08 Juli 2014

Alhamdulillah, ada yang seneng pake jilbab



Rizma termasuk anak yang ngga betahan. Dari mulai tangannya bisa mencapai kepalanya (kecuali pas masih dibedong), apa yang dipakeinbunda dikepalanya langsung dilepas sesaat setelah dipakai. Misalnya bandana, jepit rambut, ataupun jilbab. Dan kejadian itu berlangsung sampai sekarang. Mau sih dipakein, tapi Cuma beberapa detik. Hihihi.... Padahal kebanyakan ibu itu kalau punya anak perempuannya bawaannya pengin ndandanin. Tapi saya sih bukan tipe seperti itu, soalnya saya juga kurang mahir berdandan dari kecil :

Akhir-akhir ini, saya tertarik pengin beliin sikecil gamis. Unyu-unyu banget rasanya anak sekecil Rizma pake gamis plus jilbabnya. Ihhh, siapa hati yang ngga adem coba? Pekan lalu saya beliin gamis yang bahannya kaos. Alasannya simpel, biar nyaman dipake. Soalnya ada yang bahan lain yang menurut saya gerah kalau dipake, lagian harganya lebih mahal *ups. Dan ternyata setelah saya beli di penjual yang ketiga (setelah muter2 nyari model, warna, bahan, dan harga yang cocok) ada banyak pilihan gamis lain di penjual yang berbeda. Aaaaarh.... tapi niat saya beli satu dulu aja.

Malamnya saya coba pakein ke Rizma. Ya Alloh pas banget dipake, alhamdulillah, ngga nyesel. Nah pas dipakein jilbabnya, ternyata ngga langsung ditarik, melainkan langsung minta ngaca! Langsung dengan semangat saya bawa dia buat ngaca. Ketawa ketiwi anaknya, girang kesenengan. Langsung deh cap cus ambil hape buat foto-foto. Alhamdulillah,,,

Sejak kejadian itu, setiap kali ada jilbab, Rizma selalu minta pake jilbab dan lanjut ke sesi berkaca-ria. Ngga papalah, mungkin ini awal yang baik untuk membiasakan dia memakai jilbab. Amiiin... Semoga tumbuh menjadi anak sholehah ya nak. Amin...



Garang Asem Kudus



Sebenernya ini resep dari kapan tapi baru sempet saya tulis. Ceritanya pengin nyobain bikin sendiri Garang Asem yang pertama kali saya jumpai di Kudus, tempat kakak saya tinggal. Resepnya dapet dari temen kantor yang jago masak, namanya mba Erna. Makasih mba erna. Berikut resep lengkapnya....

Bahan:

  • 1 ekor ayam (jenisnya terserah, kampung lebih ok)
  • 2 lembar daun salam
  • 3 cm lengkuas, geprek
  • 8 siung bawang merah, iris
  • Garam dan gula secukupnya
  • Tomat hijau 7 buah, iris 4 (kalau ngga ada bisa pakai tomat merah)
  • Blimbing wuluh segenggam, iris (bahasa tegalnya sih asem, yang ada pohonnya itu)
  • Cabai rawit 12 buah, iris serong (bisa disesuaikan sesuai selera pedas)

Cara memasak:

  1. Rebus ayam hingga setengah matang
  2. Masukkan daun salam, lengkuas, irisan bawang merah
  3. Tambahkan irisan blimbing wuluh, garam dan gula
  4. Saat hampir matang, masukkan irisan tomat dan cabai rawit
  5. Angkat, sajikan hangat.

Alhamdulillah hasilnya memuaskan, semua suka ^^ 


Love you so much, papah



Ada yang bikin cemburu. Engga deng... saya mah selalu seneng kalo liat anak sama suami seneng. Jadi sekarang cinta Rizma kepada papahnya sudah meningkat, hihi... maksudnya, yang tadinya cinta papah sekarang jadi cinta banget sama papah :D

Beberapa kali, tengah malam, Rizma bangun dari tempat tidur (kasur atas, yang lebih sering hanya digunakan Rizma dan bundanya karena polah Rizma saat tidur yang ngga mau sempit2an) untuk turun ke tempat tidur papahnya dibawah terus nemenin papahnya tidur dikasur nan tipis itu. Saya yang nglihat jadi..... *terharu so sweeeeeeeeeeet banget sih, ih...

01 Juli 2014

Marhaban Ya Ramadhan...


Sebetulnya judulnya kurang pas ya kalau tulisan ini ditulis hari ini, hari ketiga Ramadhan. Tapi lebih baik lah ya karena niatnya menyambut bulan Ramadhan. Hehehe... Maklum jumat sudah ada ide menulis tapi ngga sempet nulis karena kejar deadline.

Allohumma baarik laanaa fii rojaba wa sya’bana, wa ballighna Romadhona, yasirlanaa umuurona.

Bismillah, Alhamdulillahirobbil’alamin kita telah dipertemukan dengan Ramadhan kali ini. Dari Rajab hingga sya’ban kita berdoa agar disampaikan pada bulan mulia ini. Alloh kabulkan, Alhamdulillah. Semoga Ramadhan tahun ini menjadi Ramadhan terbaik untuk kita semua, Amiiin...

Sekarang saatnya kita memaksimalkan ibadah di bulan yang penuh barokah ini. Mengenai apa saja barokahnya insya Alloh sudah pada tau yah. Hari ini saya mau mengajak pembaca (ke-pe-de-an ada yang baca) untuk menentukan target selama Ramadhan dan menguatkan tekad untuk meraih target-target yang telah kita tetapkan. Syukur-syukur targetnya berlanjut hingga 11 bulan ke depan. Karena kata pak Kyai Toto, Ramadhan itu adalah bulan training sedangkan 11 bulan lainnya adalah bulan pengaplikasian/ penerapan materi yang didapat selama training. Subhanalloh ya seandainya Ramadhan tahun ini membawa semangat beribadah yang luar biasa untuk 11 bulan setelahnya. Amiiin... 

Untuk saya sendiri, setelah membuat target selama Ramadhan, saya buat lembar mutaba'ah dan saya bagikan juga untuk suami saya dan khadimat (pengasuh, asisten) di rumah sebelum hari pertama Ramadhan. Tujuannya, biar ngga hanya saya yang ibadahnya tersemangati, namun juga anggota keluarga lain.
Begini penampakan lembar mutaba'ah yang saya buat sendiri (contohnya bisa googling)


Alhamdulillah jumat kemarin bisa hadir dalam keputrian masjid kantor yang insya Alloh isi kajiannya akan saya ulas disini. Kajiannya sendiri diisi oleh Ustadzah Aan.

Pertama, beliau menyampaikan tujuan berpuasa sebagaimana telah disebutkan dalam Q.S Albaqarah 183 yaitu agar kita semua bertaqwa. Alloh juga menyeru manusia dalam Q.S. Al hujurat 13 bahwa Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu.
Buah dari taqwa itu sendiri yang utama adalah ikhlas. Bagaimana ciri orang yang ikhlas?
1.       Istiqomah, yaitu ikhlas beribadah dari awal bulan sampai akhir bulan. Lain halnya dengan masjid-masjid di Indonesia pada umumnya, di Masjidil haram semakin mendekati sepuluh hari terakhir, masjid makin padat dengan jamaah. Subhanalloh semoga Ramadhan tahun ini demikian di Indonesia seluruhnya, Amiiin.
2.       Tidak akan berkurang ibadahnya meskipun dicaci atau bahasa gaulnya di bully. Karena ibadahnya semata karena Alloh.
3.       Tidak akan bertambah amalnya meski dipuji manusia. Sama seperti poin 2, jika dipuji pun orang ikhlas tidak akan menambah amalnya karena dia beramal untuk mendapat pujian dari Sang Khaliq (Yaa ayyatuhannafsul muthmainnah)

Kedua, beliau menyampaikan agar selama Ramadhan ini kita memperbaiki kepribadian sebagai seorang muslim. Diantaranya dalam hal keikhlasan, keistiqomahan, kesabaran, kejujuran, dan sifat pemaaf. Selain kepribadian juga akhlak kita perbaiki. Misalnya untuk tidak mudah tersinggung, tidak mudah marah, dan bisa menjaga lisan.

Ketiga, beliau menyampaikan bahwa dalam bulan Ramadhan itu:
a.       Setiap orang diberi irodah qowiyah, yaitu keinginan untuk berbuat baik. Misalnya yang tidak biasa ke masjid jadi ke masjid, yang tidak biasa pakai jilbab jadi pakai jilbab. Itu semua karunia dari Alloh di bulan Ramadhan.
b.      Semua syaitan diikat. Padahal dari awal mula diciptakan, syaitan selau beranak sampai bercucu tapi belum pernah ada yang meninggal hingga hari kiamat nanti. Bagaimana jika ada yang tetap berbuat maksiyat? Kata beliau, itu karena orang yang bersangkutan tidak bisa mengikat nafsunya.

Ya Alloh aku berlindung dari ilmu yang tak manfaat, dari hari yang tidak khusyu’ dan dari nafsu yang tak pernah puas serta dari doa yang tak terkabul. Amiiin
c.       Alloh melipatgandakan kebaikan.
d.      Pintu surga dibuka semua dan pintu neraka ditutup semua. Tinggal kualitas ibadah yang mana yang lebih unggul.
e.      Persaingan ibadah selama Ramadhan diawasi langsung oleh Alloh, padahal pada bulan lain yang mengawasi malaikat-Nya. Bagaimana bisa kita tak tampak semangat beribadah kalau begini?

Keempat, beliau menyampaikan agar kita sebagai seorang ibu dan istri, berusaha menjadikan rumah bernuansa seperti masjid. Dimana semua orang didalamnya berlomba-lomba untuk beribadah: sholat berjamaah, sholat rawatib, tilawah, dkk. Nah disini juga beliau menyampaikan agar semua anggota keluarga dibuatkan lembar mutaba’ah.
Selain itu, kita juga hendaknya mendidik anak dengan ajaran islam atas dasar cinta dan kasih sayang. Proses pendidikan yang islami. Berikan aturan mana yang boleh dan mana yang tidak boleh. Berkebalikan dengan ilmu parenting pada umumnya dimana tidak boleh menggunakan kata Jangan, beliau menyampaikan bahwa dalam Alqur’an dan Hadits banyak sekali larangan (selain perintah) yang mana kata yang digunakan diantaranya adalah Jangan. Jika hendak memfasilitasi anak, pikirkan apakah fasilitas itu akan memudahkan/menyulitkan dia di akhirat kelak.

Kelima, beliau menyampaikan kepada kita agar bersabar dalam melayani suami dan anak. Bukankah kita seharian kerja di luar? Kesempatan dirumah hanya sebentar, kan? (jleb) maka gunakan kesempatan itu sebaik-baiknya dengan ikhlas dan sabar. Karena pahalanya sama seperti berjihad. Nah untuk kita yang bekerja dengan niat membantu memenuhi keperluan keluarga, pahalanya sama seperti infaq. Beliau menyampaikan bahwa tanpa sabar maka tak akan bisa ikhlas (jleb lagi). Jagalah emosi, pertahankan agar keluarga kita tentram (sakinah mawaddah warokhmah). Amiiin...
Kalau bisa, kitalah yang memasak untuk berbuka, mbak di rumah hanya ngangetin aja. Karena barang siapa memberi buka puasa orang yang berpuasa, maka diampuni dosanya, bebas dari api neraka dan diberikan pahala sama seperti orang yang berpuasa. Amin Allohumma Amiiin...

Terakhir, untuk level masyarakat, kita bisa ikut andil dalam membangun masyarakat yang islami. Diantaranya adalah ikut meramaikan sholat berjamaah, memberi takjil di masjid, berpartisipasi dalam nuzulul Qur’an dan i’tikaf, serta menjaga hak-hak tetangga (kalau ngga puasa jangan makan di luar yang terlihat tetangga ya).

Bagaimana agar ibadah selama Ramadhan bisa maksimal? Berikut tips yang diberikan Ustadzah Aan:
1.       Memiliki iman yang kuat
2.       Niat untuk fokus beribadah
3.       Target ibadah yang jelas dan kiat untuk mencapainya
4.       Mempunyai skala prioritas, dahulukan mana yang wajib dan mana yang paling banyak manfaatnya, mana yang paling besar pengaruhnya ke dalam hari (efek iman)
5.       Ada evaluasi dan sanksi
6.       Berbagi tugas dalam keluarga
7.       Bersegera dalam kebaikan, jangan menunda
8.       Buatlah jadwal

Sekian sharing dari saya, semoga bermanfaat dan menambah semangat memaksimalkan ibadah di bulan Ramadhan ini. Amiiin... Mari ke masjid ^^


26 Juni 2014

Tambah Pinterrr

(Berasa) udah lama ngga cerita tentang sikecil yang makin hari makin pinterrr aja. Sekarang lagi nglancarin jalan, pasca sakit beberapa pekan lalu akhirnya kembali meniti langkah demi langkah meskipun sedikit. Karena pas sakit sama sekali ngga mau jalan. Padahal hari terakhir saya masuk kantor sebelum kami sakit Rizma berjalan cukup jauh, yakni dari kamar menuju pintu depan (menyambut saya pulang ceritanya, ihhhh so sweeeeeeeeeet deh).
Orapapa, alon-alon asal klakon, ya nduk <3 b="">
dari pada dipaksain, yang ada anaknya tambah takut dan trauma.
Dari pengalaman dia berjalan, saya amati dia anaknya itu sangat hati-hati. Jadi kalau lagi jalan selangkah terus mau jatuh, segera jongkok/pegangan, baru kemudian jalan lagi. Begitu seterusnya.

Perkembangan lainnya, sudah hafal beberapa anggota tubuh. Seperti : mata, hidung, kaki, tangan, mulut, gigi. Salah limanya karena lagu 'dua mata saya, hidung saya satu, dst........

Teruuus, udah bisa ngajak bundanya untuk kelonan :D
Caranya ya kalau pas ada saya, dia duluan masuk kamar, terus nunjuk2 kasur, naik kasur, lanjut tiduran. Kalau saya udah ngikutin jejaknya, lanjut deh minta nenen :))))

Sekarang kalau tidur hampir 90% mintanya ditemenin. Kalau yang nemenin bangun, Rizma bangun dan kadang-kadang nangis. Makanya kalau pagi saya bangun, hampir selalu dia bangun, meskipun tengah malam. Dan kalau saya tinggal ke toilet, nangis lah dia >.<
Tapi tetep sih kalau tidur ngga mau dimanja. Maksudnya ngga mau dipeluk-peluk sampai tertidur. Malah maunya yang nemenin jangan nempel-nempel (kecuali kalau nenen). Bisa-bisa yang nemenin disepak-terjang biar jangan mengambil area tidurnya. Hahaha... Apalagi kalau diselimutin, lagi tidur pules pun, tetep akhirnya selimut entah dimana, anaknya entah dimana -_- (persis kaya emaknya)

Rizma udah hobi banget 'pangku'. Apalagi kalau ada saya atau suami saya makan. Langsung kami diminta selonjor biar dia bisa pangku dan 'mbantuin' kami makan :)))
Tapi biasanya dia mau makan sesukanya, misalnya kalau ditawarin kadang pura-pura ngga mau (sama seperti kasus -madu's time-). Padahal akhirnya mau (ini persis lagi kayak emaknya, belum nyicipi udah nolak, padahal kalau udah nyicipin trus enak, ketagihan ;p). Nah cara nolak dia juga udah pinter banget, yaitu dengan cara menggelengkan kepala dengan mantap. Hahaha... sampai rambutnya ikut bergoyang ke kanan dan ke kiri. LOL
Nah kalau makanan yang kami makan itu pedas, kami selalu kasih pengertian ke Rizma kalau makanan pedas itu belum boleh dia konsumsi, sambil kami beritahu pedes, nak, huh hahhh. Akhirnya dia nangkep kalau setiap saya makan dan bilang 'pedes' langsung disaut "hahhh" :D

Kebiasaan pagi masih terus lanjut, yakni ikut naik motor sampai ke gerbang. Habis itu minta salaman sama papah dan bunda tentunya. Uniknya, salamannya minta tiga kali. Hihihi... Jadi pengin cepet-cepet pulang ke rumah kan...(padahal berangkat aja belum)

Cerita lain, pas papahnya pakai baju bergambar wajah Rizma, segera dia menunjuk bajunya lalu menunjuk dirinya sendiri seraya mengisyaratkan "ih, itu kan gambar aku" Ya Alloh cerdasnya anak ini. Udah tau deh mana papah (nunjuk papah) mana bunda (nunjuk bunda) dan mana dirinya yang lucu. 

Lagi, anak seusianya memang peniru ulung. Kalau saya bersin, ditiruin. Kalau saya batuk juga ditiruin. Dan kalau dirinya sendawa, berusaha niruin tapi nggak pas-pas. LOL
Selain peniru ulung, saya pernah baca sih memang lagi tahap mengamati benda kecil. Jadi, ada ada aja deh benda kecil yang selalu dia temukan dan dia laporkan sebelum kemudian memakannya kalau ngga ketahuan, hiksss... tugas saya kemudian mengambil apa yang lagi dikunyahnya -_-

Sekarang sudah hafal banget cara memakai dan melepas pakaian. Hafal juga kalau pipis atau pup harus cebok dimana. Bagian mana yang dicebokin.Terus juga punya khas tersendiri dalam mengenali hangat dan dingin. Setiap ada sesuatu (makanan/minuman/ice gel) yang sifatnya hangat/panas/dingin, selalu dia menyentuhnya sebentar, lalu menempelkan tangan yang telah menyentuh itu ke pipinya. Hahaha... *gemes*
 
Oh anakku...
Pokoknya tambah pinter banyak banget, yang lupa mungkin belum tertulis di sini nak. Kamu pinter banget nak, meskipun belum pandai bercakap, kamu udah tau kalau bunda bilang duduk ya nak minumnya, ayo nak berdiri, ayo jalan, tutup nak kulkasnya, buka dulu pintunya biar ngga kejepit.

Aihhh, kamu memang bisa bikin lelah bunda dan papah berubah menjadi tawa deh.

Semoga tumbuh sehat dan cerdas nak. Kelak menjadi hafidzoh dan wanita sholihah.

Aaamiiiiin....

19 Juni 2014

Terjebak di Lift

Akhir-akhir ini jadi agak parno saat naik/turun lift. Gegaranya beberapa hari lalu terjebak di lift pas pulang. Untungnya waktu itu bawa handphone, secara pas jam pulang jadi bawa tas. Dan bukan cuma saya yang ada di dalam lift. Alhamdulillah, ngga jadi panik karena banyak temennya. Hehe..
Cuma panik karena udaranya udah beda aja, bayangin, lift penuh, mati di lantai 2 (entah sudah pas atau belum) hampir 10 menit, tombol darurat ngga berfungsi, dan bapak-bapaknya malah pada guyon di dalam lift, tambahlah kapasitas CO2nya -_-
Alhamdulillah ngga lama setelah saya menghubungi suami (dan temen saya menghubungi teman di luar lift) bantuan datang. Teknisi lift membuka lift dari lantai 2 dan ternyata liftnya masih belum pas a.k.a nggantung sekitar 40 cm dari lantai 2. Alhamdulillah, kami bisa keluar dari lift (meskipun loncat sedikit) dan turun dengan tangga.

Saya akhirnya tanya ke suami perihal terjebak di lift. Gimana kalau terjebak sendirian di lift, tombol darurat ngga berfungsi, ngga bawa alat komunikasi apapun, apa yang harus dilakukan? Jawabannya cuma dua : tetap tenang dan berdoa sama Alloh. Saya menghela nafas, saya pikir bakal dijawab caranya bla bla bla, terus bla

12 Juni 2014

Mashed Potato ala BunRiz

Baru nulis lagi. Habis sakit berjamaah. Alhamdulillah, mudah-mudahan bisa menjadi penggugur dosa, amiiiin.
Dan saat saya sakit itu makanan Rizma yang masak pengasuh Rizma. Sedih juga rasanya, da akhirnya semangat memasak saya menurun. O o o ...

Ngga ada fariasi sama sekali sekarang masaknya. Cuma sekitaran sop sama ikan goreng aja. Dan memang Rizma ternyata kurang antusias sama makanan aneh-aneh. Sudah tahu rasa rupanya, sepertinya lidahnya lidah orang Indonesia asli. Alhamdulillah... Jadi nggak susah payah masak makanan yang ribet, tapi ya tetep harus cari fariasi resep dong ya. Dan harus disesuaikan dengan kondisi, misalnya kalau lagi batuk maka masakan goreng-gorengan di skip dulu :)

Nah kemarin nyobain masak mashed potato ala Holicow. Bukan apa-apa, pengin tahu aja gimana hasilnya. Soalnya saya masih penasaran kok bisa lembut gitu mashed potato disana. Ternyata beneran enak, cuman kebanyakan garam, hahaha...
Caranya beda dikit sama kentang tumbuk biasa. Tinggal ditambahin susu setelah ditumbuk, terus lanjut disaring. Ealaaah pantesan lembut-mbut-mbuuuut. Wong habis ditumbuk pakai garpu ditambah susu terus disaring lagi. Ternyata itu tipsnya.
Jadi cara memasak lengkapnya yaitu: kentang dikupas, dipotong, dikukus sampai matang. Pas masih panas, ditumbuk/dihaluskan pakai garpu. Tambahin susu cair (saya pakai UHT plain), garam, merica bubuk, sama garlic bubuk. Lanjut disaring kalau mau hasil yang super lembut. Nah kemarin pas udah ditambah susu dan bumbu ternyata saya tumbuk lagi pakai garpu udah aluuus. Jadi nggak jadi saya saring, padahal saringan sudah disiapin. Terus kemarin pas ada daging blenderan sendiri yang pas udah mateng (dimasak pakai SC) dan matengnya pas banget, empuk. Saya campurkan aja di mashed potato-nya biar makin enak.
Jadilah mashed potato ala Bunda Rizma :)))))
*nggak pakai keju karena lagi dipantang sama dr.tiwi

Dan ternyata Rizma kurang suka. Akhirnya dicampur sama nasi dan alhamdulillah bisa habis setengah porsi. Penampakannya mashed potato-nya seperti ini :


sengaja disimpan di lock&lock :)