14 Februari 2020

[Jurnal Ulat-Ulat Pekan 5] Keluarga Favorit di Camping Ground


Bismillah...

Setelah berkelana di keluarga yang punya satu "nafas", kali ini mahasiswi Bunda Cekatan IIP 

diajak untuk mengenal mahasiswi lain yang nggak satu keluarga dan nggak satu regional, nggak kenal pokoknya kalau bisa.

Jadi, untuk yang biasanya jadi dateliner pada tugas kali ini sepertinya nggak bisa deh dikerjain selasa malam. Semoga dimudahkan untuk semuanya, aamiiin...

Kalau saya sendiri dari awal ikut perkuliahan apa pun, sebisa mungkin menyelesaikan tugas secepat saya bisa. Tentunya dengan usaha yang lebih keras, meski kadang adakalanya nggak bisa langsung mengeksekusi tugas di Jumat pagi karena satu dan lain hal.

Super!

Nah, karena ternyata syaratnya nggak kenal sebelumnya, jadi saya langsung saja lari ke telegram Bunda Cekatan yang sampai saat ini belum dibubarkan Alhamdulillah... 

Dari sanalah saya pilih secara acak berdasarkan Last seen terdekat dari waktu saya membuka telegram. Karena ternyata banyak yang nggak membuka telegram lho. Memang sih telegram ini biasanya kalau nggak ada keperluan itu jarang yang instal. Sekalinya instal, malah kesulitan membagi waktu untuk berselancar.

Oke, dari enam mahasiswi yang saya japri, ada dua yang sampai saat ini belum merespon. Karena itu, saya juga mencari teman dari grup keluarga dan regional di whatsap group. Kenapa? Karena saya belum kenal dengan semua anggota. Jadi, tugas kali ini sekaligus untuk mengenal lebih dekat meski targetnya hanya segelintir anggota saja.

Oke, dari telegram dulu yah.

Pertama, saya kenalan dengan anggota keluarga sastra yang juga ternyata anggota keluarga uluwatu (manajemen waktu). Ah, karena memang keluarga besar, jadi kalau nggak japri begini nggak kenal. 

Kedua, saya bertemu dengan anggota keluarga manajemen emosi. Favorit disana karena masih belum menguasai sepenuhnya ilmu manajemen emosi dan mengaplikasikannya.. Jadi, harus banyak belajar dari anggota yang lain. Wah! ini calon keluarga saya selanjutnya in sya Alloh. 

Ketiga, saya bertemu dengan anggota keluarga Manajemen Emosi, konsentrasi Self Healing dan Tazkiyatun Nafs. Masya Alloh 3 keluarga! Pas ngobrol ternyata paling bahagia di keluarga Manajemen Emosi karena banyak sekali ilmu. dan narsum yang nggak pelit ilmu sehingga berasa sekali kekeluargaannya. Ah merasakan hal yang sama di keluarga Sustainable Living.

Keempat, saya ngobrol dengan anggota keluarga Uluwatu lagi. Alasannya serupa dengan saya, bahwa masih banyak PR dalam mengatur wwaktu 24 ini. Di keluarga ini, beliau mendapatkan banyak suplemen  menyehatkan ♥️

Kelima, saya bertemu dengan anggota keluarga Kecantikan. Selain karena suka, beliau juga sekalian belajar mengenai masalah yang sedang dialami. 

Sisanya, saya japri dengan anggota keluarga lain yang sebelumnya sudah saya kenal. Juga, berkenalan lebih dekat dengan anggota satu keluarga favorit saya yaitu Sustainable Living. 

Ada yang senang di keluarga Senior Kebal karena bisa influence orang lain untuk bergerak, ada yang senang di keluarga Public Speaking karena grupnya terstruktur dan para anggotanya proaktif berbagi, namun kebanyakan senang di keluarga Sustainable Living & Manajemen Waktu karena kebituhannya disini.

Juga ternyata ada loh yang mengikuti 6 keluarga sekaligus 💕 semoga dimudahkan ya bisa aktif di semua keluarga. Apa saja 6 keluarga ini? Fotografi, Blogging, Portofolio Anak, Homeschooling, Design, Sustainable 😅

Ya gimana kalau semua itu 👆🏻 beririsan dengan mind map ya kan? Hehehe.. semua bebas merdeka.

Nah dari enam ini, yang favorit adalah Keluarga WebS (Web, blog, SEO) dan Keluarga Homeschooling 💓

Kalau dibuat grafiknya, keluarga terfavorit dari 15 mahasiswi yang saya ajak ngobrol adalah Manajemen waktu di urutan peetama serta di urutan kedua ada Sustainable Living dan Manajemen Emosi. Uwooo....


Nah, gambar pertama tulisan ini, mewakili 6 keluarga favorit yang berbeda. Kebanyakan mahasiswi menyukai keluarga yang diikuti. Bila lebih dari 1 keluarga, ada 1 keluarga favorit yang "gue banget ini"

Kalau saya sendiri, bahagia di keluarga Sustainable Living karena suasananya hangat. Mungkin pengaruh anggota keluarga yang nggak banyak dan luasnya ilmu di keluarga ini. Sehingga pada akhirnya semua anggota keluarga saling belajar dan berbagi dengan anggota keluarga yang lain.

Oke, sekian jurnal kali ini. Mudah-mudahan meningkatkan skill kita dalam berkenalan dengan orang lain. Hihihi...


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih telah membaca postingan ini :) silakan tinggalkan jejak di sini. Maaf ya, spam&backlink otomatis terhapus.