22 Mei 2019

Puasa Pertama Rizma


Bismillah...

Hai Rizma, ibun mau cerita tentang pengalaman puasa pertamanya mbak Rizma. Mungkin dibanding teman-teman seusianya Rizma termasuk telat ya latihan puasa? Tapi bagi ibun ini kemajuan luar biasa. Tahun lalu Rizma belum mau bangun sahur, tapi menolak makan dengan alasan puasa; tahun ini mau bangun sahur. Alhamdulillah...

07 Mei 2019

Akhirnya -jadi- Liburan Ke Bogor [Cimory Riverside & Taman Safari)


Alhamdulillah...
Awal bulan April lalu kami diberi rezeki berkunjung ke Taman Safari. Entah sejak kapan kami berencana mengajak anak-anak ke sana, sepertinya sudah setahunan. Hehehe... Alhamdulillah kesampaian juga.

Dari rumah kami sudah sounding kepada anak-anak bahwa hari minggu pagi kami akan ke Bogor. Berangkat jam tujuh pagi dengan harapan perjalanan lancar. Ternyata sabtu sore mbak Rizma demam.

26 April 2019

Tiga Celengan untuk Rizma


Bismillah...

Kuliah bunda sayang IIP sudah memasuki level 8. Tema pelajaran kali ini adalah: Mendidik Anak Cerdas Finansial Sejak Dini. Menarik sekali!

12 April 2019

Maret, Bulan Spesial



Seharusnya postingan ini ditulis bulan lalu, tapi karena banyak sekali kendala (tsahhhh) akhirnya baru hari ini saya menulis di blog lagi. Sedih!

Maret...
Bulan ketiga, yang bagi saya sangat spesial. Kenapa? Karena di bulan ini anak-anak saya lahir. Masya Alloh alhamdulillah senang sekali mereka lahirnya selisih empat tahun satu minggu. Ngaruh emang? Hehehe... nggak juga sih sebetulnya. Toh kami bukan kelurga yang memeriahkan ulang tahun. Tapi, bulan Maret jadi spesial karena setiap bulan ini, artinya usia kami -saya dan suami- menjadi orang tua bertambah satu tahun.

04 Maret 2019

Jalan Bahagia Mendidik Anak

Tulisan ini adalah catatan pribadi saya atas majelis ta'lim ba'da dzuhur di Masjid As-shaf oleh Ustadz Abul abbas Thobroni.


Bagaimana agar bahagia mendidik anak-anak kita? 

Kuncinya adalah
"Jadikan rumah kita sebagai

24 Februari 2019

Itu Kertasku

Pagi yang cerah itu, kulihat anak perempuan kecil cantik nan tinggi, tak begitu kurus, juga tak begitu gemuk. Ia bersama adik perempuannya, berlarian di serambi masjid dengan riang. Kalau kutebak, mungkin ia seusia adikku yang meninggal. Kurang lebih enam tahun, selisih tiga tahun denganku. 

Senyumnya manis sekali, sesekali ia menuntun adiknya untuk tak jauh-jauh dari ayah ibunya.

18 Februari 2019

Rejeki itu bernama 'mobil'

Bismillahirrohmanirrohim...

Alhamdulillah, segala puji bagi Alloh. "Ora nyana" kalau bahasa Tegalnya. Ya! Tak disangka keluarga kami akan diamanahi kendaraan roda empat bernama mobil. Saya akan berbagi cerita bagaimana keluarga kecil kami akhirnya punya mobil. Untuk apa diceritakan? In sya alloh sebagai pengingat ketika diri ini kelak menua. Karena membaca kisah yang bertahun-tahun lalu saya tuliskan itu memiliki kebahagiaan tersendiri. Hehehe...

Oke, saya mulai cerita dari awal ketika kami mendapatkan rejeki mobil vios.

13 Februari 2019

Bermain Go Getter


Mainan ini namanya Go Getter.
Ibun dapat preloved dgn harga 30ribu saja.

Cara mainnya adalah menyusun jalan (ada 9 keping potongan jalan) agar soal terpecahkan. Soalnya bertingkat dari yg sangat mudah hingga sangat kompleks. Ada kunci jawaban juga di setiap soalnya.

Misal, soal 1 agar tikus bisa menemukan keju. Maka anak hrs membuat jalan yg tepat, tdk boleh ada jalan yg buntu/tdk menyambung ke jalan yg lain.

Sebenarnya game ini ditujuksn utk usia 6th +

Karena rizma tertarik, jadi ibun ajak bermain.


Nah, karena utk soal termudah saja rizma msh belum lulus (masih ada jalan yg buntu dan tdk berhubungan ke jalan lain), maka teka-tekinya diubah menjadi “membuat jalan sesuai kunci jawaban”.

Awalnya masih agak bingung mengingat setiap kepingan jalan dari 9 keping ada yg bentuknya mirip. Alhamdulillah dgn kesabaran, konsentrasi, dan ketelitian, akhirnya Rizma berhasil menyelesaikan teka-tekinya.

Yeay!

Menurut ibun game ini bagus sekali. Dan bisa dibuat versi DIY-nya dengan kardus bekas. Bunda senang sekalu waktu itu dapat game ini dalam kondisi masih bagus dan sangat menantang ternyata!

Next semoga Rizma bisa naik tingkat ya mbak membuat jalan sendiri tanpa lihat kunci jawaban. Tak apa, pelan-pelan saja yg penting tanpa paksaan.


#day7
#tantangan10hari
#gamelevel6
#kuliahbunsayiip
#matharoundus
#ILOVEMATH



22 Januari 2019

2019 Sepi Tulisan?

Tahu-tahu sudah tanggal 22 Januari 2019.

#Sedih

Passion "menulis" saya yang dikoar-koarkan di e-flyer biodata tinggallah tulisan saja. Buktinya mana, buk? Menuduh pindahan kantor sebagai alasan yang membuat diri merasa nggak punya waktu untuk menulis. Kasihan pindahan kantor. LOL

Seharusnya, banyak draft tulisan yang saya selesaikan sebelum tahun 2019. Ya Alloh tapi entah kenapa deh itu gangguan untuk nggak nulis itu ada saja. Entah dari sok sibuk apalah, pusinglah, bingung mencari referensi-lah. Seribu satu alasan melatarbelakangi draft tulisan yang belum tersentuh dan terpublish pada akhirnya.

Tapi ada yang saya syukuri, pertama, akhirnya saya sudah ikut menulis DUA buku antologi. Yang masih progress ada SATU lagi, jadi total ada TIGA buku antologi. Pertama, buku dongeng seperti yang pernah saya share DI SINI, dan yang kedua adalah hadiah dari memenangkan lomba menulis setelah mengikuti matrikulasi IIP batch 5 tahun lalu. Ya! Enam bulan menanti akhirnya ada kabar kalau buku sedang dalam proses naik cetak. Dan saya merasa masih kurang dalam mempromosikan buku ini. Padahal bukunya bagus isinya, in Sya Alloh...

Seperti ini bukunya...


Hari ini terakhir PO, setelahnya harga normal. Harapannya, di cetakan pertama ini, akan tembus 500 buku. Semoga bisa tercapai. Yuk yang mau ikutan PO. Hehehe... Bisa langsung ke link ini.

Sedangkan satu lagi, ada project menulis dengan teman-teman di Kelas Belajar Menulis IP Tangsel. Saya suka sekali yang project di kelas menulis ini, karena semua tulisan di review oleh penulis lain. Jadi, sebelum naik cetak, hampir semua penulisnya sudah tahu isinya. Juga ada masukan-masukan dari penulis yang lebih banyak pengalaman menulisnya. Saya merasa di grup ini paling enak. 

Baru saja berproses dari menulis di dunia maya menuju menulis buku, saya sudah banyak sekali mendapat pelajaran. Dan benar, penulis dan ilmu marketing itu satu kesatuan. Betul apa kata Teh indari saat kulwap di kelas menulis. Penulis harus pandai memasarkan bukunya.

Karena itu, saya belajar terus, dan terus belajar. Melalui proses ini, semoga ke depan bisa lebih baik lagi. Aamin...

In sya Alloh jawaban dari judul tulisan ini jangan sampai YA yaaa.... Terus menyemangati diri.

Kalau teman-teman, ada tips kah saat godaan untuk "nggak usah nulis" melanda??? Share yuk...

09 Desember 2018

Mengenali Gaya Belajar Anak


pict random from google








Pernah ketika saya berbincang lewat media whatsap, seorang teman bercerita bahwa anaknya nggak