10 Agustus 2019

#3 Peran Orang Tua dalam Membangkitkan Fitrah Seksualitas




Alhamdulillah, akhirnya deg-degan yang sedari kemarin menghampiri telah berakhir menyenangkan.

Siang tadi giliran peer group 3 (PG 3) presentasi
di #kelasbundasayang. Alhamdulillah teman2 satu kelompok sangat baik, cekatan, dan pinter-pinter! Ada yang pinter bikin utak atik materi hingga jadi seindah yg ditampilkan untuk teman2 sekelas, ada yang mengumpulkan materi dari berbagai sumber, pinter beepantun, pinter jadi moderator, dsb ❤

Karena sepekan ini di kantor sibuk, jadi saya ketinggalan wag kelas utama maupun wag PG 3 yang udah sampai mengambil peran masing 😁
Sisa slot kosong adalah tim penjawa pertanyaan 😀 yasudahlah bismillah, saatnya sharing ilmu parenting sambil belajar dari temen2 lain, toh juga dibantu yg lain kalau nggak bisa jawab.

Oke, sekarang review materinya ya. Temanya adalah peran orang tua dalam membangkitkan fitrah seksualitas. Ini bahasan ketiga setelah ada 2 tema yang di bahas PG 1 dan PG 2. Sebagian besar bahasannya ada di foto2 pada postingan ini. 

Jadi, pada dasarnya kedua orang tua perlu hadir secara utuh dan seimbang dalam proses membangkitkan ditrah seksualitas anak. Lalu bagaimana kalau LDR atau single parent? Sejauh ini, solusinya adalah tetap harus ada komunikasi antara orang tua yg jauh jaraknya dgn anak. Sekarang kemajuan teknolologi sdh membantu in sya Alloh. Dan saat ketemu harus benar-benar full hadir untuk anak. Hadir, bukan ada. Nah kalau single parent, kalau bisa hadirkan sosok pengganti semisal dari saudara, yang sekiranya dapat hadir untuk anak.

Kemudian, pada usia 11-14 tahun diperlukan adanya silang kedekatan antara anak dan orang tua. Maksudnya, anak perempuan didekatkan pada ayah dan anak lelaki didekatkan pada ibu. Kenapa?

Agar anak lelaki paham bagaimana perasaan wanita, apa yg berharga darinya, dan bagaimana memperlakukan wanita. Juga, agar anak perempuan paham cara berpikir lelaki dan bagaimana cara bersikap dgn lelaki. Intinya agar paham pola perasaan wanita dan pola berpikir lelaki sebagai bekal kelak saat anak menikah dan punya anak.

Pada akhirnya, sesungguhnya peran orang tua dalam pendidikan fitrah seksualitas ini sangat penting. Sampai kelak, anak-anak berkata: Aku ingin menjadi seperti ibu; Aku ingin menjadi seperti ayah. Pun, saat mencari pasangan hidup, mereka punya value tantang bagaimana sosok lelaki baik dan wanita baik.

Sebagai orang tua, teruslah bangun kedekatan dengan anak, berikan Unconditional love pada mereka, dan jadikan mereka nyaman bersama kita.

Semoga Alloh memudahkan ya parents... Aamiiin

Diskusi siang tadi itu seru, ada peserta diskusi yang menambahkan jawaban, mengoreksi kekeliruan, dan saling support serta cerita pengalamannya. Alhamdulillah....

Akhir kata, saya senang sekali. Ternyata tak semenakutkan yg dibayangkan karena tim PG 3 oke2 banget ❤ 

Dari tantangan level 11 yg berbeda ini, saya banyak belajar. Terima kasih IIP ❤❤❤


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih telah membaca postingan ini :) silakan tinggalkan jejak di sini. Maaf ya, spam&backlink otomatis terhapus.