24 Maret 2015

Trial Class Rumah Cikal Bintaro

Sudah lama rasanya ngga nulis. Jadi bingung mau mulai dari mana. Mau sharing aktivitas rizma aja deh, simpel. Weekend kemarin rizma berkesempatan mengikuti kelas trial Rumah Cikal Bintaro. Senang deh karena free *lol* Bukan, bukan mau sekolah, cuma ikutan trial aja karena bundanya penasaran kayak gimana sih kalau anak seumuran Rizma sekolah? okey, akan saya review di sini. 

Trial kemarin ada kelas kakak-kakak (2-3 tahun), pre-kindy (3 tahun ke atas), satunya lagi lupa namanya yang untuk 1-2 tahun. Rizma sendiri ikut kelas kakak-kakak karena baru aja 2 tahun. Kelas kakak-kakak kemarin dibagi dua sesi. ada sesi pertama di jam delapan pagi sampai sepuluh pagi, dan sesi kedua di jam sepuluh pagi sampai jam dua belas siang. Rizma ikut sesi pertama, dan sampai sana baru dimulai lebih dari setengah jam jadwal awal karena menunggu kehadiran peserta trial yang lain. Pertama-tama, peserta bebas

06 Maret 2015

FC saat berpuasa

Alhamdulillah sudah tiga kali (baca: tiga hari) berpuasa dengan metode Food Combining (FC). Kayak apa sih puasa dengan metode FC? Yuk disimak petunjuk pelaksanaan dari Buku Food Combining di Bulan Ramadhan - Erikar Lebang :)
SAHUR

02.30 Bangun pagi, menyiapkan makan sahur
03.00 Santap sahur :
          Minum air hangat jeniper/lemper, minum seteguk demi seteguk.
          Makan potongan buah segar (kalau bisa 3-4 jenis buah)
03.45 Menu Karbohidrat (ini kalau belum bisa full sahur dengan buah)
          Nasi + tahu tempe goreng + sepiring lalapan segar organik (kalau bisa),
          sedikit sambal ngga terlalu pedas ---> porsi kecil aja nasinya ya, biar siang  segerrr
04.30 Minum segelas air putih berkualitas
05.00 Sholat Shubuh
Kemarin saya dua hari pakai menu karbohidrat, satu hari hanya buah, cuma sepertinya belum terbiasa jadi siangnya agak pusing, hehehe... mungkin karena buahnya kurang banyak dan minumnya ngga ada segelas.

04 Maret 2015

Alhamdulillah, Rizma is 2 years old

Subahanalloh walkhamdulillah....
Bayi mungil itu, yang bekerja sama sejak dalam kandungan hingga terlahir ke dunia, dan saat-saat memberikan ASI dan MPASI, serta dalam seluruh masa perkembangan dan pertumbuhannya. Terimakasih ya Alloh... Rizma berhasil menyusu bunda selama 2 tahun. Maka nikmatMu yang manakah yang pantas bunda dustakan?
Mudah-mudahan Rizma sehat dan cerdas selalu, menjadi pembelajar yang sabar, dan tumbuh menjadi anak yang sholehah yang disayangi Alloh. Amin....

Alhamdulillah di usia ini Rizma udah sangat-sangat luar biasa, meski banyak anak-anak lain diluar sana yang punya kemampuan lebih darinya, bagi bunda Rizmalah yang paling luar biasa. Bunda mana yang ngga bahagia mendapat kesempatan melihat tiap tahap perkembangan dan pertumbuhan anaknya? Apalagi yang semakin kesini semakin pesat. Alhamdulillah nak, andai engkau membaca tulisan bunda ini nak, engkau pasti akan bahagia karena tahu betapa Alloh memberikan kecerdasan padamu nak, Alhamdulillah... Karena itu jadilah anak yang pandai bersyukur. Ingat surat Adh Dhuha (93) ayat 11
Dan terhadap ni'mat Tuhanmu, maka hendaklah kamu menyebutnya.
Alloh itu Maha penyayang nak, Maha pengasih, apa yang kita minta pasti Alloh kabulkan. Tapi Alloh

27 Februari 2015

Kapan nulis lagi?


Rasa-rasanya banyak sekali yang belum dituliskan. Mungkin karena akhir-akhir ini pekerjaan dan salah fokus membuat saya enggan membuka blog (ah, ini pasti alasan saya aja untuk menutupi alasan malas). Beberapa postingan tentang aktivitas Rizma saya posting di instagram (ciye, warga baru IG). Rencananya sih diposting disana untuk selanjutnya diposting lebih lengkap di blog. Namun apa daya belum kesampaian. Padahal di hape udah ada aplikasi blogger. Jadi, untuk ibu-ibu yang mencari ide aktivitas anak (terutama aktivitas sensorik) bisa berkunjung ke instagram saya di @e.mahmudah

Saya bukan ibu-ibu yang narsis (baca: suka berfoto dan dipampang), jadilah instagram isinya mayoritas foto kegiatan Rizma. Bukan tujuan apa-apa selain berbagi ide kepada sesama ibu-ibu yang mungkin sedang kehabisan ide untuk bermain bersama anak. 

PS: Saya ngga menjudge ibu-ibu yang banyak foto-foto pribadi di medsos sebagai orang yang narsis. Maafkeun ya kalau kata-kata yang saya pilih kurang mewakili maksud pernyataan saya bahwa saya ngga narsis. :)

11 Februari 2015

Aneka Menu FC

FC itu menunya sederhana... Hehehe... yang penting banyakin sayuran. Minimal sama banyak dengan karbo (kalau menu karbo). Berikut beberapa contoh menu FC:
telur ikan masak kemangi
urab

03 Februari 2015

Hari pertama FC, makan-makan di Telaga Sampireun

Hari pertama FC, jadwal makan bersama dengan rekan-rekan seruangan. Godaan berat, mau ngga ikut, saya yang pegang uang *alesan. Belum pernah pun ke Telaga Sampireun Bintaro meski dekat dari rumah. Akhirnya bismillah ikut aja sambil berdoa tahan godaan. Sampai sana hujan, adem deh. Cuma jalanan agak becek karena lokasi cenderung diluar (ada ruang makan di dalam dengan menu prasmanan). 
Oke, mau setor foto-foto aja buat referensi yang belum pernah ke Telaga Sampireun Bintaro. Saya sendiri akhirnya makan dengan sepiring penuh menu sayuran dan lauk, namun tergoda mengambil secuil nasi, bener deh cuma secuil. Hehe... Jus terong belanda pun karena tak kunjung datang akhirnya saya bungkus untuk disantap sore di kantor. 
Untuk lokasi, strategis karena berada di dekat pintu tol keluar Pondok Aren (pintu tol untuk ke Bintaro). Nyaman, bisa memilih tempat makan: saung tanpa AC, saung beraAC, ruangan berAC dengan menu prasmanan, dan ruang makan outdoor. Tersedia playground untuk anak-anak, info dari teman ada biaya terpisah untuk playground-nya. Pelayanan tergolong oke, hanya kemarin agak lama nunggu mungkin karena banyak pesanan. Menunya standar seafood, yang faforit sih katanya patin bakar bambu, memang enak sih. Untuk harga, bagi saya tergolong mahal. Berikut saya kutip daftar harga makanan di sana (per januari 2015)

28 Januari 2015

Berkenalan dengan Food Combining

Ada yang baru denger tentang Food Combining (FC)? Kalau saya sendiri mendengarnya awal kenal MPASI Rizma. Yang mana FC ini salah satu metode pemberian MPASI. Yaudah itu aja taunya. Kali kedua denger dari acara TV yang mana bintang tamunya Nina Tamam, disitu Mba Nina cerita kalau pola makannya itu FC. Ngga terlalu penasaran.  Sampai akhirnya beberapa bulan lalu teman saya sendiri mempraktekkan FC, dia mengaku segala keluhan tentang lambungnya ngga pernah kambuh sejak FC-an. Wah, penasaran dong. Kan saya termasuk yang punya masalah di lambung. Tapi ke-sok-sibukan saya menyita waktu hingga saya lupa untuk menggali lebih dalam tentang FC. Lalu teman perempuan saya, sering posting menu makanan, mirip vegetarian gitu. Penasaran, tapi malas tanya. Dan akhirnya sebulan terakhir ini saya ketemu dengan artikel FC dari mbak Jihan. Memahami, dan akhirnya kepincut! Berniat praktik dengan mengajak suami, ealah suami ngga mau. Ok, tertunda niat memulai FC. Lalu memberanikan diri tanya teman perempuan yang sering posting menu makanan mirip vegetarian, yang saya duga dia FC-er. Benar! Dia FC-er, meski mengaku ngga 100% FC-er. Saya pun akhirnya bergabung dengan Grup Food Combining Indonesia karena teman saya tadi (ternyata suhu disana suaminya Nina Tamam *sigh).  Baru gabung, langsung nambahnya ilmunya!  Alhamdulillah

26 Januari 2015

22, Apa kabar Rizma?

Subhanalloh walkhamdulillah... Sekarang Rizma udah bisa cerita. Jadi, pas bunda dan papahny pulang kantor, dia menceritakan kejadian pagi hari itu.
Rizma : djatuh, kaki (jatuh, sambil nunjukin lutut yg luka?
Bunda papah : jatuh?
Rizma : iyah
Bunda papah : Siapa yang jatuh?
Rizma : ma (menyebut nama sendiri)
Bunda papah : dimana?
Rizma : anah (sana, sambil nunjuk jari ke suatu arah)
Bunda papah : oooh, sakit?
Rizma : akit (sakit)
Bunda papah : nangis ngga?
Rizma : ais (nangis)
Bunda papah: ooo, nangisny gimana?
Rizma : aaaaaa (merengek acting menangis)
Bunda papah: *LOL
Ya Alloh pinter sekali anak ini. Saya konfirmasi ke pengasuhnya ternyata benar kalau pagi tadi Rizma jatuh di jalan yang menanjak karena lari.

20 Januari 2015

Resolusi 2015

Yes... Sebelumnya saya ngga pernah nulis resolusi awal tahun. Selain karena tahun baru saya adalah tahun baru Hijriyah, ya karena ngga terbiasa aja ditulis di blog. Berhubung banyak sekali blogger yang selalu punya resolusi, saya jadi tertarik dong. Sekalian kemarin tahun baru hijriyah belum punya resolusi. Resolusinya dua saja cukup insya Alloh,
  1. Menerapkan pola hidup sehat
  2. Melanjutkan perjuangan menjadi istri dan ibu yang (semoga, insya Alloh) sholihah
Sekarang bagaimana caranya?
Poin pertama insya Alloh akan diterapkan cara sehat dengan pola makan Food Combining dan olah raga teratur. 
Poin kedua? Ini PR banget untuk saya. Harus lebih sabar dan lembut, diperbaiki hablumminalloh dan hablumminannas-nya. Semoga dimudahkan. Amin...

Nah sebetulnya ada dua lagi resolusi: menata rumah dan lebih banyak memproduksi DIY. Hihi, rasanya masih berat memulai DIY. Dengan alasan rumah yang belum rapi, belum ada tempat khusus DIY, ah seribu satu alasan deh. Rencananya tahun ini renov rumah. Nah kan kalau udah renov rumah jadi agak lega ya. Kalau udah lega kan bisa menyiapkan ruangan khusus DIY, beli mesin jahit, dan segala printilannya. Ah, ini masih impian. Sekarang kondisi rumah udah seperti gudang. Semoga dimudahkan untuk renov rumah. Amin

Mungkin sekian catatan tentang resolusi awal tahun, opimis akhir tahun bisa menyampaikan berita baik tentang resolusi ini. Amin....

19 Januari 2015

Liburan di Ponorogo

Alhamdulillah kesampaian juga menulis lagi. Postingan mengendap di draft karena kesoksibukan beberapa waktu yang lalu. Iya betulan antara urusan di kantor sama urusan melanjutkan pendidikan yang udah mepet deadline semua. Memaksa saya ngga bisa menulis barang satu tulisan. 
Kali ini mau cerita liburan di Ponorogo awal bulan lalu. Sebetulnya sama sekali ngga ada rencana liburan. Tapi karena saya dan suami sangat kangen kota kelahiran suami, jadilah kami pulang dengan saya yang cuti nekad. Kenapa nekad? Karena cuti 2014 saya sisa 0, tapi saya tetap pulang kampung akhir tahun dengan persiapan tanggal 2 Januari mengajukan cuti di aplikasi kepegawaian kantor. Alhamdulillah dikabulkan, yang penting sebelum saya cuti atasan saya tahu kalau saya akan cuti. Beruntung mempunyai atasannya atasan yang fleksibel *ups.

Oke, kembali ke cerita. Kami pulang menggunakan kereta Bima dari stasiun Gambir. Saya sendiri dari kantor, hujan deras. Sementara suami menjemput Rizma ke rumah karena hari itu alhamdulillah ada ST. Meski hujan deras, alhamdulillah kami semua selamat dan bertemu di stasiun. Jadwal kereta 16.20 telat beberapa menit. Alhamdulillah selama perjalanan Rizma ngga rewel, hanya gampang bosen duduk. Alhamdulillah kami punya banyak amunisi (makanan-camilan) serta bekal pensil warna dan buku tulis kesukaan Rizma. Kami pun menikmati perjalanan dengan dinginnya suhu didalam kereta. Sempat saya ngga enak badan, tapi hanya dengan istirahat cukup badan saya kembali segar. 
Sampai stasiun Madiun terlambar sekitar satu jam. Kami dijemput yangti dan yangkung yang udah mengenakan selendang/jarik untuk menggendong cucu kesayangannya. Hihi...
Sampai rumah Rizma senang sekali dan masih penasaran dengan seisi rumah yang jarang ditemuinya itu. Terakhir lima bulan yang lalu.