06 Agustus 2020

Pengalaman Pertama Cabut Gigi Susu



Alhamdulillah sabtu pekan lalu aku dicabut gigi susunya.
Awalnya, bunda dan papah melihat dibelakang gigi susu yang bawah ada benjolan keras seperti gigi mau tumbuh. Jadi, bunda segera membuat janji dengan dokter gigi di Klinik Gigi Senyum Ceria.

Beberapa hari kemudian, jadwal bertemu dengan dokter gigi pun tiba. Aku bersiap-siap untuk ke dokter gigi. Bunda dan papah memberitahu beberapa hari sebelumnya bahwa dicabut gigi itu nggak sakit. Karena, ada obat untuk menghilangkan rasa sakit yang diberikan sebelum gigi mulai dicabut. 

Papah dan bunda bercerita pengalamannya waktu kecil. Bunda bahkan sama seperti aku, gigi susu belum goyang saat gigi permanen tumbuh di belakang gigi. Kata bunda, dulu bunda selalu dicabut giginya karena nggak pernah goyang. Pernah dicabut 5 gigi gratis 1 gigi di Puskesmas. Hihihihiiii...

Lanjut ceritaku ya...

Nah, sebelum sampai di klinik gigi, bunda memberitahu bahwa nanti diperiksanya oleh dokter Muda yang memakai APD (Alat Pelindung Diri) lengkap seperti astronot dan aku juga harus memakai APD anak-anak. Kata bunda, mungkin aku akan merasa nggak nyaman karena kepanasan atau seperti memakai jas hujan namun nggak ada hujan.

Alhamdulillah, begitu masuk klinik dan dipakaikan APD, aku merasa nyaman-nyaman saja. Hehehe...

Aku pun naik ke lantai 2 dan bertemu dokter giginya. Namanya dokter Muda. Aku malu, dokternya mengajak aku ngobrol dan bertanya-tanya tentang aku. Jadi, aku hanya diam saja karena aku belum mengenalnya.

Bunda membantu menjawab pertanyaan dari dokter tentang namaku, umurku, dan sebagainya. Aku pun akhirnya mau berbicara meski dengan suara lirih. Dokternya baik sekali, kids friendly dan nggak galak. 

Dokter pun mulai memeriksa aku. Ternyata benar akan ada gigi permanen tumbuh dibelakang gigi susu aku. Kata dokter, karena gigiku bagus, jadi bunda sudah betul harus sering mengecek bagian belakang gigi. Siapa tahu tumbuh gigi permanen sebelum goyang. Terima kasih bunda...

Nah, sebelum dicabut, gigiku dibersihkan dulu karangnya. Hehehe... Sebelum kesitu aku belum mandi dan sikat gigi. Soalnya tadi dikira hanya beli tanaman saja. Ternyata sekalian ke dokter gigi. Bunda juga terlihat agak kaget dengan keputusan papah yang nggak dibriefing dulu sebelum berangkat. 

Singkat cerita, satu jam berlalu. Dua gigi susu aku sudah dicabut oleh dokter gigi yang ramah. Aku sama sekali nggak menangis.

Keluar dari klinik, aku langsung ke bakso Samrat disamping klinik. Nggak lama kemudian, obat biusnya sepertinya habis jadi aku kesakitan dan menangis. Hehehe...

Akhirnya kami pun pulang dan mengobati sakitnya dengan air es di rumah. 



Sungguh ini pengalaman berharga untuk aku. Sempat aku berpikir nggak mau lagi dicabut giginya karen takut sakit dan nangis lagi setelahnya.

Semoga gigi susu selanjutnya bisa goyang dan lepas dirumah serta nggak pakai sakit. Kata bunda sih biar murah, hahahaha...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih telah membaca postingan ini :) silakan tinggalkan jejak di sini. Maaf ya, spam&backlink otomatis terhapus.