24 Juni 2022
24 Mei 2022
Motivasi Internal
Proses membangun motivasi internal itu membutuhkan waktu yang panjang, rumit, dan berbeda-beda kondisinya pada setiap anak. Perlu tahapan proses dan sistem yang tepat untuk membangunnya.
Termasuk yang mempengaruhi tumbuhnya motivasi internal adalah ekspektasi orangtua yang wajar terhadap anak.
- apakah anak merasa memiliki prosesnya dan tahu bahwa kegiatan itu untuk kepentingannya?
- siapa yang lebih berkepentingan atas kegiatan itu: anak atau orangtua?
- jika anak tak melakukan sebuah hal, siapa yang rugi: anak atau orangtua?
Jika ada kegiatan baik yang menurut kita penting untuk kepentingan anak; pastikan kita melatih dan membangun sistem di mana yang beruntung jika melakukan adalah anak, yang rugi jika tak melakukan adalah anak; bukan kita (orangtua).
Sebagai contoh, makan sendiri. Itu untuk kepentingan siapa? Mengapa anak harus dipaksa makan sendiri? Mengapa orangtua terpancing emosinya jika anak tidak makan sendiri? Jika anak tak mau makan sendiri, yang rugi siapa?
Untuk anak terampil makan sendiri, pastikan ada beberapa kondisi yang sesuai:
- anak lapar
- tidak ada susu & snack sebelum makan
- anak makan tidak sambil main/menonton
- berikan durasi waktu. Selesai atau tidak selesai, ambil piringnya. Alternatif pendekatan lain, biarkan anak menghabiskan makanan sampai berapa lama pun. Selama makanan belum habis, dia tak boleh meninggalkan meja dan melakukan kegiatan lain.
- jika anak tak mau makan atau tidak habis, tidak ada snack setelahnya. Makanan baru akan ada lagi saat makan setelahnya
Itu contoh sistem yang bisa dibangun untuk membangun kebiasaan makan sendiri dan membangun
Memberikan reward
Memberikan reward efektif untuk mengarahkan anak pada sebuah tindakan tertentu. Penggunaan reward boleh, tapi perlu dijagar agar tetap efektif.
Reward akan efektif jika:
- tidak menciptakan ketergantungan
- paduan antara terpola/rutin & acak
- dilakukan hanya sesekali atau dalam durasi tertentu (bukan seterusnya). Dalam jangka panjang yang dibangun adalah motivasi internal
Jadi, orang tua bisa memberikan reward, tapi pastikan hanya 1-2 kegiatan tertentu yang dianggap sangat penting.
22 April 2022
21 Maret 2022
14 Oktober 2021
Belajar dari Safar
30 Agustus 2021
Emosi Netral, Belajar Mudah
22 Agustus 2021
Belajar Bahasa Inggris di Reading Eggs
23 Juli 2021
Perjalanan Menuju Pembelajar Mandiri
03 Maret 2020
Merancang Visi Pendidikan Keluarga
- Homeschooling tak hanya mengikuti dan menjalani sebuah kurikulum tertentu saja. Homeschooling berangkat dari kebutuhan anak dan visi tentang pendidikan yang ideal menurut keluarga.
- Visi Pendidikan Keluarga akan membantu kita memilih jenis kegiatan yang sesuai. Sebab, saat ini banyak sekali jenis kegiatan anak sementara sumber daya dan waktu kita terbatas. Keterbatasan ini membuat kita harus memilih. Dan Visi Pendidikan Keluarga bisa menjadi alat bantu untuk memilih kegiatan anak-anak.
- Dengan memiliki Visi Pendidikan Keluarga, kita bisa merancang proses pendidikan yang sesuai untuk anak-anak kita.
- Kapasitas Personal Anak
- Kapasitas Sosial
- Kapasitas Profesional
- Model Pendidikan Ideal
Cara membuat Visi Pendidikan Keluarga
- Kondisi ideal tejadi ketika pasangan suami isteri memiliki kesadaran yang sama dan bisa berkomunikasi dengan baik. Proses diskusi tentang visi pendidikan bisa berlangsung secara produktif.
- Jika kondisi seperti itu tak Anda miliki, Anda tetap bisa membuat Visi Pendidikan Keluarga. Mulai dengan proses Anda sendiri. Setelah Anda selesai mengisi, ceritakan kepada pasangan Anda dan minta komentar/masukannya. Berdasarkan komentar/masukan yang diberikan, Anda melakukan revisi. Itulah hasil Visi Pendidikan Keluarga Anda saat ini.
- Visi Pendidikan Keluarga adalah prinsip yang memandu. Visi ini bisa berubah seiring perkembangan wawasan/pengetahuan/kesadaran Anda. Visi ini juga bisa berubah seiring perubahan kondisi (anak, lingkungan keluarga, lingkungan eksternal). Jadi, yang Anda miliki saat ini adalah Visi Pendidikan Keluarga versi 1.0
- Jika Anda merasa perlu mengubah, menambahkan, mengurangi, mempertajam Visi Pendidikan Keluarga, lakukanlah. Anda akan memiliki versi 2.0 dan seterusnya.
- Dengan memiliki Visi Pendidikan Keluarga, Anda bisa menilai kebutuhan model pendidikan keluarga Anda. Berdasarkan Visi Pendidikan Keluarga yang Anda buat, Anda bisa menilai apakah homeschooling adalah alat yang tepat untuk meraih Visi Pendidikan Keluarga tersebut. Jika memang tidak tepat, berarti Anda perlu mencari model lain yang lebih sesuai untuk Anda.
- Proses membuat rancangan “Visi Pendidikan Keluarga” ini adalah hal yang penting dalam proses homeschooling supaya Anda tahu ke arah mana proses homeschooling akan dijalankan?
- Idealnya proses membuat Visi Pendidikan Keluarga dilakukan bersama pasangan. Tetapi jika Anda single parent atau kondisi tidak memungkinkan, jangan menghalangi Anda untuk membuatnya. Mulai saja dan jadikan itu sebagai pegangan awal.
- Kunci membuat Visi Pendidikan Keluarga adalah membuatnya cukup umum, ideal, tetapi pada saat bersamaan bisa dieksekusi oleh Anda. Jangan terlalu teknis, misalnya Visi Pendidikan Keluarga Anda adalah mengikuti Belajar menurut Kurikulum 2013. Visi pendidikan perlu melampaui hal-hal teknis yang bisa berubah sewaktu-waktu.
- Visi Pendidikan Keluarga juga bukan hanya sekedar mimpi yang tak masuk akal. Sebagai contoh, visi Anda “anak menguasai 20 bahasa”. Visi ini bisa masuk akal ketika Anda memiliki gambaran tentang langkah dan cara mencapainya. Tetapi visi ini hanya menjadi tak masuk akal jika Anda sendiri tak tahu cara membimbing anak untuk menuju ke sana.
- Untuk membuat visi pendidikan ideal sekaligus operasional, kami memberikan panduan untuk memudahkan Anda. Panduan itu adalah Kapasitas Personal, Kapasitas Sosial, dan Kapasitas Profesional.
- Jika Anda baru memulai homeschooling dan belum memiliki bayangan, tidak apa-apa. Hal itu sangat wajar karena kita memang tidak dibiasakan memiliki Visi pribadi. Selama ini, kita terbiasa hanya menjalani Visi dan rencana yang dibuat orang lain. Yang penting Anda tahu bahwa homeschooling bukan hanya mendapatkan ijazah dan mengikuti kurikulum saja. Anda memiliki hak dan kesempatan untuk membuat rancangan sendiri.
- Jika Anda tak ingin memanfaatkan hak untuk membuat rancangan sendiri, Anda bisa memulai dengan mengikuti proses Ujian Paket yang disediakan oleh mendapatkan ijazah setara sekolah. Berikut ini contoh Visi Pendidikan yang banyak dimiliki oleh keluarga HS berdasarkan pengamatan saya dan bisa digunakan sebagai titik awal proses homeschooling:
- mendapatkan ijazah paket
- memberikan dasar agama yang baik
- mengembangkan minat anak
- Seiring waktu dan semakin meningkat wawasan Anda mengenai homeschooling, Anda bisa merevisi Visi Pendidikan itu sehingga lebih sesuai.
29 Februari 2020
Mengelola Distraksi
Jadi, sambil sharing juga, saya pindahkan kesini.
Materi dari Bu Lala Rumah Inspirasi
"Kulwap Journaling: "MENGELOLA DISTRAKSI"
Selamat malam teman-teman,
Bagaimana proses menjurnalnya? Semoga masih terus semangat.
Tidak terasa kita sudah memasuki minggu terakhir bulan Februari. Dua bulan berlalu dengan cepat, apalagi kalau tidak dicatat. Tapi kalau dicatat pasti mulai terasa nikmat karena buku jurnal mulai terisi dengan “harta berharga” yaitu cerita, rasa syukur & aneka rencana yana semoga berhasil dilaksanakan dalam beberapa minggu terakhir ini.
Kita beruntung hidup di era kemudahan informasi seperti ini. Internet telah membuat kita terhubung, kita bisa belajar bersama & saling menguatkan dalam proses membuat jurnal ini.
Tapi internet & teknologi juga merupakan sumber distraksi yang besar bagi kita yang mungkin membuat kita sulit fokus menyelesaikan hal-hal yang seharusnya kita selesaikan.
Seperti journaling
Kadang kita merasa tidak punya waktu untuk menulis jurnal, tapi ternyata kita punya cukup banyak waktu untuk stalking Instagram atau membaca berita melalui telpon genggam kita.
Konon, para pekerja di Amerika terdistraksi setiap 11 menit dan membutuhkan waktu 25 menit untuk bisa mengembalikan fokus yang tergeser tadi (https://www.ics.uci.edu/~gmark/chi08-mark.pdf).
Semakin kompleks pekerjaan yang perlu dilakukan semakin lama waktu yang dibutuhkan untuk bisa kembali fokus.
JENIS DISTRAKSI
Ada 2 jenis distraksi: dari dalam dan dari luar. Kita sering menyalahkan distraksi dari luar, tapi sesungguhnya gangguan terbanyak dilakukan oleh diri kita sendiri, yang seringkali tidak kita sadari.
Distraksi dari dalam
Distraksi ini terjadi di dalam kepala kita. Bentuknya seperti mental block yang menahan kita untuk tetap fokus alias ketidakmampuan kita untuk memilih.
Ketika pilihan itu melimpah di hadapan kita, kita justru sulit untuk menentukan mana yang harus kita lakukan. Mau cuci piring dulu, beres-beres rumah, mendengarkan podcast atau mencari materi untuk anak?
Mengapa di pesawat terbang lebih mudah untuk menyelesaikan membaca buku atau menonton film? Karena pilihan kita terbatas. Secara fisik pun kita terbatas kondisinya.
Otak kita cenderung memprioritaskan pilihan kita berdasarkan pada kebutuhan yang di depan mata dibandingkan kebutuhan yang seharusnya dilakukan.
Distraksi luar
Distraksit luar itu contohnya pesan Whatsapp atau tamu yang mendadak datang ke rumah. Distraksi luar ini seringkali kita anggap sebagai sumber utama masalah, tapi distraksi dari luar ini pun sebenarnya tetap bisa kita minimalkan.
Kita semua tak lepas dari distraksi. Saya sendiri ketika menuliskan materi ini terdistraksi beberapa kali. Hehehe..
Untuk itu, malam ini saya berbagi 3 latihan untuk membantu Anda menaklukkan aneka gangguan tersebut.
Langkah 1: Kurangi pilihan Anda
Sebagaimana yang disampaikan sebelumnya, distraksi internal terjadi karena kita punya banyak pilihan. Maka cara pertama adalah mengurangi pilihan yang ada.
Misal, pada saat kita ingin menulis jurnal maka jauhkan telpon genggam, matikan TV bahkan kotak cemilan yang mungkin ada di sekitar meja.
Aturan 20 Detik
Seorang psikolog -Shawn Achor- percaya bahwa 20 detik memberikan banyak perbedaan dalam perubahan kebiasaan. Misal, jika Anda menjauhkan HP dalam jangkauan 20 detik, maka kemungkinan Anda mengeceknya akan semakin sedikit.
Atau matikan notifikasi di HP sehingga Anda butuh waktu lebih lama untuk mengecek pesan yang sampai. Keluar (log out) dari akun sosial media Anda sehingga Anda perlu waktu untuk masuk (login) dulu sebelum bisa mengecek media sosial. Karena sesungguhnya notifikasi tidak selamanya merupakan hal yang penting. Media sosial tidak membantu kita menyelesaikan pekerjaan yang saat ini harus kita lakukan.
Latihan langkah 1
Identifikasikan pilihan yang Anda punya di sekitar Anda, dan pikirkan bagaimana Anda menghilangkannya ketika Anda membutuhkan waktu untuk fokus.
GAMBAR
Langkah 2: Memasang Waktu Berhenti
Di dunia penuh distraksi ini, informasi datang tiada henti. Selesai nonton satu video Youtube, kita langsung disajikan video lainnya dan seterusnya. Untuk itu kita perlu bisa memasang tanda berhenti bagi kita sendiri.
Caranya bisa dengan dua hal:
a Berdasarkan waktu
Misal saat kita mau membuka Instagram, kita memasang weker 15 menit di HP atau komputer untuk memastikan tidak akan terlewat waktunya.
Dulu saya ke mana2 pakai timer dapur murah meriah untuk mengatur waktu, karena kalau pakai HP lebih mudah terdistraksi. Tapi sekarang saya pakai jam yang ada timernya jadi lebih mudah lagi prosesnya.
b. Berdasarkan kemajuan
Misal saat kita menonton video di Youtube, kita membatasi diri untuk hanya menonton 2 video saja.
Latihan langkah 2
Tuliskan distraksi yang biasa terjadi dan apa yang menjadi tanda berhenti bagi distraksi tersebut.
GAMBAR
Langkah 3: Atur Suasana Fokus
Sebagai manusia, kita terdistraksi oleh indra kita:
~ Suara: orang ngobrol, suara binatang, abang bakso lewat, musik, anak merengek dll
~ Sentuh: tempat duduk yang kurang myaman, baju yang terlalu ketat, meja kerja yang kotor
~ Pandangan: layar, suasana ruang tempat fokus, pemandangan yang terlihat oleh Anda
~ Bau: bau kopi, orang tiba-tiba kentut atau. bau masakan tetangga
~ Rasa: sisa rasa di mulut, apa yang sedang kita makan atau kunyah
Jika Anda ingin fokus, pilihlah tempat di mana indra Anda tidak mengganggu perhatian. Kemudian tuliskan tempat yang kira-kira aman bagi indra Anda. Misal: di kamar saat malam hari setelah anak-anak tertidur, atau di beranda rumah ketika hari masih pagi dan seisi rumah terlelap.
Sebagai ibu, kadang banyak hal tidak ideal.
Untuk itu kita perlu menambahkan elemen kesabaran dan kelenturan serta kemampuan untuk berdamai dengan ketidak sempurnaan.
Saya sendiri berusaha untuk bangun jauh lebih pagi sebelum orang di rumah bangun untuk menjurnal. Karena itu waktu yang paling cocok buat saya.
Waktu malam buat saya masih sering banyak distraksi. Keluarga kami selalu melakukan keruntelan di malam hari dan kalau sedang seru kadang sampai terkantuk-kantuk sehingga sudah tidak sempat menjurnal.
Waktu anak-anak kecil, mereka setiap malam minta dibacakan buku cerita dan saya sering ketiduran di kamar mereka sehingga sulit untuk menjurnal kala malam.
Sebagai ibu, saya harus bersedia berjalan extra mile untuk mencapai apa yang saya inginkan. Dan saya rasa teman-teman pun perlu melakukan hal ini (baca: menghalau distraksi) kalau memang mau berhasil menjurnal.
Awalnya mungkin sulit, tapi begitu kita mendapatkan buah dari proses menjurnal ini, aneka distraksi itu tidak lagi menjadi halangan, dan kita akan lebih cepat mampu kembali fokus.
Karena buah fokus jauh lebih manis daripada buah distraksi.
Semangat terus ya teman-teman!
26 Agustus 2019
Membangkitkan Fitrah Belajar dan Bernalar
05 Desember 2018
28 November 2018
[Review] Jatuh Hati pada Montessori
Buku berjudul "Jatuh Hati Pada Montessori" membuat saya benar-benar jatuh hati pada metode ini. Banyak sekali rasa syukur dan takjub saat membaca halaman demi halaman buku ini karena saya
20 September 2018
"Tadi Ngapain Aja di Sekolah?"
30 Juli 2018
Tahapan Belajar Membaca untuk Anak Usia Dini
03 April 2018
Home Education Berbasis Fitrah
22 Februari 2018
Desain Pembelajaran ala Bunda Rizma Hanum
28 Desember 2016
Yuk Buat Sendiri "Weekly Schedule" Anak-anak
19 September 2016
[Ide Bermain: Melatih Konsentrasi] Ayo pegaaang ...
![]() |
| pict ramdom from google |
03 Juni 2016
Dialog Iman
Assalamualaikum..
Beberapa waktu yang lalu saya mendapatkan sharing tentang dialog iman di grup whatsap.















