15 Oktober 2021

Waktunya Pulang, Wahai Si Miskin!



Pernah nggak temen-temen minjemin duit ke orang, trus orangnya malah gaya hidupnya mevvah macem orang kaya beneran?

Makan enak, bebelian ini itu, liburan, dll posting di medsos pula. Kayak ngga ngrasa dia punya utang gitu. Padahal mah yang dia nikmatin pinjeman smua!

Rasanya apa kalau kita ngliat dia kayak gitu kelakuannya? 😣

Tapi tau nggak sih?
Ternyata sadar atau enggak, kita itu mirip banget sama dia. Miskin, ngga tau diri pula!

Masa?

Semua yang kita punya, sejatinya tuh dipinjemin aja sama Allah. Semuanya milik Allah. Bukan milik kita, apalagi kita berani bilang itu semua murni dari hasil usaha kita. Bukan! Semuanya murni pemberian dari Allah. 

Tapi kitanya?
Seneng banget "MERASA" memiliki semuanya, merasa udah kerja keras makanya bisa dapet semua itu, merasa orang kaya, merasa berjasa pada orang lain karena kita sering bantu, merasa berhak menikmati tanpa ingat itu semua pinjeman aja dari Allah dan merasa merasa yang lain 😢

Allah berhak kapan aja mencabut semua yang kita "seolah" punya tadi.
Allah juga berhak berhenti ngasih semua nikmat itu ke depannya.

Tapi, betapa baiknya Allah, Tuhan yang selama ini kita sembah. Allah itu mau kita kembali pada-Nya, pulang pada-Nya, bersimpuh minta ampun atas ketidaktahuan diri kita selama ini. Allah ingin kita jangan jauh-jauh lagi dari-Nya. Allah ingin kita mendekat pada-Nya.

Masalahnya kita suka nggak "ngeh" sama panggilan Allah ini. Bahkan Allah sampai kirim bala tentaranya entah dengan sakit, kehilangan, dan segala ujian lain agar kita "ngeh" kemudian mau kembali pada-Nya, mengakui segala kesalahan-kesalahan kita, dan menjadi hamba-Nya yang dengan sebenar-benarnya hamba.

Pelajaran ini aku dapet dari buku Waktunya Pulang @febriawanjauhari 
Buku yang nyadarin diri ini bahwa Allah begitu baiknya sama hamba-hamba-Nya, namun si hamba sering malah menjauh.
.
#waktunyapulang

14 Oktober 2021

Belajar dari Safar



Alhamdulillah, semakin sering kami melakukan safar (baca: perjalanan ke kampung halaman) membuat kami semakin banyak belajar. Awalnya saya dulu membayangkan kerepotan pulang kampung dengan mobil pribadi ketika anak-anak masih kecil. Ternyata setelah dicoba sekali, ketagihan!

Sekarang, ketika akan pulang kampung, saya bahkan sering kali nggak ikut andil dalam menyiapkan perlengkapan anak-anak. Alhamdulillah...
Kadang masih ikut untuk cekricek saja apa yang kurang atau perlu ditanyakan seperti misalnya apakah anak-anak sudah menyiapkan sendal jepit dan sepatu, mukena, yang kenyataannya dijawab oleh mereka berdua "sudaaaah"...

Mbak Rizma yang beberapa tahun terakhir ini sudah memilih menggunakan tas sendiri saat packing, ternyata ditiru adeknya yang sekarang 4 tahun. Bedanya, adeknya membawa tas miliknya untuk tempat mainan, buku, dan mukena sedangkan baju ganti ia siapkan di koper.

Pernah suatu waktu kami pulang kampung, saya nggak cekricek lagi bawaan mereka. Ealah di kampung mereka mengalami kondisi "darurat" celana habis 😄😄😄
Dari situ kami belajar untuk perjalanan selanjutnya, agar memperkirakan jumlah pakaian dengan jumlah hari kami bepergian. Alhamdulillah kejadian ini nggak terulang lagi.

Selain tentang persiapan, kami juga belajar tentang fiqih safar seperti rukhsoh dalam sholat. Kami juga belajar tentang mengenal sesorang melalui safar. 

Dan apabila kamu bepergian di muka bumi, tidaklah mengapa kamu meng-qashar shalatmu, jika kamu takut diserang orang-orang kafir.”
(QS. An-Nisa, 4: 101)

Safar berasal dari bahasa arab, artinya “tampak”.

Kenapa tampak?

Safar atau melakukan perjalanan (jauh) selama beberapa hari akan menampakkan wajah asli dan akhlak seorang musafir (orang yang melakukan safar) apakah ia seorang penyabar, pelit, egois, atau sebaliknya.

Lalu saya jadi kepikiran, kalau kelak nyari mantu, ajak safar dulu biar tau wajah aslinya seperti apa 😁

Kami juga jadi belajar jenis-jenis safar. Trus jadi punya banyak PR untuk menyelipkan materi ini sebagai bekal untuk anak-anak ketika mulai beranjak dewasa. Jangan sampai ada safar yang bertujuan untuk maksiat.

Imam Asy-Syafi'i menyebutkan bahwa ada lima hal yang bisa didapat seseorang jika melakukan safar, atau merantau dengan niat yang mulia dan mengharap ridha-Nya semata, yaitu:

1️⃣ Menghilangnya kesusahan dan kesumpekan.

2️⃣ Mendapatkan penghidupan

3️⃣ Bertambah ilmu dan amal

4️⃣ Mendapatkan pelajaran tata krama

5️⃣ Bertambahnya kawan yang mulia

Dialah Yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebahagian dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada-Nya-lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan.”
(QS. Al-Mulk, 67:15).

Kami juga belajar banyak pengetahuan umum seperti mengenal plat kendaraan, mengenal nama-nama kota dan gunung -karena kami cukup banyak melewati gunung-gunung dari di Jawa Barat, Jawa Tengah, sampai Jawa Timur. Hihi... 

Dan pelajaran yang paling kami sukai dari safar adalah... TAFAKKUR ALAM.
Mengingat kembali ayat-ayat tentang gunung, bumi, langit, siang, matahari, awan, hujan, dan seterusnya. 

Selalu kami berusaha mengaitkan kegiatan yang kami lakukan dengan pelajaran iman melalui dialog iman. Kami berharap dengan begitu fitrah keimanan anak-anak akan tumbuh. Aamiin...

Bonus dari safar adalah kami semakin dekat. Karena mana lagi waktu panjang yang kami habiskan bersama dalam suatu tempat mungil hangat tanpa gangguan gatget? 😉

30 Agustus 2021

Emosi Netral, Belajar Mudah



Bismillahirrohmanirrohim...
Hari ini benar-benar membuktikan bahwa logika dan emosi itu seperti timbangan, seperti yang

22 Agustus 2021

Belajar Bahasa Inggris di Reading Eggs



Mau review sedikit tentang pembelajaran Bahasa Inggris di Reading Eggs. Untuk yang belum tahu, Reading Eggs adalah platform belajar bahasa Inggris untuk anak usia 4-7 tahun (kalau yang terbiasa berbahasa Inggris). Kalau yang bahasa ibunya bahasa Indonesia, masih bisa digunakan untuk usia diatas 7 tahun.

23 Juli 2021

Perjalanan Menuju Pembelajar Mandiri



Bismillah...
Alhamdulillah.. Bulan Juli ini adalah bulan baru untuk kami. Karena mbak Rizma dalam proses

22 Juni 2021

Sungguh Anak adalah Cermin Orang Tuanya

 


Semakin ke sini saya semakin menyadari, bahwa kalau mau melihat diri ini sedang seperti apa

17 Juni 2021

Mbak Rizma Mencapai Targetnya Sendiri


Bismillah...

Aplikasi Penunjang Belajar Bahasa Arab Alquran


Assalamualaikum..

Ternyata postingan ini masih mengendap di draft. Sedihnya udah lama nggak berbagi lewat tulisan di blog ini. Nulisnya malah di evernote aja yang isinya curhatan, evaluasi pengasuhan, dan rencana sharing di IG. Fiuhhh...

Baik, pagi ini saya mau sharing aplikasi penunjang Bahasa Arab Alquran. Kenapa Bahasa arab Alquran bilangnya, bukan bahasa Arab aja? Karena ternnyata bahasa Alquran itu sangat spesial, atau disebutnya sebagai bahasa klasik, yang nggak berubah dari waktu ke waktu seperti bahasa Arab yang digunakan untuk berkomunikasi.

Jadi, kalau mau belajar bahasa Arab untuk bisa berkomunikasi, berbeda dengan bahasa Arabnya Alquran. Itu pelajaran yang saya tangkap dari belajar Bahasa Alquran di QAC, Quran Arabic Course.

Dan kalau bicara apa aja yang amazing dari belajar bahasa Arab Quran, rasanya nggak bisa pagi ini tulisan ini selesai. Saking takjubnya dan berkali-kali saya dibuat menangis karena baru dari sisi bahasanya aja udah bikin kagum. Pantes aja banyak yang dapet hidayah melalui Alquran ini.

Semoga kita yang udah Allah kasih nikmat islam, Allah beri hidayah melalui Alquran agar dapat menjadi manusia berakhlak Alquran seperti Nabi Muhammad SAW. Aamiin...

Oke, mari lanjut ke topik. Apa aja sih aplikasi penunjang bahasa Arab Alquran?




Pertama, Alquran (Tafsir & By Word)


Nah, dari aplikasi ini, kita bisa melihat arti per kata dan juga akar katanya. Juga bisa melihat detail bentuk kata lain di ayat-ayat lainnya. Tapi memang menurut saya setelah menggunakan ini, terjemah bahasa indonesia per katanya hampir sama seperti Alquran cetak, dimana tujuannya untuk memudahkan pembaca memahami ayat. Bukan plekkk seperti makna sesuai posisi katanya. Lain halnya ketika diubah menjadi bahasa Inggris.

Contohnya seperti yang ada di foto. طعام kan kata benda, seharusnya artinya makanan kan? Tapi di bahasa Indonesia diartikan memberi makan. Lain halnya ketika diubah ke bahasa Inggris tampilannya, artinya menjadi food. Kelihatan bedanya? karena memang bahasa Arab itu bahasa yang kaya. Satu kata kerja aja mewakili apa pekerjaannya, siapa yang melakukan, dan kapan dilakukannya pekerjaan itu. Lain dengan bahasa Indonesia, misalnya kata kerja makan, belum jelas siapa yang makan, kapan makannya  kalau nggak ditambah dengan kata lain.

Selain itu juga ada fitur murottal dan tafsir. 

Corpus.quran


Kedua dan ketiga, adalah aplikasi Quran Irab dan web Corpus Quran. Dari keduanya kita bisa belajar posisi setiap kata dan hubungannya dengan kata lain. Jadi bisa membantu kita dalam menerjemahkan mandiri melalui grammar.

Terakhir, ada aplikasi Kamus Bin Mahfud
Dalam kamus ini kita bisa tahu bentuk masdar dari suatu kata. Kabar terkini, aplikasi ini sudah nggak ada di playstore atau appstore. Bisa dishare melalui link saja. 




Sekian dulu sharingnya yah, udah habis waktu online-nya. Semoga bermanfaat ^^





24 Februari 2021

Wah, Doaku Dikabulkan ^^


“Mbak… Sini, mau icip masakan bunda nggak?” tawarku pada si sulung yang hampir berusia dekapan tahun agar segera datang ke dapur.