Setelah libur lebaran sekitar dua pekan, kelas kupu-kupu dalam kuliah Bunda Cekatan IIP kembali berlangsung.
Tampilkan postingan dengan label IIP. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IIP. Tampilkan semua postingan
07 Juni 2020
06 April 2020
01 April 2020
27 Maret 2020
16 Maret 2020
The Coconut Family Project
Bismillahirrohmanirrohim...
Family project, sebuah proyek keluarga yang biasanya berpusat pada kepentingan keluarga. Namun, di SCIP diajarkan sebuah Family Project yang berpusat pada lingkungan atau lingkungan sentris, bukan lagi egosentris.
Alhamdulillah, rasanya seperti dipandu di depan cahaya yang mulai terang. Jika dalam dua tahun terakhir saya praktek minim sampah dan mengelola sampah di rumah, maka kini saatnya saya mengajak masyarakat sekitar untuk ikut peduli dengan "sisa konsumsi" masing-masing.
Ketiga, pembuatan sabun dari jelantah. Yang ini kayaknya bakal menggandeng Mak Sari Yahya.
Keempat, pembuatan tikar, tas, dan benda berguna lain dari bungkus kopi/minyak.
Kelima dan seterusnya, in sya Alloh akan dipikirkan lagi. Semoga akan terus berjalan dan dimudahkan olehNya. Aamiiin...
Besar harapan saya pada Alloh agar semua bisa terwujud, sehingga pada saatnya ada pengumuman TPA tutup, warga sudah siap mengelola sampahnya. Aamiiin...
Family project, sebuah proyek keluarga yang biasanya berpusat pada kepentingan keluarga. Namun, di SCIP diajarkan sebuah Family Project yang berpusat pada lingkungan atau lingkungan sentris, bukan lagi egosentris.
Alhamdulillah, rasanya seperti dipandu di depan cahaya yang mulai terang. Jika dalam dua tahun terakhir saya praktek minim sampah dan mengelola sampah di rumah, maka kini saatnya saya mengajak masyarakat sekitar untuk ikut peduli dengan "sisa konsumsi" masing-masing.
Seperti yang saya ceritakan di sini, saya bersama Tim Perbas sudah sampai pada proses sosialisasi Bank Sampah kepada warga RT 02. Dan alhamdulillah beberapa hari lalu, saya dan Bu Cici sudah meeting dengan Pak RT untuk menjadwalkan "latihan penimbangan" sembari menunggu Bank Sampah diresmikan.
Informasi terakhir, sudah ada 4 kandidat yang bersedia menjadi pengurus Bank Sampah. Bismillah, semoga semua dimudahkan dan semua amanah. Aamiiin...
Rencana awal, penimbangan akan dilakukan pada hari Ahad, 15 Maret. Namun karena Bu Cici berhalangan, jadi diundur in sya Alloh 22 Maret. Lalu, sekarang lagi ada himbauan untuk nggak keluar rumah selama 14 hari. Hmmm, bisa jadi mundur lagi nih penimbangannya. Padahal info dari Pak RT, warga udah nggak sabar pengen nimbang sampahnya.
Oke...
Selanjutnya, setelah latihan menimbang dan Surat Keputusan Kepengurusan Bank Sampah telah terbit, maka kegiatan sosialisasi dan workshop-workshop in sya Alloh akan dirutinkan.
Apa saja rencananya?
Pertama, workshop mengompos dan Lubang Resapan Biopori (LRB). Kemungkinan saya akan menggandeng teman-teman dari IP Tangsel atau sesama praktisi di instagram serta mensosialisasikan program 1 Rumah 1 LRB dari Dinas Lingkungan Hidup Tangsel.
Kedua, pembuatan Eco Enzyme dari limbah dapur. In sya Alloh sudah ada tinbangan di rumah yang akan dipinjamkan selama workshop.
Keempat, pembuatan tikar, tas, dan benda berguna lain dari bungkus kopi/minyak.
Kelima dan seterusnya, in sya Alloh akan dipikirkan lagi. Semoga akan terus berjalan dan dimudahkan olehNya. Aamiiin...
Besar harapan saya pada Alloh agar semua bisa terwujud, sehingga pada saatnya ada pengumuman TPA tutup, warga sudah siap mengelola sampahnya. Aamiiin...
09 Maret 2020
[Jurnal Ulat-Ulat Pekan 8] Begini Rasanya Melamar dan Dilamar
Bismillah, mulai lagi verita dari awal karena draft siang tadi di PC qodarulloh menghilang. Rasanya sudah saya simpan.
Pekan 8 ini, tugasnya adalah menyiapkan bekal untuk fase berikutnya yaitu fase kepompong. Tapi, bekal ini bukan untuk sendiri, melainkan untuk buddy yang telah ditentukan oleh masing-masing ulat.
Tadinya saya sudah berencana melamar teman seregional yang udah klop untuk jadi my buddy. Tapi karena satu dan lain hal, saya batalkan. Alhamdulillah sekarang kami masing-masing sudah punya pasangan ♥️
Sebelum resmi menjadi buddy, saya melamar dulu. Rasanya melamar itu deg-degan takut ditolak atau takut pilihan saya kurang tepat. Tapi, kalau menanti yang sempurna seperti yang saya bayangkan, bisa jadi memakan waktu dan akhirnya saya ketinggalan dari yang lain serta makin sulit menemukan buddy.
Dari sini saya belajar untuk nerimo. Terima kasih Bu Septi atas ilmunya 💕
Selain melamar, saya juga 2 kali menolak lamaran teman yang menginginkan saya menjadi buddy-nya. Hmmmm, memang hidup ini juga punya bagian "menolak" yang terkadang nggak mengenakkan hati kalau dibaperin.
So, sekarang cerita ya perjalananku dengan my buddy yaitu Bua. Sudah bertukar mindmap dan kisah perjalanan selama ini. Bua punya peta menjadi Wanita Pemburu Surga.
Masya Alloh isinya, mewakili keinginan seorang wanita dalam berperan menjadi anak, istri, saudara, ibu, dan masyarakat. Bua itu udah top lah ilmu agamanya (dalam kacamata saya). Pun, Bua juga menceritakan bahwa di hutan pengetahuan ini nggak makan banyak makanan utama. Sama seperti saya, memakan banyak makanan utama dari sumber di luar hutan pengetahuan.
Dari obrolan yang sangat panjang menembus ruang dan waktu, akhirnya saya membekali Bua dengan secercah cahaya yang bisa Bua gunakan saat down dalam perjalanan. Tsahhhh
Apa itu? Tentang kebahagiaan, bagaimana ikhtiar yang bisa dilakukan untuk "memanggil" kebahagiaan itu. Materi saya dapatkan dari kajian bersama UmmuBalqis bulan lalu. Lebih lengkap saya rangkum dalam kotak bekal ini.
Semoga pertemuan dan persahabatan maya ini diridhoi oleh Alloh Ta'ala dan saling membawa manfaat satu sama lain. Jazakillah khoir, Bua ❤
28 Februari 2020
[Jurnal Ulat-Ulat Pekan 7] Unlearn, Sebuah Proses Refleksi
Bismillah...
Pekan ini kelas Bunda Cekatan memasuki pekan ketujuh di fase ulat-ulat.
Setelah beberapa pekan lalu para ulat makan makanan yang dibutuhkan, sekarang saatnya istirahat di
22 Februari 2020
Bu, Mau Nggak Kalau Sampahnya Jadi Uang?
Bismillah...
Alhamdulillah kamis malam kemarin saya beserta tim melaksanakan Sosialisasi Bank Sampah
21 Februari 2020
[Jurnal Ulat-Ulat Pekan 6] Berbagi Makanan Kesukaan Teman
Masya Alloh...
Jumat berkah, tetiba pagi saat baru bisa online, saya mendapatkan makanan tentang Foodwaste dari
14 Februari 2020
[Jurnal Ulat-Ulat Pekan 5] Keluarga Favorit di Camping Ground
Bismillah...
Setelah berkelana di keluarga yang punya satu "nafas", kali ini mahasiswi Bunda Cekatan IIP
13 Februari 2020
Apa yang Akan Kamu Lakukan terkait Sosial Sustainability?
Sebelumnya, materi Sejuta Cinta tentang Simpathy vs Empathy dan Charity vs Filantropi. Kemudian, sekarang tentang Social Sustainability.
Masya Alloh kok pas bener sama rencana saya dalam waktu dekat ini. Semacam menemukan jalan
24 Januari 2020
[Jurnal Ulat-Ulat Pekan 2] Mencari Potluck di Gua
Setelah pekan lalu belajar membagi potluck dalam bentuk tulisan, kali ini saya sebagai salah satu dari
19 Januari 2020
15 Desember 2019
Menemukan Kekuatan Diri, Meningkatkan Kebahagiaan Hidup
Bismillahirrokhmanirrokhim...
Alhamdulillah di penghujung tahun ini, saya berkesempatan melanjutkan perkuliahan Bunda Cekatan, setelah awal bulan saya menjadi wisudawati perkuliahan Bunda Sayang IIP.
10 September 2019
Belajar Online di Kelasin.com
Saya baru tahu tentang kelasin ini dari postingan mak Karin di setoran tugas level 12 day 5 kemarin. Saya langsung cari di playstore kelasin, kok nggak ketemu? Ternyata kelasin itu berbasis web.
13 Agustus 2019
#6 Pentingnya Aqil Baligh Secara Bersamaan
Bismillah, hari ini giliran Peer Group 5 presentasi di kelas bunda sayang. Tema diskusi kali ini adalah Pentingnya Aqil Baligh Secara Bersamaan.
Materinya bisa dilihat di sini yah... Terima kasih teman-teman PG 5
13 Juli 2019
Mendongeng dengan Media Wayang
Bismillah...
Hari ini hari ketiga tantangan level 10 di kuliah Bunda Sayang IIP. Tema kali ini adalah "Membangun Karkter Anak Melalui Dongeng".
13 Februari 2019
Bermain Go Getter
Mainan ini namanya Go Getter.
Ibun dapat preloved dgn harga 30ribu saja.
Cara mainnya adalah menyusun jalan (ada 9 keping potongan jalan) agar soal terpecahkan. Soalnya bertingkat dari yg sangat mudah hingga sangat kompleks. Ada kunci jawaban juga di setiap soalnya.
Misal, soal 1 agar tikus bisa menemukan keju. Maka anak hrs membuat jalan yg tepat, tdk boleh ada jalan yg buntu/tdk menyambung ke jalan yg lain.
Sebenarnya game ini ditujuksn utk usia 6th +
Karena rizma tertarik, jadi ibun ajak bermain.
Nah, karena utk soal termudah saja rizma msh belum lulus (masih ada jalan yg buntu dan tdk berhubungan ke jalan lain), maka teka-tekinya diubah menjadi “membuat jalan sesuai kunci jawaban”.
Awalnya masih agak bingung mengingat setiap kepingan jalan dari 9 keping ada yg bentuknya mirip. Alhamdulillah dgn kesabaran, konsentrasi, dan ketelitian, akhirnya Rizma berhasil menyelesaikan teka-tekinya.
Yeay!
Menurut ibun game ini bagus sekali. Dan bisa dibuat versi DIY-nya dengan kardus bekas. Bunda senang sekalu waktu itu dapat game ini dalam kondisi masih bagus dan sangat menantang ternyata!
Next semoga Rizma bisa naik tingkat ya mbak membuat jalan sendiri tanpa lihat kunci jawaban. Tak apa, pelan-pelan saja yg penting tanpa paksaan.
#day7
#tantangan10hari
#gamelevel6
#kuliahbunsayiip
#matharoundus
#ILOVEMATH
22 Januari 2019
2019 Sepi Tulisan?
Tahu-tahu sudah tanggal 22 Januari 2019.
#Sedih
Passion "menulis" saya yang dikoar-koarkan di e-flyer biodata tinggallah tulisan saja. Buktinya mana, buk? Menuduh pindahan kantor sebagai alasan yang membuat diri merasa nggak punya waktu untuk menulis. Kasihan pindahan kantor. LOL
Seharusnya, banyak draft tulisan yang saya selesaikan sebelum tahun 2019. Ya Alloh tapi entah kenapa deh itu gangguan untuk nggak nulis itu ada saja. Entah dari sok sibuk apalah, pusinglah, bingung mencari referensi-lah. Seribu satu alasan melatarbelakangi draft tulisan yang belum tersentuh dan terpublish pada akhirnya.
Tapi ada yang saya syukuri, pertama, akhirnya saya sudah ikut menulis DUA buku antologi. Yang masih progress ada SATU lagi, jadi total ada TIGA buku antologi. Pertama, buku dongeng seperti yang pernah saya share DI SINI, dan yang kedua adalah hadiah dari memenangkan lomba menulis setelah mengikuti matrikulasi IIP batch 5 tahun lalu. Ya! Enam bulan menanti akhirnya ada kabar kalau buku sedang dalam proses naik cetak. Dan saya merasa masih kurang dalam mempromosikan buku ini. Padahal bukunya bagus isinya, in Sya Alloh...
Seperti ini bukunya...
Hari ini terakhir PO, setelahnya harga normal. Harapannya, di cetakan pertama ini, akan tembus 500 buku. Semoga bisa tercapai. Yuk yang mau ikutan PO. Hehehe... Bisa langsung ke link ini.
Sedangkan satu lagi, ada project menulis dengan teman-teman di Kelas Belajar Menulis IP Tangsel. Saya suka sekali yang project di kelas menulis ini, karena semua tulisan di review oleh penulis lain. Jadi, sebelum naik cetak, hampir semua penulisnya sudah tahu isinya. Juga ada masukan-masukan dari penulis yang lebih banyak pengalaman menulisnya. Saya merasa di grup ini paling enak.
Baru saja berproses dari menulis di dunia maya menuju menulis buku, saya sudah banyak sekali mendapat pelajaran. Dan benar, penulis dan ilmu marketing itu satu kesatuan. Betul apa kata Teh indari saat kulwap di kelas menulis. Penulis harus pandai memasarkan bukunya.
Karena itu, saya belajar terus, dan terus belajar. Melalui proses ini, semoga ke depan bisa lebih baik lagi. Aamin...
In sya Alloh jawaban dari judul tulisan ini jangan sampai YA yaaa.... Terus menyemangati diri.
Kalau teman-teman, ada tips kah saat godaan untuk "nggak usah nulis" melanda??? Share yuk...
09 Desember 2018
Mengenali Gaya Belajar Anak
Pernah ketika saya berbincang lewat media whatsap, seorang teman bercerita bahwa anaknya nggak
Langganan:
Postingan (Atom)




















