Beberapa bulan lalu media banyak memberitakan masalah kabut asap, baik di Sumatera maupun di Kalimantan. Saya ngga akan membahas siapa yang ngga peduli asap, siapa yang peduli asap, dan siapa yang berkoar-koar menjelek-jelekkan pihak yang seolah ngga peduli asap. Saya hanya ingin menceritakan suatu komunitas yang saat itu melakukan aksi peduli asap. Memang banyak komunitas lain ataupun lembaga yang juga melakukan aksi yang sama, tapi ngga ada salahnya kan menceritakan aksi sosial yang menurut saya akan bernilai positif.
Tampilkan postingan dengan label GA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label GA. Tampilkan semua postingan
11 Desember 2015
20 Oktober 2015
Awal yang Baru sebagai Pedagang (online)
Bermain bersama anak tentunya
menjadi aktivitas yang sangat membahagiakan bagi seorang ibu. Saya
sendiri suka sekali bermain dengan Rizma, terutama bila permainannya
pertama kali dikenalkan pada Rizma. Oh iya, bermain juga ngga harus
dengan mainan mahal lho. Saya seringkali membeli perintilan
mainan Rizma yang murah meriah, bisa dibuat sendiri, dan bahkan dari
barang bekas. Yuk kita intip aktivitas permainan Rizma.
Siapa tahu menambah ide bermain dengan si kecil. Oh iya,
saya mendapatkan ide bermainnya kadang dari pinterest, web tentang dunia
anak, maupun dari instagram.
| DIY kelinci, bahan: Kertas origami, wiggle eyes, piring kertas, lem, spidol |
| Mengikuti pola, bahan: manik-manik |
31 Agustus 2015
Rumah Impian
Sedari kecil, saya suka sekali dengan desain
rumah. Dulu sih belum tahu tentang desain interior dan eksterior, yang pasti setiap pulang dari
rumah teman atau saudara, saya sering kali menggambar bagian-bagian rumah yang
baru saja dikunjungi. Asik sekali rasanya, jadi banyak inspirasi. Selain
kegemaran itu, saya juga paling suka dengan acara televisi yang menayangkan
desain-desain rumah seperti acara Rumah Idaman.
Saat ini, saya dan suami masih mempunyai mimpi mempunyai
rumah yang asri. Rumah impian kami konsepnya adalah mayoritas cat dinding berwarna putih, pencahayaan yang
cukup dan sirkulasi udara yang lancar sehingga udara bebas keluar masuk dan ngga
perlu lagi lampu di siang hari. Ngga perlu terlalu besar bangunan rumahnya,
yang penting tanahnya luas sehingga memungkinkan untuk bercocok tanam. Hehehe...
Bagian depan rumah, rasanya sungguh sayang jika ngga ada hijau-hijauan. Tapi kalau seperti taman ini, mata siapa yang ngga adem memandangnya? ;)
06 Agustus 2015
Lebaran di Kota Reog
Suami saya asli orang Ponorogo, itu lho kota yang terkenal dengan reog dan sate ponorogo. Saya sendiri merasakan lezatnya sate ponorogo ya setelah menikah. Sedangkan reog, saya sempat melihat langsung di Jakarta meski hanya sebentar. Di Ponorogo hanya mendengar suaranya saja saat grebeg suro. Karena saat itu hamil dan untuk melihat reog secara dekat harus terjun ke lautan manusia.
Kali ini saya tidak akan menuliskan tentang reog, melainkan tentang lebaran idul fitri di sana. Sebenarnya tidak ada hal yang berbeda. Ketupat, kue lebaran, bersalaman ke sanak saudara dan tetangga, itu semua juga ada di sana. Sama seperti di kampung halaman saya.
Ada satu hal yang sangat membuat saya kagum dengan Ponorogo saat lebaran. Yakni kebiasaan
29 Mei 2015
5 Tips agar Anak Tidur Nyenyak
Melihat anak tidur nyenyak adalah kebahagiaan bagi saya. Apalagi saat
melihatnya tersenyum ketika kita cium keningnya, ah.. surga rasanya. Dan kebahagiaan itu akan terganggu saat ada nyamuk yang tiba-tiba datang dan hinggap
di pipinya atau bagian tubuhnya yang lain. Rasanya pengin langsung dieksekusi
saja itu nyamuk, tapi kasihan juga anak kita. Akhirnya kadang malah melepas
nyamuk begitu saja.
Jadi ingat jaman kecil dulu, ibu saya selalu menyalakan obat nyamuk bakar
saat saya dan saudara-saudara saya tidur malam. Paginya? Jangan ditanya, sudah
banyak sekali korban bantal yang terbakar karena terkena obat nyamuk yang
menyala. Belum lagi asapnya, hmm.. mengganggu sekali. Akhirnya ibu saya beralih
ke
at
16.28
2 komentar:
Labels:
BAYGON,
Bebas Nyamuk,
GA,
Perlindungan anti nyamuk anak,
Rizma,
The Urban Mama,
weaning
01 Desember 2014
Anakku mulai pandai berbicara
"Sudah ada 20 kata yang diucapkan, bu?" tanya dokter saat kontrol rutin 18 bulan ke dr. Waldi.
"Belum, dok." Jawabku.
"Belum, dok." Jawabku.
Ada rasa sedih juga saat menjawab pertanyaan dokter, karena saat itu baru belasan kata yang sudah jelas diucapkan Rizma. Ah, saya terus berpikiran positif bahwa setiap anak berbeda dengan anak lainnya. Begitu pun Rizma, dia anak yang unik. Saya yakin dia akan pandai berbicara, bahkan lebih dari 20 kata.
Karena semakin besar tidurnya semakin malam, kami gunakan waktunya untuk menstimulasi kemampuan bahasanya. Entah dengan gambar, objek asli, bercerita, bernyanyi, membaca buku, dan dengan mengenalkan apapun yang kami lihat bersama.
Alhamdulillah usaha kami sedikit demi sedikit menuai hasil. Sekarang Rizma makin cerewet, makin banyak kata yang bisa diucapkan. Apa-apa ditirukan, paling banyak penambahan kata saat umur 18 bulan hingga sekarang. Lucu juga kami mendengarnya, kadang semua orang diam, dia dengan asiknya ngomong tanpa henti, bahkan kadang berirama seperti bernyanyi. Ah, pintarnya anakku.
Langganan:
Postingan (Atom)


