang utama adalah ikhlas. Bagaimana ciri orang yang ikhlas?
1.       Istiqomah, yaitu ikhlas beribadah dari awal bulan sampai akhir bulan. Lain halnya dengan masjid-masjid di Indonesia pada umumnya, di Masjidil haram semakin mendekati sepuluh hari terakhir, masjid makin padat dengan jamaah. Subhanalloh semoga Ramadhan tahun ini demikian di Indonesia seluruhnya, Amiiin.
2.       Tidak akan berkurang ibadahnya meskipun dicaci atau bahasa gaulnya di bully. Karena ibadahnya semata karena Alloh.
3.       Tidak akan bertambah amalnya meski dipuji manusia. Sama seperti poin 2, jika dipuji pun orang ikhlas tidak akan menambah amalnya karena dia beramal untuk mendapat pujian dari Sang Khaliq (Yaa ayyatuhannafsul muthmainnah)

Kedua, beliau menyampaikan agar selama Ramadhan ini kita memperbaiki kepribadian sebagai seorang muslim. Diantaranya dalam hal keikhlasan, keistiqomahan, kesabaran, kejujuran, dan sifat pemaaf. Selain kepribadian juga akhlak kita perbaiki. Misalnya untuk tidak mudah tersinggung, tidak mudah marah, dan bisa menjaga lisan.

Ketiga, beliau menyampaikan bahwa dalam bulan Ramadhan itu:
a.       Setiap orang diberi irodah qowiyah, yaitu keinginan untuk berbuat baik. Misalnya yang tidak biasa ke masjid jadi ke masjid, yang tidak biasa pakai jilbab jadi pakai jilbab. Itu semua karunia dari Alloh di bulan Ramadhan.
b.      Semua syaitan diikat. Padahal dari awal mula diciptakan, syaitan selau beranak sampai bercucu tapi belum pernah ada yang meninggal hingga hari kiamat nanti. Bagaimana jika ada yang tetap berbuat maksiyat? Kata beliau, itu karena orang yang bersangkutan tidak bisa mengikat nafsunya.

Ya Alloh aku berlindung dari ilmu yang tak manfaat, dari hari yang tidak khusyu’ dan dari nafsu yang tak pernah puas serta dari doa yang tak terkabul. Amiiin
c.       Alloh melipatgandakan kebaikan.
d.      Pintu surga dibuka semua dan pintu neraka ditutup semua. Tinggal kualitas ibadah yang mana yang lebih unggul.
e.      Persaingan ibadah selama Ramadhan diawasi langsung oleh Alloh, padahal pada bulan lain yang mengawasi malaikat-Nya. Bagaimana bisa kita tak tampak semangat beribadah kalau begini?

Keempat, beliau menyampaikan agar kita sebagai seorang ibu dan istri, berusaha menjadikan rumah bernuansa seperti masjid. Dimana semua orang didalamnya berlomba-lomba untuk beribadah: sholat berjamaah, sholat rawatib, tilawah, dkk. Nah disini juga beliau menyampaikan agar semua anggota keluarga dibuatkan lembar mutaba’ah.
Selain itu, kita juga hendaknya mendidik anak dengan ajaran islam atas dasar cinta dan kasih sayang. Proses pendidikan yang islami. Berikan aturan mana yang boleh dan mana yang tidak boleh. Berkebalikan dengan ilmu parenting pada umumnya dimana tidak boleh menggunakan kata Jangan, beliau menyampaikan bahwa dalam Alqur’an dan Hadits banyak sekali larangan (selain perintah) yang mana kata yang digunakan diantaranya adalah Jangan. Jika hendak memfasilitasi anak, pikirkan apakah fasilitas itu akan memudahkan/menyulitkan dia di akhirat kelak.

Kelima, beliau menyampaikan kepada kita agar bersabar dalam melayani suami dan anak. Bukankah kita seharian kerja di luar? Kesempatan dirumah hanya sebentar, kan? (jleb) maka gunakan kesempatan itu sebaik-baiknya dengan ikhlas dan sabar. Karena pahalanya sama seperti berjihad. Nah untuk kita yang bekerja dengan niat membantu memenuhi keperluan keluarga, pahalanya sama seperti infaq. Beliau menyampaikan bahwa tanpa sabar maka tak akan bisa ikhlas (jleb lagi). Jagalah emosi, pertahankan agar keluarga kita tentram (sakinah mawaddah warokhmah). Amiiin...
Kalau bisa, kitalah yang memasak untuk berbuka, mbak di rumah hanya ngangetin aja. Karena barang siapa memberi buka puasa orang yang berpuasa, maka diampuni dosanya, bebas dari api neraka dan diberikan pahala sama seperti orang yang berpuasa. Amin Allohumma Amiiin...

Terakhir, untuk level masyarakat, kita bisa ikut andil dalam membangun masyarakat yang islami. Diantaranya adalah ikut meramaikan sholat berjamaah, memberi takjil di masjid, berpartisipasi dalam nuzulul Qur’an dan i’tikaf, serta menjaga hak-hak tetangga (kalau ngga puasa jangan makan di luar yang terlihat tetangga ya).

Bagaimana agar ibadah selama Ramadhan bisa maksimal? Berikut tips yang diberikan Ustadzah Aan:
1.       Memiliki iman yang kuat
2.       Niat untuk fokus beribadah
3.       Target ibadah yang jelas dan kiat untuk mencapainya
4.       Mempunyai skala prioritas, dahulukan mana yang wajib dan mana yang paling banyak manfaatnya, mana yang paling besar pengaruhnya ke dalam hari (efek iman)
5.       Ada evaluasi dan sanksi
6.       Berbagi tugas dalam keluarga
7.       Bersegera dalam kebaikan, jangan menunda
8.       Buatlah jadwal

Sekian sharing dari saya, semoga bermanfaat dan menambah semangat memaksimalkan ibadah di bulan Ramadhan ini. Amiiin... Mari ke masjid ^^