Tampilkan postingan dengan label Jakarta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jakarta. Tampilkan semua postingan

17 November 2015

Berkunjung ke Kebun Binatang Ragunan

Beberapa pekan yang lalu, Rizma dan sepupu-sepupunya janjian ke kebun binatang Ragunan. Sudah dari lama sebetulnya ingin berkunjung kesana, namun kami menunggu waktu yang tepat (baca: waktu dimana Rizma sudah dikenalkan dengan berbagai binatang). Sayang juga kan anaknya masih bayi diajak kesana, hehe... Ini sih alasan saya saja.

Pertemuan Rizma dengan sepupunya ini tidak direncanakan jauh-jauh hari, hanya dua malam sebelum berangkat. Kebanyakan kalau direncanakan justru banyak ngga jadinya sih. Alhamdulillah

06 Oktober 2015

Plus Minus Aplikasi Go-jek

Sumber
Sekarang, apa-apa go-jek. Ke stasiun Go-jek, kirim barang go-jek, beli makanan go-jek, bahkan belanja bulanan pun bisa dengan go-jek.
Subhanalloh yaaa... Ada (banyak) kemudahan untuk kita ^^
"Kan ada GO-JEK"
Bagi yang belum tahu apa itu Go-jek, bagaimana cara menggunakannya, dan sebagainya, bisa dibaca di sini yaaa... :)

Pertama kali saya menggunakan gojek adalah awal bulan lalu. Karena memang keadaan mengharuskan saya naik ojek setiap hari dari Lapangan Banteng (karena ada tugas) ke stasiun Tanah Abang. Sebelumnya mah, pengin tapi ngga ada kesempatan menggunakan Go-jek. Hihi...

Hari pertama, driver-nya ngga tahu jalan. Syedih! Tapi alhamdulillah saya masih ingat jalurnya. Saya arahkan, eh di suatu pertigaan kok si driver ini ngga nurut sama petunjuk saya. Singkat cerita malah mbalik ke Patung kuda. Kzl

12 November 2014

Weekend pagi di Taman Bintaro Jaya Xchange

Sabtu lalu kami mengajak Rizma bermain di taman yang ada di Bintaro Jaya Xchange. Mall baru yang lokasinya dekat sekali dengan rumah kami, kurang lebih lima menit naik motor. Kami bukan termasuk hobi ngemall, makanya baru pekan kemarin kami menyempatkan diri mampir ke sana. Itu pun hanya di tamannya, karena pagi-pagi mallnya belum buka. Sejak Rizma lahir belum pernah ke mall selain Plaza Bintaro, itu pun bisa dihitung dengan jari. Paling-paling terkadang ikut ke Giant, Harmony atau hari-hari swalayan saat belanja bulanan.
Saat sampai disana, langsung girang karena nemu jogging track yang oke. Karena belum terlalu banyak orang yang jogging/lari disana. Sip banget deh. Terus juga bisa sambil bawa Rizma, gantian jagain sambil nunggu giliran jogging/lari. Ada kolam ikan juga, kan anak-anak seneng tuh. Banyak tanaman juga, oke punya deh.

05 November 2014

Tahu Campur, Rujak Cingur, Tahu Telor

Saya bukan orang Jawa Timur, tapi saya istri dari orang Jawa Timur. Terus? Ya ngga apa-apa sih. Eh, apa-apa. Kami beda, iya beda, tapi seru. Sebagai orang Jawa Timur, suami saya suka sekali dengan makanan berbahan petis seperti tahu campur, tahu telor, tahu tek, rujak cingur, dsb. Saya? Sama sekali belum mengenal yang namanya petis. Adapun petis yang saya kenal selama ini adalah makanan olahan dari gembus (tempe gembus, yg empuk itu) yang dihancurkan dan dimasak bebarengan dengan tulang ayam/ daging/ ceker ayam/ iga kambing. Di Tegal menyebutnya dengan Glotak. Kenapa glotak? karena pada saat dimasak dan dimakan akan terdengar suara glotak-glotak yang berasal dari suara tulang ayam pada makanan ini. Hihihi...
Nah, karena beda itulah suami saya ingin sekali saya menyukai makanan jawa timuran itu. Supaya asik kali ya bisa berbagi makanan dalam satu piring :D

13 Oktober 2014

Alhamdulillah senin!


Pagi tadi perjalanan saya ke kantor super sekali. Kenapa? Karena hari ini saya sendirian (lagi) mengendarai motor dari rumah ke kantor. Ah, sudah biasa itu. Iya, memang sudah biasa. Tapi hari ini luar biasa. Saya yang biasanya menyiasati berangkat minimal sepuluh menit lebih pagi dari biasanya, hari ini saya berangkat agak siang. Mungkin lebih cepat lima menit dari jam berangkat biasanya. Padahal saya ingin menikmati jalanan ibu kota dengan santai. Fiuh...

22 September 2014

Tentang DSA



Kesehatan anak memang suatu hal yang tidak bisa dianggap remeh. Sejak jadi ibu, banyak sekali ilmu di bidang kesehatan yang akhirnya saya pelajari dan sangat bermanfaat. Alhamdulillah saya hidup di zaman yang serba mudah mencari informasi dan punya teman-teman yang sadar kesehatan anak.

Tentang dokter spesialis anak, sebelumnya saya pernah bercerita bahwa saya sering berkunjung ke dokter Tiwi. Beliau memang bagus, meski ada testi negatif dari beberapa teman. Saya kesana karena masih di area Bintaro. Cuma memang susahnya kalau pas jadwal sholat maghrib, dimana sulit sekali menemukan masjid di dekat area rumah beliau. Saya dan suami sholat di pos satpam. Pernah sekali saya sholat di salah satu kamar di rumah beliau, karena kebetulan sedang tidak ada tamu, jadi kamar tidak dipakai. Saya ke dokter Tiwi kabanyakan kalau anak saya sakit atau butuh second opinion, karena diagnosanya oke.

22 Mei 2014

Pondok Bakso Pak Joko

Tempat makan yang satu ini juga letaknya sejalan dengan jalan pulang kami dari kantor. Letaknya tidak jauh dari rumah (mungkin kalau dari rumah cuma sepuluh menit saja). Tepatnya di sektor 2 Bintaro. Awalnya, setiap lewat, kami curiga kok ramai, jangan-jangan enak. Ternyata pas nyobain memang enak baksonya. Cuma harganya menurut saya tergolong mahal untuk makanan sejenis bakso. Ana rega ana rupa, memang.
Yang sudah-sudah sih harganya berkisar 14 ribu sampai 22 ribu per porsinya. 

kabarnya, awalnya bakso gerobak keliling
bakso urat isi

Kerang Kiloan Pak Rudi

Sebetulnya setiap pulang kantor kami ngelewatin tempat makan yang satu ini. Dan setiap lewat selalu nggumun kayaknya asik makan di situ. Cuma karena satu dan lain hal barulah kami mampir ke sana awal bulan lalu. Ternyata dugaan kami benar kalau makan disana itu asik. Sama-sama berjuang menghabiskan kerang sekeranjang (lebay) dengan garpu super kecil (yang buat makan kue itu). 

Jadi memang kerangnya dipesan per kilo (kg). Saya awalnya berpikir kalau per kg artinya bisa beli seperempat kilo untuk masing-masing kerang, jadi bisa beli semua jenis kerang yang dijual di sana. Ealah ternyata aturannya beli minimal sekilo, kecuali untuk kerang bambu yang minumal beli boleh setengah kilo. Kerangnya ada berbagai jenis, saya lupa tepatnya ada jenis apa saja. Diantaranya kerang hijau, kerang bambu, kerang dara, dan kerang bulu. Sausnya sendiri juga ada bermacam-maca, mulai dari saus tiram, saus padang, saus kacang, sampai dengan mushroom sauce. Untuk harga berkisar antara 30-40an ribu.
Penyajiannya sendiri menggunakan wadah yang sering saya sebut dengan sebutan cepon yang bahannya baja nirkarat (seperti wadah nasi di rumah-rumah, bolong-bolong gitu deh). Tapi kalau kerang bambu kemarin sih pakai piring ceper saja. Selidik punya selidik, makin malam ternyata makin ramai. Karena sepertinya baru buka jam lima sore.

Sebelum memesan, tentunya kami tanya dulu yang favorit apa. Jawabannya adalah kerang hijau goreng. Akhirnya kami memutuskan untuk memesan kerang hijau goreng dan kerang bambu rebus yang jumlahnya satu setengah kilo saja (mengingat sudah menjelang maghrib). Ternyata waktu tunggu dari order sampai datang pesanan lumayan lama. Dan melahapnya hanya dalam waktu sekian menit saja. Hihihi...

Overall, rasanya enak, terutama yang kerang hijau goreng. Harganya juga tidak terlalu mahal, sebanding dengan kepuasan yang didapat, hehe.. Tempatnya lumayan besar (tidak terlalu kecil tidak juga terlalu besar). Dan letaknya amat sangat strategis karena memang itu searah sama jalan pulang sih ya :) 
(tepatnya di Jl. Bumi yang kalau dari pakubuwono ada di kanan jalan, sebelum sampai pasar Mayestik).
Lain kali mungkin bakal nyobain kerang jenis lain dan tentunya jenis saus yang lain juga. 

credit
kerang hijau goreng

kerang bambu, mushroom sauce, saus padang

02 Januari 2014

dSA kedua Rizma

Tidak banyak dokter anak yang oke punya di suatu kota. di Jakarta alhamdulillah ada beberapa pilihan dokter spesialis anak (dsa). Tentunya yang dekat rumah, yaitu di sekitaran Bintaro. dr. Tiwi pilihan kami, selain sudah terkenal bagusnya di dunia maya, juga karena tidak terlalu jauh dan bisa dijangkau sepulang kerja.
Libur natal kemarin dr. Tiwi cuti, alhasil, berdasarkan hasil lab. Prodia, maka Rizma diminta agar segera ditangani dr. Eka Laksmi di RS Premier Bintaro (dr. Tiwi yang bilang sendiri via email ke Prodia Bintaro).

pict random from google

Baiklah, keesokan harinya pun kami bergegas ke RS Premier Bintaro setelah sebelumnya registrasi via telepon.
Overall, dokter eka orangnya asik dan ramah (juga), berjilbab pula. Penjelasannya juga jelas banget, bahkan lebih tenang (tidak terburu-buru bicaranya) menjelaskannya dibanding dr.Tiwi yang memang pasiennya banyak yang menunggu di luar ruangan. Tapi satu kekurangannya, tarifnya :D
ana rega ana rupa.
Betul banget sih. Tapi yang ini sih karena mungkin sudah gabung sama rumah sakit, jadi ya tarifnya mahal (betul ga ya analisisnya).
Sekedar info, dr. Eka Laksmi pratik di hari Sabtu juga, jadi pas libur kerja deh, santai.
Info selengkapnya tentang dr. Eka Laksmi dan jam praktiknya bisa ditanyakan langsung ke RS Premier Bintaro :)

21 Januari 2013

Jakarta Banjir (lagi)

Hari ini, tepat sepekan dari banjir Jakarta, khususnya di Kampung Melayu, tempat saudara-saudara saya tinggal. Sepekan yang lalu, Selasa, 15 Januari 2013, banjir datang di lingkungan Kampung Melayu. Seperti biasa, rumah kakak saya tidak kemasukan air banjir. Namun, setelah beberapa waktu, akhirnya selasa petang air banjir masuk rumah juga. Prihatin memang, tapi mereka tak mau pindah, selain memang letak daerah yang strategis, disana juga ada saudara lain yakni mertua dari kakak pertama kami. Sudah lama mereka tinggal disana, kalau kakak saya sih mungkin baru tujuh tahun, tapi kalau mertua kakak saya sudah puluhan tahun, sejak beliau masih kecil.

Bulan lalu, saya melihat dengan mata kepala sendiri banjir musiman itu. Kebetulan saya sedang berada disana dan tidak bisa pulang karena terjebak banjir, menarik juga ternyata, tapi jadi serba susah beraktivitas. Bagi warga setempat sih, banjir sudah bukan hal yang asing. Mereka sudah terbiasa, jadi ya meskipun repot, suasana malah tambah ramai karena hampir semua warga jadi beraktivitas keluar rumah.