02 Februari 2012

Hari bahagia

Sabtu dini hari itu, aku sampai dari perjalananku dari kota ku bekerja. Rasanya lelah sekali badan ini. Tapi sesampai dirumah, hilanglah lelah itu. Anggota keluargaku berkumpul semua. Bahkan lengkap. Bagaimana tidak? Alhamdulillah...

Esok harinya, semua sibuk dengan persiapan ini itu untuk acara pukul 11.00 nanti. Mulai dari belanja ke pasar, mengangkat kursi dan meja tamu ke teras rumah, menyapu, mengepel, dan mempersiapkan tempat prasmanan, dan sebagainya.

Waktu pun berjalan, hari makin siang. Aku gugup sekali, grigi, tapi senang, bahagia, dan ingin sekali menangis, tak sadar jika perjalananku sudah sejauh ini. Ah! untuk apa menangis? Aku pun bergegas menyiapkan diriku yang akan jadi Ratu Kecil di acara itu. Hihihi...

Aku menghubungi perias yang akan merubah wajahku entah bagaimana, aku berharap tetap terlihat wajah asliku yang begini adanya. Seasmpainya aku dirumahnya, ternyata sang perias justru tidak mau kujemput
untuk merias dirumahku. Ia malah memintaku membawa kebaya yang akan kupakai nanti karena ia akan meriasku dirumahnya, bukan dirumahku.
Hmmm... Baiklah,
Akupun pulang ke rumah untuk menyiapkan diri dirias dirumah sang perias. Aku lari ke kamar mandi karena sampai detik itu aku belum mandi (ssst, jangan bilang-bilang ya). Setelah mandi pun aku dengan diantar adikku satu-satunya pergi kerumah sang perias.

Aku siap diubah oleh sapuan alat-alat riasnya.
Aku berbaring dan siap melihat kejutan wajahku nanti seperti apa.
... 1 detik berlalu
.....1 menit berlalu
.......1 jam kemudian
Tralalaaaa...
Selesailah agenda merias.
Dan...
1.
2..
3...
Aku tak melihat wajah asliku di cermin!
Tidaaaaaaaaak!!!
teriakanku tak henti-hentinya melihat hasil riasan yang begitu manglingi, istilah yang sering digunakan ketika wajah seseorang terlihat tak sama seperti sebelumnya.


Aku cantik sekali...
itulah yang kulontarkan dan begitu juga dengan adikku.
whaaaaaaaaaaaw...
rasanya campur aduk.
guup, senang, dan takut calon tunanganku tak mengenaliku.
hahaha...
Yap!
Aku pun puas dengan riasannya, aku segera berganti kostum kebaya.
Dan masih ada agenda selanjutnya, ialah merias jilbab.
...
Selesai,,,
Aku makin cantik, Alhamdulillah...
Jilbab memang membuat seorang wanita lebih cantik dari sebelumnya.

Aku pun bergegas pulang, karena kabarnya, calon tunanganku beserta keluarganya sudah on the way ke rumahku. aaaaaaaaaaargh, makin kencanglah detak jantungku saai itu.

Sesampaiku dirumah, ternyata rumahku telah dipenuhi orang-orang yang ibuku undang ke acara itu.
Aku sangaaaaaaat malu.
Malu berjalan ke dalam rumahku sendiri, meskipun itu lewat pintu samping.
Dan...
Semua orang pangling dengan aku, berteriak "wah, elok ayu nemen." Hihihi...

Tak lama kemudian, rombongan keluarga sang calon fianceku tiba di rumahku.
Detak jantungku makin tak karuan.
Tapi hati ini bahagia sekali rasanya.
Tik..
Tik...
Tik....
Detik demi detik pun berlalu, rangkaian acara satu persatu telah terlaksana.
Aku makin gugup, sangat gugup. Sampai-sampai perut ini rasanya mules sekali. Aduh! Tapi bukan mw ke toilet kok. Biasa, grogi ya seperti ni rasanya. hehehe...
Adiknya menemaniku dikamar, setelah sebelumnya memberikan baju batikku yang dijaitkan di Ponorogo.

Dan kini tibalah saatnya, aku dipanggil sang pembawa acara, tepatnya oleh adik dari mbahku. Elok...
Aku pun keluar dari kamar dengan wajah tersipu malu dan dengan degupan jantung sangat kencang.
Aku pun duduk dekat mbahku, dan saatnya aku ditanya: Gimana ndhuk, ini ada yang mau melamar kamu, apa diterima, atau tidak? kan yang menjalani elok, jadi elok yang njawab" kurang lebih begitu ucapan Beliau.
Dan aku pun mulai menggerakkan lidahku yang sangat kak saat itu.
"Insya Alloh, dengan itikad baik dan niat untuk ibadah karena Alloh ta'ala, Bismillahirrokhmanirrokhim..." (sambil kumenganggukkan kepala)
ini adalah pertanda aku telah menerimanya sebagai calon suamiku, dan selanjutnya, kami akan mempersiapkan moment penting dalam sejarah hidup kami, pernikahan.

Semoga diberi kelancaran Ya Alloh, semoga diberi kemudahan jalan dan di ridhoi niat baik kami ini.
Amin...

Selesai: Episode Lamaran.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih telah membaca postingan ini :) silakan tinggalkan jejak di sini. Maaf ya, spam&backlink otomatis terhapus.