12 Maret 2012

Nama Baik

Hidup dalam kesederhanaan.

"Kita sudah cukup hidup begini, yang kita miliki hanya nama baik, itu yang harus kita jaga terus," 

tulis Meutia menirukan kata ibunya,  Ny. Rahmi Hatta.
 Subhanalloh...
Betapa pentingnya nama baik.
Lebih berharga daripada gelimangan harta.

Jangan jadi Calo!

Pasti tau dong Calo itu apaan?
Itu loh, yang biasa kita temui di terminal bus atau di stasiun kereta api.
Kerjaan mereka adalah menjual tiket secara ilegal, atau mengajak sebanyak-banyaknya calon penumpang agar ikut ke armada yang mereka turut mendapatkan fee dari usahanya mengumpulkan penumpang. 
Mungkin yang sering kita temui di perempatan jalan BP (Bintaro Plaza) dimana banyak angkot disana, beberapa calo berteriak "sektor 9, sektor 9, sektor 9" dengan tujuan mengajak para calon penumpang angkot agar menggunakan angkot yang nantinya ia akan mendapat bayaran dari supirnya. Namun, sang calo tidaklah ikut naik kedalam angkot itu.
Nah, dari sinilah kita dapat mengambil pelajaran.
Bahwa ketika kita mengajak orang lain berbuat baik, maka kita pun seharusnya berbuat hal yang sama.
Bukannya mengajak orang lain untuk berbuat baik tapi kita tidak turut berbuat baik.
Seperti calo saja ^^

09 Maret 2012

Takkan kulepas lagi (3)

Alhamdulillah... 
Sama sekali dia tak marah, kemudian kami pun memulai perjalanan menuju pasar Asemka.
Dari kosanku hingga Blok M kami menunggangi supra X kesayangannya. Sedangkan dari Blok M ke kota kami memanfaatkan bus(way), Alhamdulillah rejeki hari itu ada tiket gratis busway, aku tak tau apa alasannya. Yang pasti, untuk mendapatkan tiket gratis itu, para calon penumpang busway harus menganteri sendiri tanpa diwakilkan oleh orang lain.
Sesampainya disana, dan setelah kami memutari pasar Asemka, kami pun mendapatkan souvenir yang kami inginkan, tentunya dengan harga miring. Alhamdulillah...

Like this

Hmmmm... suka banget sama koleksinya Dian pelangi. Terinspirasi dari sebuah blog yang menampilkan gaya berpakaian orang2 barat, mbak dian tak mau kalah. Agar muslimah bisa tetep fashionable dalam stiap kegiatannya. Jadi, gak melulu pake baju yang kuno dan gak modis. Tetep modis dan memenuhi syariat, bisa kaaan? Dengan model baju yang di desain sendiri, banyak sekali koleksi baju2 yang ia tampilkan di blognya. Dan kebetulan sekali ada baju (dress tepatnya) yang warnanya mirip sekali dengan yang aku punya, yaitu pink. Sekarang aku sedang bingung mau dipasangkan dengan apa. Biar matching lah yah... ini yang pertama:
cocok n polos semua, tapi baguuuuus... detail jilbabnya:

Eternal Flame

Close your eyes
Give me you hand darling
Do you feel my heart beating
Do you understand
Do you feel the same
Or am my only dreaming
Is this burning
An eternal flame

Couplet

I believe
Its meant to be darling
I watch you when you are sleeping
You belong with me
Do you feel the same
Or am I only dreaming
Is this burning
An eternal flame
Say my name sun shines through the rain
My whole life so lonely and come and ease the pain
I don't want to lose this feeling

Oh
Call my name
Oh

Say my name sun shines through the rain
My whole life so lonely and come and ease the pain
I don't want to lose this feeling

Oh

08 Maret 2012

nAsi GoreNg teLor

Pagi ini aku punya seporsi nasi yang kumasak semalam.
Bingung mau lauk apa.
Ahaaaa!
Aku punya bumbu nasi goreng.
Akhirnya dengan semangat 45 aku membuat nasi goreng.
Panaskan minyak, telor orak arik, masukkkan nasi putih, aduk rata, kemudian masukkan bumbu instan nasi goreng dan aduk rata kembali.
Jadi deh...
Taraaaaaaaaa...

Ternyata enak, tapi...
Ada tapinya, yaitu kebanyakan minyak :(
Yasudahlah, aku menikmatinya, dengan sebuah apel merah yang tinggal satu-satunya.
Sarapan Rabu pagi, 7 Maret 2012.
^^

06 Maret 2012

Kidung Mesra

Kutulis sebaris kata
walau sederhana
Tertuju bagimu, Nona
yang mengusik jiwa

*Senyummu bunga…musim cerah
Matamu surya…memancar ramah

Ingin selami samudra hatimu
temukan mutiara tiada tara
Lalu terlena rebah didasarnya

Ingin masuki puri di hatimu
hangatkan ruangnya dengan cinta
Dalam irama kita berdansa
dan terbuai
kidung mesra
milik kita

Kususun serangkai nada
walaupun biasa
Terlantun bagimu, Nona
yang menyentuh jiwa

Lirik lagu kidung mesra
By: Kla project

Takkan kulepas lagi (2)

*&^$@&%^@#@_)^#

Sontak aku menjadi gugup, takut dimarahi, mondar-mandir kesana-kemari sambil mengingat-ingat kronologis kegiatanku dari kemarin.
Hari ini aku akan pergi dengannya untuk mencari souvenir pernikahan kami nanti.
Aku sudah was-was akan dimarahi olehnya.
Dan akhirnya aku menyiapkan mental untuk mengahadapinya dan bercerta jujur tentang hilangnya cincinku.
Aku sudah mencarinya di kamar mandi dan di kamar tidurku, namun tetap belum ketemu juga.
Aku minta bantuan kepada teman dan beberapa orang dikosanku, namun belum terlihat kilauan cincinku.

Yasudahlah...

Aku hanya bisa pasrah dan berdoa semoga bisa menemukan kembali cincinku, karena aku yakin sekali, terakhir kali aku memakainya adalah ketika aku mandi, dan aku yakin cincinku tertinggal disana.
Tapi sudah dicari dan tidak ada.
Satu-satunya harapanku saat itu adalah, mbak yuli yang satu kamar mandi denganku menemukan cincinku dan menyimpannya.
Karena mbak bunga saat itu terlihat gelap kamarnya.
Mbak yuli sudah pergi, dan aku tak tau kapan dia pulang. Aku sama sekali belum pernah kenalan dengannya hingga aku pun tak tau apa kesibukannya.
Jarang sekali wanita cantik nantinggi itu ada dikosan, sekali ada dikosan, biasanya pas weekend, sambil mendengarkan musik dengan leras dan menyanyi dengan suaranya yang merdu sekali. Aku berpikir dia adalah model atau mungkin sekaligus penyanyi di cafe-cafe.

tik...
tok...
tik...
tok...

Aku menunggu tunanganku datang, aku sudah siap dengan sikap yang mungkin dia ambil ketika tahu cincinku hilang.
Aku duduk dikamar salah satu temanku, dan ketika itu dia menyarankanku untuk membuatkan teh hangat agar pembicaraanku dengan tunanganku bisa sehangat teh buatanku.
Bergegaslah aku menyiapkan bahan-bahan untuk membuatkan teh hangat untuknya.

Tak lama kemudian dia mengirimkan pesan memberitahu bahwa dia sudah di depan kosan.
Aku bergerak keluar dan mamintanya untuk masuk terlebih dahulu karena ada yang mau kubicarakan.
Dia pun masuk, melihat ada teh hangat diatas meja tamu, sepertinya dia curiga ada sesuatu yang tak biasa.
Aku mempersilakannya untuk minum teh hangatnya dulu.
Tapi dia hanya meminum sedikit, selain masih panas, dia juga baru tiba dn masih gerah sekali kelihatannya. Aku tak memaksa.

:)
Dia tersenyum padaku dan mulailah aku action.
Aku menunjukkan kelima jari kananku yang jari manisnya tak terpasang cincin tunangan darinya.
Dia kembali tersenyum seolah mempersilakanku untuk bercerita.
Lalu aku bercerita dari awal sampai akhir hingga entah bagaimana cincin itu tak lagi kupakai.
Dia menenangkanku dan sama sekali ak marah padaku, dia bilang padaku agar berdoa: Jika masih rejeki, semoga ketemu cincinnya. Dan jika bukan rejeki, yasudah.
Aku sangat terharu..

Lancar jaya

Alhamdulillah, setelah kemarin keberangkatanku ke kantor yang sangat-sangat tidak lancar sehingga aku harus mengganti setengah jam diwaktu pulang kerja, hari ini perjalananku lancar.
Kenapa?
Kaarena aku berangkat menggunakan motor, dari arah slipi.
Berlawanan arah dengan keberangkatanku kemarin.
Jadi, kemarin selain aku menggunakan bus(way) dari arah kampung melayu ke gatot subroto, aku juga berangkat hampir setengah tujuh, yang sudah sangat tergolong siang bagiku ketika aku menginap dirumah kakakku.

Its okay...
Ada hikmahnya;
1. ketika sudah siap berangkat kantor, maka bergegaslah (apalagi tau bahwa hari itu adalah hari senin dan akan menggunakan bus(way) ke kantor dari arah kampung melayu
2. jangan melakukan hal yang menghambat berangkat kerja, misalnya hanya untuk menyiapkan makan saja mencari tempat makannya sampai menyita waktu.

02 Maret 2012

Menjemput mereka

Detik-detik menjelang kedatangan mereka, orang-orang yang sangat kucintai.
Aku duduk lesehan disamping kakakku sambil ngobrol ngalor ngidul, sesekali memandangi luasnya bandara yang baru dua kali ini aku datangi.
Tepat pukul 01.50 mereka sudah tiba, padahal di jadwal seharusnya pukul 01.00
Aku dan rombongan dari rumah menanti tampaknya batang hidung keenamnya dari pintu kedatangan.
Yang telah sepekan ini menjalankan ibadah umroh di tanah suci.
Alhamdulillah...

Tampak seorang pemuda berpakaian rapi mendorong laki-laki lanjut usia yang berada diatas kursi roda, itu abah...
Rasa haru mulai muncul, aku dan kakakku sontak langsung mendekatinya dan meraih tangannya untuk kami cium.
Alhamdulillah, aku senang sekali melihatnya, kembali, ke Indonesia, dengan pakaian khas orang haji/umroh, bagiku mirip.
Wajahnya tampak dian seperti orang sakit.