29 Juni 2022

Liburan Bersama Keluarga Ponorogo


Awal Juni ini, kami kedatangan tamu yaitu yangti dari Ponorogo. Kami menjemputnya saat shubuh dan
berhenti sholat di masjid jami Nurul Hidayah Tanah Kusir. Alhamdulillah anak-anak (terutama adek) kooperatif sehingga semua berjalan sesuai rencana.

Hampir dua pekan yangti di rumah dan jadwal kepulangan yangti bertepatan dengan berakhirnya tahun ajaran di sekolah. 

Muncul ide dari Mbak Rizma untuk ikut yangti pulang ke Ponorogo dan berlibur disana. Berbekal pengalaman-pengalaman sebelumnya, saya dan suami pun nggak ragu untuk melepas dia berlibur di Ponorogo. Meski tentu saja akan diantar papahnya menggunakan moda transportasi kereta. Iya alhamdulillah dia sudah beberapa kali pergi tanpa saya atau hanya bersama tantenya saat pergi berdua dengan papahnya ke luar kota. 

Berbeda dengan Adek Hanum. Dia yang nempel bak perangko dengan saya, belum pernah jauh dari saya kecuali saya bekerja pagi hingga sore. Namun Adek yang nggak mau berpisah sama kakaknya, tiba-tiba saja berkeinginan ikut berlibur juga di Ponorogo. Saya memastikan berkali-kali apakah adek betulan akan ikut ke Ponorogo dan adek tidak berubah pikiran.

Mereka pun mempersiapkan keperluan untuk menjalani hari-hari di kampung halaman papahnya. Alhamdulillah sudah terbiasa packing ketika mudik sehingga kami tak perlu membantu banyak. Hanya memastikan ini sudah dibawa? itu sudah dibawa? Ma sya Allah sungguh kemudahan dari Allah.

17 Juni 2022

Kami pun berangkat berlima naik mobil. Karena rasanya nggak mungkin saya sendirian di rumah sementara papahnya mengantar ke Ponorogo dan pulang sendirian di dalam mobil. Jadi boyong semua, hihihi... Alhamdulillah cuti saya disetujui.

Oh iya kami tidur dulu sebelum perjalanan dan berangkat kamis dini hari hingga sebelum waktu shubuh sudah sampai di km 166 tol Cipali untuk sholat shubuh di masjid langganan ketika mudik, Masjid BSI. Karena dari pengalaman sebelumnya, jika berangkat habis isya ternyata rasa kantuk nggak bisa dihindari dan malah tidur di mobil (kurang efektif).

Sumber : travel.dream.co.id

Sampai di Tegal kira-kira pukul tujuh pagi dan dua jam kemudian kami melanjutkan perjalanan ke Ponorogo. Dari Tegal bertambah satu penumpang yaitu Mbah. Hehehe... Alhamdulillah meski jok belakang mobil tidak dipakai, tapi diatasnya ada kasur buatan sehingga anak-anak bergantian menempatinya dan kami tidak berdesak-desakan akibat banyaknya barang bawaan.

Alhamdulillah perjalanan lancar.

Kami pun menikmati hari-hari disana dengan kulineran sepert biasanya dan mencoba bermain dengan Omar, ponakan pertama saya dari keluarga suami. 

Adakah keperluan anak-anak yang tertinggal?
Sikat dan pasta gigi! Akibat misskomunikasi, ternyata mereka sudah warning bahwa tinggal itu saja yang belum dibawa. Saya pikir sudah dibawa, jadilah membeli baru -lagi- disana.

Mbah bagaimana?
Alhamdulillah Mbah selalu senang ketika ke Ponorogo. Pulang dengan membawa kripik tempe pasangan soto (Terima kasih Uti) namun dibagi-bagi sama Mbah ke saudara-saudaranya. Mbah itu memang juarrrra kalau urusan berbagi.

Sebelum minggu pagi (19 Juni) kembali ke Tangsel, saya selalu memastikan bahwa Adek Hanum benar-benar mantap akan berlibur di Ponorogo. Jawaban Adek 99% mantap tapi pernah 1% menjawab akan ikut ibun. Hahaha.... 

Sebetulnya saya yang ngga terbayang berpisah sama bayi kedua saya itu :D

Perjalanan ke Pantai Gemah dengan Kijang Yangkung


Minggu pagi kami pun benar-benar melepas mereka berdua berlibur di Ponorogo. Kami berangkat dari rumah Mbah Mini, adik (alm) yangkung yang belum lama sakit sehingga kami menengok terlebih dahulu setelah sarapan. 

Di Tangsel

Hari-hari tanpa anak-anak. Hanya berdua saja bekerja seperti biasa. Melongok ke kamar anak-anak dan nggak ada anaknya itu membuat saya menangis. Ya Allah betapa kehadiran mereka mewarnai hari-hari saya. Mereka bahkan kuat berjauhan dengan saya karena ada kesibukan di kampung halaman. Sementara saya masih membayangkan suasana ketika rumah nggak ada anak-anak. Sedih bukan main!

Alhamdulillah kondisi itu hanya di awal-awal. Selebihnya saya berhasil menata hati dan berdamai dengan kenyataan. Kalau kangen, video call saja. Satu catatan dari saya, tidak banyak memberi nasihat secara langsung namun dengan bahasa persuasi yang sudah saya pelajari di EP. 

Anak-anak senang di Ponorogo. Kegiatannya natural saja. Saya nggak banyak menuntut agar melakukan ini dan itu karena saya yakin pasti mereka belajar dari keseharian mereka dan semua kegiatan yang mereka lakukan. Sesekali hanya mengingatkan good habit yang sudah terbentuk di rumah agar tetap dilakukan selama jauh dari kami. Alhamdulillah ngga ada kabar lain selain kabar baik.

Jalan-jalan di Malioboro-nya Ponorogo

Pernah sekali Rizma menangis kangen papahnya. Adeknya ikut-ikutan menangis. 
Ternyata saat itu Rizma agak demam karena kurang minum siang harinya. Adek pernah agak flu juga sebelum pergi ke pantai. Alhamdulillah nggak lama demam dan flu-nya hanya mampir. 

Pulangnya bagaimana?

Alhamdulillah papahnya dinas ke Surabaya sehingga ketika kembali ke sini sekaligus menjemput anak-anak. Ketemuan di Madiun karena di Ponorogo nggak ada stasiun menuju Jakarta dan memang papahnya sengaja naik kereta -bukan pesawat- agar bisa bertemu anak-anak yang diantar oleh Tante dan Yangti ke Madiun. Tugasnya juga hanya tiga hari sehingga belum memungkinkan apabila menjemput ke rumah Ponorogo. 

Ke Pasar legi sebelum memasak

In sya Allah sore ini anak-anak bertemu dengan papahnya dan kembali ke sini. Smoga selalu dalam lindungan Allah dan liburannya penuh berkah. Amiiin...

update di Stasiun Madiun

di kereta BIMA, adek yang baru
bisa tidur setelah kaki selonjor diatas koper


Terima kasih tante, yangti, Om & Tante serta Omar atas kesediaannya membersamai Rizma Hanum selama di Ponorogo. 

Terima kasih juga keluarga Mbah Mini sudah mengajak anak-anak berlibur ke pantai. 

Dan terima kasih anak-anakku, sudah menjalani hari-hari jauh dari ibun dan papah dengan value Klapamily. 
Barokallohufihuma. We love you because Allah. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih telah membaca postingan ini :) silakan tinggalkan jejak di sini. Maaf ya, spam&backlink otomatis terhapus.