23 September 2020

Law of Projection


Bismillahirrokhmanirrokhim…

Ijin sharing tentang materi Law of Projection ya gumma smua…

Materi ini adalah kelanjutan dari materi Perisai Rezeki. Apakah dari materi perisai rezeki ada yang sudah mempraktekkan dan mendapat keajaiban?


Ok, kita masuk ke materi Law of Projection yah, selanjutnya kita singkat dengan LoP.

LoP ini menganalogikan cara kerja proyektor, yang mana proyektor ini memproyeksikan sebuah energi terus menerus sehingga muncul suatu tampilan di sebuah layar besar. 

Proyektor ini tidak berdiri sendiri, melainkan ada sebuah laptop yang merupakan sumber terciptanya sebuah tampilan di layar tadi. Jadi, bila di laptop tampilannya gambar kuda, maka di layar pun akan diproyeksikan oleh proyektor berupa gambar kuda. Begitu juga bila gambar di laptop diubah gambarnya menjadi gambar kucing, maka sepersekian detik proyektor pun akan memproyeksikan gambar kucing ke dalam layar.
Inilah konsep Law of Projection.

Dalam kehidupan ini, terjadi juga hal demikian. LoP terjadi dalam diri kita, sifatnya rahasia. Namun banyak orang tidak menyadari hal ini, sehingga hidupnya sulit dikendalikan.

Proyektor kita dibawa kemana-mana oleh kita, tanpa perlu colok listrik akan selalu menyala, sadar atau tidak, berbaring atau berdiri, akan tetap memproyeksikan.

Apa proyektor itu? Proyektor itu namanya otak. Otak kita tidak berdiri sendiri, dikendalikan oleh fikiran, perasaan, dan spiritual. Satu paket yang merupakan laptop dalam kehidupan kita, atau disebut dengan dunia Quantum.

Lalu layar kita apa? Layar kita adalah nasib kehidupan kita.

Jadi, apa yang ada dalam pikiran kita akan mempengaruhi nasib kehidupan kita.
Dengan memahami konsep Law of Projection ini, kita bisa mengendalikan kehidupan kita,

Hal ini disebutkan dalam Q.S Ar-Ra’d 13 : 11, bahwa Allah tidak merubah keadaan suatu kaum hingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.

Makna anfusihim disini adalah jiwa, tak kelihatan, yang dalam bahasan diatas adalah laptop.

Apa yang ada dalam fikiran kita, itulah yang mengendalikan seluruh nasib kehidupan kita.
Fikiran memang tidak bisa dilawan, yang bisa kita lakukan adalah merubah/switch dari energi yang tidak positif ke energi yang positif, dari energi yang tampak rendah ke energi yang tinggi.

“Everything in the universe is energy, and it’s all come back to you.”

Ingat kan bahwa Allah sesuai prasangka hamba-Nya?

Dengan konsep LoP ini, kita akan memahami adanya realita lain yaitu dunia Quantum. Dalam setiap realita, ada dua sisi (positif dan negatif), mana yang akan kita pilih akan menjadi nasib kita. Dan dunia quantum adalah sisi positif dari realita.

Jadi, kalau realitanya belum sesuai dengan apa yang kita harapkan, maka masukkan apa yang menjadi harapan kita ke alam bawah sadar kita, ke dunia quantum. Maka lihatlah betapa dunia ini sempurna, dan diri akan dipenuhi dengan kebersyukuran.

Jangan sampai kita punya keinginan anak kita menjadi anak yang sholih, tapi dunia quantum kita isinya segala suudzon tentang anak.

Contoh, bila hari ini seorang anak tidak mau mengikuti kegiatan yang sudah kita persiapkan, apalagi tugasnya ditunggu oleh sekolah. Lalu kita berfikir “Anak saya kok nggak nurut sih?” kemudian bisa ditebak apa kata-kata dan emosi yang keluar dari ibunya…

Besoknya lagi, anak menolak untuk makan dan mengaku kenyang. Ibunya kembali berfikir “Kenapa anak saya nggak nurut?” dan terulang lagi kata-kata dan emosi seperti kemarin.

Tanpa sadar, ibu ini telah memproyeksikan nasib anaknya menjadi anak yang tidak nurut. Berawal dari fikiran, tertuang dalam kata-kata dan tindakan. “Anak saya nggak nurut” telah masuk ke alam bawah sadar ibu, yang tanpa disadari menjadi sebuah doa dan akhirnya menjadi kenyataan.

Atau pernah mengalami perasaan tak menentu dengan anak saat berjauhan? Rasanya ingin telepon atau seger bertemu. Pada saat yang sama, ternyata sang anak memang sedang sakit dan ingin sekali ditelepon atau bertemu ibunya.
Ya… perasaan orang tua dapat terhubung langsung ke anaknya. Allah yang menghubungkan.

Ada kisah nyata, dimana seorang ibu sudah tidak tahan lagi dengan “kelakuan” anaknya dan keluarlah kata-kata “Udah deh, kamu mending mati aja.” Qodarulloh tak lama kemudian si anak dipanggil Alloh.

Betapa dahsyatnya kekuatan fikiran bawah sadar kita. 

Alhamdulillahnya sang Ibu mendapat hikmah dari Alloh setelah kejadian ini. Bertaubat dan mengubah LoP.

Setelah LoP diubah menjadi "anak-anakku,  rumahku, seperti surga." Sekarang masya Alloh alhamdulillah jadi kenyataan.

Semoga dari kisah ini kita bisa mengambil pelajaran untuk tidak lagi berfikir dan mengeluarkan kata-kata yang membuat nasib anak-anak kita menjadi “buruk”
Karena apa yang kita fikirkan, apa yang kita katakan, akan menarik energi dan atas izin Allah akan menjadi nasib kehidupan kita.

Lalu kalau nanti muncul pertanyaan,
Saya sudah LoP yang baik-baik kok belum terealisasi juga?
Maka jawablah, mungkin ada perisai yang belum dibuka.

Bertaubat, minta ampun, buka perisai.

Disadur dari kajian Magnet Rejeki, Ust. Nasrullah.

_____

LoP Game, silakan ikuti game LoP seperti foto pertama postingan ini. Dan rasakan perubahan apa yang terjadi dalam kehidupan.

Apakah lebih bisa khusnudzon billah? khusnudzon pada pasangan dan ananda?

Semoga kehidupan keluarga kalian Alloh mudahkan dan berikan keberkahan ya. Aamiiin...




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih telah membaca postingan ini :) silakan tinggalkan jejak di sini. Maaf ya, spam&backlink otomatis terhapus.