Tampilkan postingan dengan label weaning. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label weaning. Tampilkan semua postingan

15 Desember 2019

Adik Hanum Lulus Toilet Training

September 2019

Bismillah...

Tulisan ini dipersembahkan untuk Adik Hanum

12 Oktober 2018

Adek, Ayo Latihan BAK dan BAB di Kamar Mandi (3)


Bismillah...

Kali ini ibun akan bercerita kemajuan Toilet Training adek Hanum.

Cerita perkembangan hari kemarin ibun posting di instagram. Dan hari ini ibun kembali bergembira dengan kemajuan adek Hanum.

16 Juni 2015

"Mik Bunda abis"



Ya Alloh, berasa udah lamaaa banget ngga nulis. Draft isinya tulisan yang terbengkalai gara-gara jualan. Rizma kebanyakan aktivitasnya hanya di share melalui instagram. Alesannya, simple, ngga usah nulis panjang dan susah-susah upload foto ;p

Alhamdulillah Rizma udah LULUS DISAPIH sodara sodara!!!
Bahagia benerrrr rasanya, dan alhamdulillah ngga terlalu melow seperti yang saya bayangkan. Alasan pertama yang dibilang Rizma udah gede, yang nenen itu adek bayi. Berhasil sih, berhasil dimengerti, tapi belum berhasil untuk mengurangi/menghapus keinginannnya untuk meminta nenen. Hihi...

Akhirnya berlanjut dengan ngga tega, kasih nenen lagi, sampai akhirnya Rizma 26 bulan. Lho? Kalau begini terus ngga akan selesai, pikir saya. Oke, saya kuatkan tekad, bismillah, sepakat dengan suami, apapun yang terjadi, kami berdua harus tega menyapih Rizma. Tapi? apa alasannya ya? Akhirnya ketemu dengan alasan "mimik bunda abis"
Okey, malam pertama drama dong ya. Dan nangisnya seperti yang pertama, sampai mata bendul. Hihi... Mimik bunda diganti dengan air putih atau susu 4-5 teguk. Esoknya, masih drama, tapi ngga seheboh hari pertama. Alhamdulillah... Dengan alasan mimik bunda habis, ternyata Rizma jauh lebih mengerti.
Hari ketiga, dan seterusnya, Alhamdulillah Rizma udah ngga nangis lagi. Bahkan kalau bangun tengah malam hanya meminta air putih atau susu kotak/susu kaleng.
Dan kalau melihat saya, hanya bergumam "mimik bunda abis"
Alhamdulillah...
Rasanya Rizma dewasa banget deh, ihihi...
Rizma, I love you.
Kalau kata buna, Rizma keceee.
Nah, salah satu tips agar menyapih berhasil ini adalah: KEKOMPAKAN AYAH DAN BUNDA, hehehe... kok capslock? iya, soalnya menurut saya, ini faktor penting. Percuma aja sang bunda berjuang menyapih kalau sang ayah 'gampang nyerah' karena ngga kuat dengan tangisan anak ;p
Aniway, insya Alloh nanti dilanjut lagi yah tulisannya. Mau ngejar jemputan dulu :D

post signature

29 Mei 2015

5 Tips agar Anak Tidur Nyenyak


Melihat anak tidur nyenyak adalah kebahagiaan bagi saya. Apalagi saat melihatnya tersenyum ketika kita cium keningnya, ah.. surga rasanya. Dan kebahagiaan itu akan terganggu saat ada nyamuk yang tiba-tiba datang dan hinggap di pipinya atau bagian tubuhnya yang lain. Rasanya pengin langsung dieksekusi saja itu nyamuk, tapi kasihan juga anak kita. Akhirnya kadang malah melepas nyamuk begitu saja.

Jadi ingat jaman kecil dulu, ibu saya selalu menyalakan obat nyamuk bakar saat saya dan saudara-saudara saya tidur malam. Paginya? Jangan ditanya, sudah banyak sekali korban bantal yang terbakar karena terkena obat nyamuk yang menyala. Belum lagi asapnya, hmm.. mengganggu sekali. Akhirnya ibu saya beralih ke

30 Maret 2015

Tentang Menyapih

Bismillah... saya mau sharing tentang proses menyapih Rizma. Akhirnya merasakan juga bagaimana rasanya menyapih. Oh iya, istilah yang digunakan ibu-ibu jaman sekarang dalam menyapih itu namanya WWL-weaning with love-menyapih dengan cinta *ciyeee* yang mana intinya adalah tidak menawarkan dan juga tidak menolak. Nah!

Rizma sendiri udah sejak usia 22 bulan disounding untuk berhenti nenen. Sistemnya hitung mundur, "Rizma, nanti mulai 4 maret Rizma udah ngga nenen bunda lagi, ya?" dan selalu dijawab dengan anggukan. Malah udah direspon dengan kata "oke." Karena itu saya tenang dong, karena harapannya prosesnya bakal cepet. Hingga tiba Rizma berusia dua tahun. Ternyata dia masih minta nenen saat melihat sosok saya dihadapannya meskipun siang harinya selalu bilang "oke" untuk tidak lagi nenen. Lucu juga sih, karena siang seolah tau makna oke namun malamnya dia mengungkapkan hasratnya untuk nenen seperti biasa *tsahhh

10 November 2014

Toilet Training (TT) bagian III

"pipis"
"pipis"
"pipis"
Kata-kata itu yang sekarang Rizma gunakan saat ia kebelet pipis.
Alhamdulillah...
Tepatnya diumur 18 bulan lebih sikecil sudah tau kapan harus mengatakan keinginannya untuk buang air kecil.
"pipis"
"pipis"
"pipis"
Kata-kata itu juga yang sekarang Rizma gunakan saat ia ingin buang air besar, kadang sambil mengelus perutnya. 
Alhamdulillah...

01 September 2014

Toilet Training (TT) bagian II

Beberapa waktu lalu, setelah mudik lebaran tepatnya. Rizma terkena momok serius yang sebelumnya bisa dibilang ngga pernah kena momok ini apalagi dalam keadaan parah. Momok apa itu? Jawabannya: ruam popok.

Dari dulu saya selalu berusaha menerapkan kebiasaan baik dalam pengasuhan anak, diantaranya yakni perihal popok. Sebisa mungkin dijaga jangan sampai anak terkena yang namanya ruam popok. Alhamdulillah sejauh ini belum pernah terkena ruam popok parah.Pernah mungkin hanya sedikit, dan dapat cepat hilang dengan Ezerra cream atau bedak Caladine.

Nah, pas libur lebaran kan selalu beda cerita. Yang namanya mudik pasti sering dong pergi-pergi. Dan karena tinggal di rumah eyangnya, ngga mungkin juga saya tega merepotkan mereka dengan hanya memakaikan celana pada Rizma tanpa popok. Alhasil setiap mudik selalu saja Rizma menggunakan popok sepanjang hari. Entah kombinasi clodi dan pospak, atau pun full pospak. Huhuhu... Sebenarnya saya yang sedih. Karena takut Rizma ruam popok kalau keseringan memakai pospak. Tapi demi menyenangkan eyangnya (maksudnya ngga merepotkan mereka dengan was-was karena kena ompol atau membantu membersihkan lantai setelah Rizma ngompol karena ngga memakai popok) maka pilihan berat ini saya pilih. Hehe... Lebay mode on!

Liburan dua minggu pun usai. Alhamdulillah Rizma baik-baik saja. 

Setelah tahu bahwa kemungkinan besar pengasuh Rizma ngga kembali lagi ke rumah kami, maka mbah dari Tegal pun kami mintai tolong untuk menjaga Rizma sementara waktu sambil kami menemukan pengasuh baru atau daycare yang cocok.  Karena yang menjaga adalah ibu saya, maka alasan ngga mau merepotkan kembali membuat saya memutuskan untuk memakaikan Rizma pospak. Hmm, ternyata karena sudah lebih dari dua minggu memakai pospak, tiba-tiba sang ruam popok pun datang. Bahkan dengan parahnya, sampai-sampai Rizma nangis sambil mengangkat-angkat (maaf) p****tnya ketika mau tidur malam. Sedih rasanya, saya bisa bayangkan betapa sakit dan ngga betahnya dia dengan keadaan saat itu. Akhirnya dengan rasa berat saya meminta tolong pada ibu saya untuk tidak memakaikan pospak sama sekali pada Rizma. Alhamdulillah ibu saya ngga keberatan. Sambil saya obati dengan salep Bepanthen, yang selama ini review-nya oke banget untuk ruam popok pada bayi.

Badai pun berlalu, alhamdulillah ruam popok sembuh. Senangnya hati kami semua. Rizma ceria, kami pun senang :))

Sejak peristiwa saat itu, alhamdulillah Rizma berhasil tidur tanpa popok (clodi atau pospak) dan tanpa mengompol. Kebiasaan saat itu masih kami lakukan sampai saat ini. Yakni mengajak Rizma untuk pipis sebelum tidur dan sesaat setelah ia bangun tidur. Walaupun, kalau telat mengajaknya ke kamar mandi beberapa detik saja sejak ia bangun tidur sudah keduluan ngompol. Kalau siang? Sudah bisa juga sih tanpa popok, tapi masih blm berhasil 100% untuk ngga mengompol. Karena kadang diajak ke kamar mandi pipis, kadang malah mainan aja. Hihihi... Jadi masih kombinasi antara clodi, pospak (kalau mau pergi) dan celana saja.

Nah berhubung setelah ibu saya bergantian menjaga Rizma dengan mertua saya, maka kembali Rizma menggunakan pospak di siang hari, alasannya masih sama. Ngga apa-apa, sekarang insya Alloh, dengan pengasuh yang baru, akan saya telateni lagi mentatur Rizma setiap sekian jam sekali ke kamar mandi. Mudah-mudahan toilet trainingnya segera berhasil. Aamiiiiin........

16 Mei 2014

Toilet Training (TT) bagian I

Baru ingat ada satu hal penting dalam perkembangan si kecil yang belum saya tulis disini, yakni tentang Toilet Training (TT). Alhamdulillah sudah sebulan lebih sepertinya sudah berjalan proses TT. Rizma kalau siang memakai celana biasa, dan setiap setengah jam sekali diajak ke kamar mandi untuk buang air kecil. Kalau untuk buang air besar, seringnya masih belum full di kloset, keburu keluar :))

Awalnya sih memang repot ya, soalnya kan setengah jam sekali bolak balik ke kamar mandi, nungguin si kecil buang air kecil, kadang sampai di cipratin sedikit air biar terangsang untuk buang air kecil. Dan selama perjalanan lebih dari sebulan ini pula, kadang-kadang pas di kamar mandi nggak keluar air seninya, begitu keluar kamar mandi dan pakai celana lagi, baru keluar. Hihihi... pokoknya kudu sabar, apalagi Rizma masih belum bisa ngeyel (baca: sengaja bak di lantai padahal sudah bisa bak di kamar mandi).

Alhamdulillah seiring berjalannya waktu, terkadang kalau setengah jam nggak di bawa ke kamar mandi, Rizma belum pipis pipis (bak dalam bahasa jawa). Baru deh setelah diingatkan mbak pengasuh kalau Rizma belum pipis kalau nggak dibawa ke kamar mandi. Ternyata benar, pas dibawa ke kamar mandi langsung pipis. Memang kudu telaten, alhamdulillah pengasuh saya tergolong telaten mengurus anak-anak. Tapi memang terkadang masih kecolongan pipis saat bermain.

Kecuali malam hari dan mau pergi keluar, Rizma sekarang lebih sering memakai celana biasa ketimbang clodi. Kadang-kadang memakai clodi sih, kalau pagi-pagi bab, terus saya sudah pakai baju kerja (yang artinya nanti di kantor dipakai sholat) dan pasti Rizma minta gendong. Jadi kalau pakai celana biasa dan saya yang bolak-balik mengantarnya ke kamar mandi, takutnya ada air seni yang memercik ke baju saya.

Alhamdulillah, kemajuan yang sangat luar biasa untuk anak seusia Rizma. Terimakasih kerja samanya mbak pengasuh dan anakku sayang :)
Mudah-mudahan nggak lama lagi seharian full nggak pakai clodi atau pospak ya sayang. Karena selain sayang bumi juga sangat membantu berhemat :)))

papah nungguin Rizma p**p ;))


22 April 2014

Menyapih dari Dot

16 April 2014

Belum terlambat kan ya untuk menyapih anak usia 13 bulan dari dot?
Insya Alloh jawabannya belum. Yang penting telaten (untuk pengasuh terutama, karena memang Rizma nge-dot ya kalau saya tidak ada).
Sudah tiga hari kemarin Rizma diajarin lepas dot, tapi tetep perlahan-lahan. Kan memang butuh waktu untuk mengarah ke hal yang lebih baik :)
Perkembangan dari hari ke hari:
  • Senin, 14 April : mau pakai sedotan sampai dengan 1/4 botol ASIP, sisanya pakai dot.
  • Selasa, 15 April : mau pakai sedotan sampai dengan 1/2 botol ASIP, sisanya pakai dot.
  • Rabu, 16 April : mau pakai sedotan sampai dengan 3/4 botol ASIP, sisanya pakai dot.
*Sampai dengan senin (21 April 2014) kemarin maksimal 3/4 botol menggunakan sedotan, sisanya dot lagi. Mudah-mudahan hari-hari selanjutnya lebih dimudahkan lagi untuk meminum ASIP menggunakan media selain dot. Amin...

**Alhamdulillah per 28 April Rizma sudah berhasil minum ASIP memakai sedotan full sebotol (sekali minum). Syukur tak terhingga dan terimakasih untuk kerjasama yang baik, papah, Rizma, Mba Lastri :)