31 Mei 2018

Review Peralatan MPASI BLW


Saya nggak akan membahas peralatan perang untuk MPASI seperti pada umumnya. Nama pun anak kedua, jadi semua sudah ada alias lungsuran kakaknya. Peluk hanum!

Lalu sesuai judulnya, apakah Hanum ber-BLW-ria? Jawabannya: Lebih banyak spoon feeding. Karena

25 Mei 2018

Numpang Istirahat di Hotel Grand Tjokro Bandung



Weekend pertama bulan Mei ini ada beberapa acara penting yang harus saya datangi. Sebenarnya saya bingung sekali. Di satu sisi, ada teman yang melangsungkan pernikahannnya di Bandung sekaligus ada adik kandung saya yang pindahan rumah di Nagreg. Yang artinya, bila saya ke mendayung Bandung, maka dua pulau sekaligus bisa saya lampaui. Tapi di sisi lain, ada acara wisuda IIP (Institurt Ibu Profesional) yang diadakan oleh IP Tangsel untuk para wisudawati dari matrikulasi IIP Batch 5. Ketiga acara ini nggak akan ada pengulangan di lain waktu.

Sedih!

Karena pada akhirnya saya harus memilih, dan pilihan jatuh untuk tidak datang dalam acara wisuda IIP. Saya yakin, tanpa saya datang wisuda pun, in sya Alloh banyak hikmah yang akan saya temui dalam menjalani agenda yang saya pilih yaitu pergi ke Bandung.

22 Mei 2018

Kata Siapa Menyusui itu Mudah?


Serius!
Menyusui itu nggak gampang, banyak sekali tantangan yang dilalui dari bayi baru lahir sampai akhirnya tiba masa menyapih.

Ya, setiap ibu punya cerita tersendiri :)

Anak pertama, masa-masa awal berkenalan dengan kegiatan menyusui. Lidah bayi yang masih kasar, perlekatan yang mungkin belum sempurna, bahkan masalah flat nipple pun menjadi tantangan bagi

21 Mei 2018

DIY Teepee Sederhana


Saya lupa berapa tahun lalu, sepertinya lebih dari dua tahun lalu saya punya keinginan membuat DIY Teepee untuk bermain Rizma sebelum dia punya adik. Teepee sendiri adalah tenda tradisional suku Indian, yang aslinya terbiat dari kulit dan tiangnya dari bambu atau kayu. Info lengkap tentang Teepee bisa dilihat di wikipedia.

Apakah teralisasi keinginan saya itu? 

15 Mei 2018

Tentang MPASI WHO

tekstur dan jenis makanan dalam MPASI WHO

Beberapa teman yang baru mempunyai satu anak dan akan memulai MPASI bingung dengan MPASI. Karena saya sudah beranak dua dan keduanya sudah melewati tahap MPASI, maka teman-teman saya ini bertanya kepada saya tentang MPASI.

Saya menyarankan MPASI WHO untuk anak-anak teman saya. Alasannya? Banyak. 

11 Mei 2018

Mencari Dokter Gigi Anak di Sekitar Bintaro

dokter gigi anak di sekitar Bintaro

Saat itu saya lihat gigi Rizma seperti menjorok ke dalam. Lebih kecil ukurannya dibandingkan hari-hari sebelumnya. Warna gusinya juga saya perhatikan lebih merah dari biasanya. Rizma mengeluh sakit, dan enggan untuk menggosok gigi. Saya curiga dia kena radang gusi. Gejalanya sama persis, tapi saya nggak tahu apa penyebab dan bagaimana cara mengatasinya. Fiuh... 

Pengalaman Rizma mengalami gusi bengkak ini membuat saya mencari dokter gigi yang kids friendly dan harganya terjangkau. Namanya juga anak-anak, harus selalu senang kalau bertemu orang baru, apalagi orang baru itu akan memeriksa giginya. Mungkin juga akan melakukan tindakan yang baginya menyeramkan. Ini sih prasangka emaknya.

Kalau hanya periksa gigi sih, bisa gratis ke Gandaria City di pojok pepsodent. Hehehe... Tapi sayang kan di sana nggak bisa melakukan tindakan bila gigi bermasalah.

07 Mei 2018

Ayo Membuat Selai Pisang Sendiri

Dalam rangka memeriahkan acara science fair di sekolahnya, kelas Rizma mendapat tugas untuk mengolah buah dan tanaman yang ada di dalam Alquran menjadi bentuk lain yang bermanfaat. Satu kelas dibagi dalam beberapa kelompok. Ada kelompok anggur, kurma, zaitun, pisang, tin, jahe, bawang merah, mentimun, bidara dan tanaman padi-padian.

Rizma kebagian kelompok pisang. Anggotanya ada lima orang: Rizma, Malika, Omar, Abid, dan Damar. Hasil diskusi menyimpulkan bahwa kelompok pisang akan membuat selai pisang. Alhamdulillah, dalam bayangan saya ini nggak terlalu sulit. Hehehe...

Pembuatan selai pisang dilakukan di rumah Damar, terima kasih ya Damar sudah

02 Mei 2018

Benarkah Mewarnai Menghambat Kreativitas Anak?

Dari sumber ini, disebutkan bahwa mewarnai dapat mematikan. Maksudnya adalah mematikan imajinasi dan kreativitas anak. Menurut saya, hal ini dapat dibenarkan bila anak tidak pernah menggambar bebas. Artinya, dari awal anak hanya mewarnai objek. Tidak pernah sekali pun menggambar bebas sesuai imajinasi yang dia punya. Namun, bila mewarnai dilakukan setelah tahap menggambar bebas, menurut saya ini bukan mewarnai yang mematikan.

Rizma menggambar Dinosaurus
Di sumber tersebut disebutkan bahwa "Selembar kertas kosong, jauh lebih baik dari pada buku mewarnai."

Maksud dari pernyataan ini adalah bahwa menggambar bebas sesuai imajinasi anak lebih baik dari pada sekedar mewarnai objek. Mungkin kebanyakan anak akan mahir mewarnai dibanding mahir menggambar sesuai imajinasi. Inilah yang disebut mewarnai menghambat kreativitas anak. Jadi, persoalannya adalah banyak orangtua bahkan pendidik lebih memilih menyodorkan buku-buku mewarnai kepada anak sebagai sarana untuk melatih kemampuan coret-mencoretnya. Padahal pada buku-buku tersebut yang disediakan hanyalah sejumlah gambar dan anak tinggal memberi warna. Hasilnya, anak menjadi terpaku pada gambar tersebut. Dari sinilah kenapa kegiatan mewarnai malah jadi pembelenggu berkembangnya kreativitas anak.

Kalau saya, tahap pertama untuk menstimulasi berkembangnya kreativitas (dalam hal ini

01 Mei 2018

Milestone Hanum


Ceritanya nggak mau kalah dengan kakaknya yang ada catatan milestone sedari bayi. Tapi, nama pun anak kedua, selalu ada alasan untuk membenarkan kalau nggak perlu catatan juga nggak apa-apa. Hiks...

Alhamdulillah, selama setahun ini saya berhasil mencatat poin-poin penting tentang perkembangan Hanum. Kalau pertumbuhan? Biarlah sementara menjadi catatan di buku Hanum.

Milestone Hanum:

30 April 2018

Review Breastpump Elektrik Real Bubee

Pertama kali tahu tentang pompa elektrik buatan China ini dari postingan salah satu teman di instagram. Saat itu statusnya membuat saya yang baru saja memulai babak baru menyusui (babak kedua maksudnya) tertarik untuk mencoba. Gimana nggak? Dengan harga kurang dari dua ratus ribu rupiah, pompa elektrik ini sudah menawarkan berbagai keuntungan untuk ibu menyusui. 

Saat itu teman saya memperlihatkan foto hasil pumping dengan Real Bubee elektrik ini. Dalam waktu sekejap dia mengaku bisa memperoleh lebih dari 200 ml ASIP. Siapa yang nggak kepengen?

Akhirnya, saya memutuskan untuk meminjam pompa ASI milik teman saya ini. Ceritanya test-drive begitu, hehehe... Karena yang namanya pompa ASI itu jodoh-jodohan. Ada yang jodohnya dengan
pompa manual harga standar dibandingkan dengan pompa manual harga mahal. Ada juga yang jodohnya dengan pompa elektrik mahal dibanding pompa manual harga standar. Oleh sebab itu, saya nggak mau beli kalau belum tahu cocok atau nggak dipakai saya. Takut mubadzir ^^