Detik-detik menjelang keputusan KPU siapa pemenang pilpres.
Mari serahkan pada Alloh SWT, apapun hasilnya.
Semoga presiden yang terpilih adalah orang yang beriman dan bertaqwa kepada Alloh serta amanah seperti para pemimpin di jaman Rasululloh. Amin...
Dan semoga tidak ada kekacauan apapun setelah pengumuman.
Besok saya mudik, mohon maaf lahir dan batin untuk salah-salah kata dan tulisan yang tidak berkenan.
Semoga dengan mudik, tidak mengurangi semangat ibadah di 10 hari terakhir Ramadhan.
Semoga dengan mudik bisa mempererat tali silaturahmi.
Semoga kita dipertemukan dengan Ramadhan tahun depan.
Amiiin...
Selamat mudik, semoga aman dan lancar semua.
22 Juli 2014
21 Juli 2014
Menghitung Hari :(
Sebentar lagi lebaran, kenapa sedih?
Sedih sekali beberapa hari yang lalu membaca pesan di grup.
Rasanya ingin kembali ke hari-hari awal untuk lebih keras lagi berjuang.
Ya Alloh...
*nangis bombay
sekarang siapin tisu
Menangislah untuk Ramadhan yang Kan Hilang
Oleh: Abd Rozak
Teman, marilah kita menangis,
jika itu bisa melapangkan gundah yang mengganjal sanubari
bahwa Ramadhan sudah bergegas di akhir hitungan dan tadarus Qur'an kita tak juga beranjak khatam
jika itu adalah ungkapan penyesalan
jika itu merupakan awal tekad untuk menyempurnakan tarawih dan Qiyamul lail kita yang centang perenang.
Menangislah,
biar butir bening itu jadi saksi di yaumil akhir bahwa kita adalah hamba Alloh yang lali lagi terlena
yang berdoa sejak 2 bulan sebelum Ramadhan,
yang berlatih puasa sejak Rajab,
yang rajin mengikuti tarhib Ramadhan,
tapi sampai akhir puasa masih juga menggunjing kekhilafan teman,
masih juga tak bisa menahan ucapan dari kesia-siaan,
tak juga menambah ibadah sunnah, bahkan hampir terlewat menunaikan yang wajib.
Menangislah, lebih keras
Alloh tak menjanjikan apa-apa untuk Ramadhan tahun depan.
Apakah kita masih disertakan?
Sedangkan Ramadhan sekarang tersisa hitungan hari.
Tak ada yang dapat menjamin usia kita sampai hingga Ramadhan esok,
sedangkan Ramadhan ini tersia-siakan.
Menangislah untuk Ramadhan yang kan hilang
Menangislah,
untuk dosa-dosa yang belum terampuni, tapi kita masih juga menambah dengan dosa baru.
Menangislah,
dan tuntaskan semuanya di sini, malam ini.
Karena besok waktu akan bergerak makin cepat , Ramadhan semakin berlari.
Tahu-tahu sudah 10 malan terakhir dan kita belum bersiap untuk i'tikaf
dan lembar Quran menunggu untuk dikhatamkan
dan lembar rupiah menunggu untuk disalurkan melalui infaq dan zakat
dan malam menunggu dihiasi sholat tambahan.
Sekarang, atau (mungkin) tidak (ada lagi) sama sekali...
Sedih sekali beberapa hari yang lalu membaca pesan di grup.
Rasanya ingin kembali ke hari-hari awal untuk lebih keras lagi berjuang.
Ya Alloh...
*nangis bombay
sekarang siapin tisu
Menangislah untuk Ramadhan yang Kan Hilang
Oleh: Abd Rozak
Teman, marilah kita menangis,
jika itu bisa melapangkan gundah yang mengganjal sanubari
bahwa Ramadhan sudah bergegas di akhir hitungan dan tadarus Qur'an kita tak juga beranjak khatam
jika itu adalah ungkapan penyesalan
jika itu merupakan awal tekad untuk menyempurnakan tarawih dan Qiyamul lail kita yang centang perenang.
Menangislah,
biar butir bening itu jadi saksi di yaumil akhir bahwa kita adalah hamba Alloh yang lali lagi terlena
yang berdoa sejak 2 bulan sebelum Ramadhan,
yang berlatih puasa sejak Rajab,
yang rajin mengikuti tarhib Ramadhan,
tapi sampai akhir puasa masih juga menggunjing kekhilafan teman,
masih juga tak bisa menahan ucapan dari kesia-siaan,
tak juga menambah ibadah sunnah, bahkan hampir terlewat menunaikan yang wajib.
Menangislah, lebih keras
Alloh tak menjanjikan apa-apa untuk Ramadhan tahun depan.
Apakah kita masih disertakan?
Sedangkan Ramadhan sekarang tersisa hitungan hari.
Tak ada yang dapat menjamin usia kita sampai hingga Ramadhan esok,
sedangkan Ramadhan ini tersia-siakan.
Menangislah untuk Ramadhan yang kan hilang
Menangislah,
untuk dosa-dosa yang belum terampuni, tapi kita masih juga menambah dengan dosa baru.
Menangislah,
dan tuntaskan semuanya di sini, malam ini.
Karena besok waktu akan bergerak makin cepat , Ramadhan semakin berlari.
Tahu-tahu sudah 10 malan terakhir dan kita belum bersiap untuk i'tikaf
dan lembar Quran menunggu untuk dikhatamkan
dan lembar rupiah menunggu untuk disalurkan melalui infaq dan zakat
dan malam menunggu dihiasi sholat tambahan.
Sekarang, atau (mungkin) tidak (ada lagi) sama sekali...
16 Juli 2014
Finally....
Alhamdulillah wasyukurillah...
Akhirnya sekarang Rizma udah suka 'jalan'
(bener ide saya : mobil2annya disimpen dulu biar rizma ngga keenakan menyusuri ruangan pakai mobil2an)
Siap2 lebaran pasang tenaga extra nih
Makasih sayang, udah 'kendhel' sekarang
Ternyata kamu memang logikanya main!
Ngga kaya anak2 lain yang kalau belajar jalan akan jatuh bangun tanpa lelah.
Kamu?
Kamu itu penuh perhitungan.
Kamu ngga mau jatuh, kalau bisa dicegah kenapa harus jatuh?
Mungkin itu prinsipmu, nak.
Jadi selama ini kamu menyimpan sejuta alternatif biar jalannya mulus.
*nyengir*
Aku harus segera jongkok kalau ngrasa mau jatuh
Aku harus pegangan kalau ngrasa mau jatuh
Aku harus menjaga keseimbanganku saat berjalan
Aku bisa menggunakan kedua tanganku untuk membantu menjaga keseimbangan
Aku bisa, aku bisa, dan sekarang aku senang jalan
^^
Akhirnya sekarang Rizma udah suka 'jalan'
(bener ide saya : mobil2annya disimpen dulu biar rizma ngga keenakan menyusuri ruangan pakai mobil2an)
Siap2 lebaran pasang tenaga extra nih
Makasih sayang, udah 'kendhel' sekarang
Ternyata kamu memang logikanya main!
Ngga kaya anak2 lain yang kalau belajar jalan akan jatuh bangun tanpa lelah.
Kamu?
Kamu itu penuh perhitungan.
Kamu ngga mau jatuh, kalau bisa dicegah kenapa harus jatuh?
Mungkin itu prinsipmu, nak.
Jadi selama ini kamu menyimpan sejuta alternatif biar jalannya mulus.
*nyengir*
Aku harus segera jongkok kalau ngrasa mau jatuh
Aku harus pegangan kalau ngrasa mau jatuh
Aku harus menjaga keseimbanganku saat berjalan
Aku bisa menggunakan kedua tanganku untuk membantu menjaga keseimbangan
Aku bisa, aku bisa, dan sekarang aku senang jalan
^^
11 Juli 2014
KPSP 15 bulan
Meskipun telat, tapi belum terlambat. Bulan lalu lupa belum mengisi Kuesioner Pra Skrining Perkembangan untuk usia 15 bulan atau lebih dikenal dengan singkatan KPSP 15 bulan.
Tujuan dari skrining menggunakan KPSP ini sendiri adalah untuk mengetahui perkembangan anak normal atau ada penyimpangan.
KPSP dilakukan rutin setiap tiga bulan sekali dari usia 0 sampai dengan 72 bulan. Informasi lebih banyak mengenai KPSP dapat dilihat di website taura-taura.
Dari tabel di atas, Rizma nilainya 9 dari 10. Yaitu semua jawaban "ya" kecuali untuk pertanyaan nomor 9. Karena memang Rizma belum lancar jalannya.
Semangat ya, nak. Kamu pasti bisa meningkatkan kepedean-mu :)
Tujuan dari skrining menggunakan KPSP ini sendiri adalah untuk mengetahui perkembangan anak normal atau ada penyimpangan.
KPSP dilakukan rutin setiap tiga bulan sekali dari usia 0 sampai dengan 72 bulan. Informasi lebih banyak mengenai KPSP dapat dilihat di website taura-taura.
![]() |
KPSP 15 Bulan |
Dari tabel di atas, Rizma nilainya 9 dari 10. Yaitu semua jawaban "ya" kecuali untuk pertanyaan nomor 9. Karena memang Rizma belum lancar jalannya.
Semangat ya, nak. Kamu pasti bisa meningkatkan kepedean-mu :)
08 Juli 2014
Sop Udang
Sepertinya udah lama ngga posting resep mpasi. Mungkin bagi
bunda yang punya udang trus bingung mau dimasak apa, bisa coba resep yang satu
ini (selain resep Risotto Udang Sayur). Simpel banget.
Bahan-bahannya hanya menggunakan udang dan sayuran yang ada
dirumah. Kalau bisa sih ada tomatnya. Hehe, sayuran andalan. Bumbunya cukup
menggunakan duo bawang, garam dan lada secukupnya. Nah untuk yang masih belum
mahir mengunyah, udangnya bisa diblender trus dibulatkan pakai sendok agar
bentuknya seperti baso udang. Udah deh,
masukin bumbu ke dalam air mendidih, tambahkan bahan-bahan, masak sampai matang
dan sajikan dengan nasi.
Sapo Tahu Sayuran
Kapan itu nemu web resep masakan yang asik banget dibaca. Menunya dikelompokkan berdasarkan bahan makanan. Misalnya olehan ayam, isinya semua menu yang bahan utamanya ayam. Tahu, daging, tempe, dan sebagainya. Webnya bernama bacaresepdulu.com.
Nah pertama kali saya
nyontek resep sapo tahu ayam. Tapi berhubung ayamnya udah dimasak, akhirnya
diganti pakai tekwan (eh apa deh namanya yang kaya baso pas bikin tekwan itu). Resep
lengkapnya dimari ^^
Bahan:
- 1 bagian tahu cina halus, iris, goreng, tiriskan
- 2 bagian dada ayam (saya ganti 10 butir tekwan)
- 1/2 buah wortel, iris, rebus sebentar, tiriskan
- 1 ikat kecil kembang kol, potong per kuntum (saya ganti buncis)
- 1 batang daun bawang, iris serong
- 2 buah jamur hitam, iris
- 10 buah jamur kancing, iris menjadi 2 bagian (saya ngga pakai)
Bumbu
- 1 siung bawang putih, memarkan
- 2 sdm saus tiram (aslinya kecap ikan)
- 2 sdm kecap manis
- garam dan lada secukupnya
Pelengkap:
- 1 sdt minyak wijen (saya ngga pakai karena ngga ada)
- Larutan tepung sagu (campurkan ½ sdm tepung sagu + ½ gelas air)
Cara membuat
- Panaskan minyak goreng, tumis semua bahan bersama dengan bumbu, tambahkan 1 gelas air.
- Tuangkan larutan tepung sagu .
- Aduk perlahan hingga mengental, angkat dan hidangkan hangat.
Percakapan dengan sikecil ^^
Sekarang udah banyak banget percakapan dua arah sama
sikecil. Ya walaupun belum mahir berkata-kata seperti orang dewasa, tapi Rizma
udah banyak tahu bahasa yang digunakan sehari-hari.
Bunda : Rizma, bunda
ke toilet dulu ya?
Rizma :
(mengangguk-angguk)
________________
Papah : Rizma, papah
di cunnn dong
Rizma :
(geleng-geleng)
Bunda : (menahan
tawa)
________________
Bunda : Rizma, papah
dibangunin, di cunnn sana
Rizma : (senyum2,
ndeketin papahnya trus nyium)
________________
Bunda : Rizma, mana
pitanya?
Rizma : (nyariin ke
tempat pita berada)
________________
Rizma : mimimimimih
(sambil ngode minta nenen/minum air putih)
Bunda : iya sayaaaang
:*
________________
Rizma : aemmmmmm
(nunjuk mangkok isi makanan)
Bunda : niiii
(nyodorin sendok isi makanan)
________________
Rizma : papah
Papah : dalem, sayang
Rizma : papppaah
(nada lebih tinggi)
Papah : dalem sayang
Rizma :
pappppppaaaaaaaaah (sambil teriak)
Bunda&papah tertawa geli
Alhamdulillah, puji syukur hanya milikMu Ya Alloh.... Terimakasih untuk kebahagiaan ini.
Alhamdulillah, ada yang seneng pake jilbab
Rizma termasuk anak yang ngga
betahan. Dari mulai tangannya bisa mencapai kepalanya (kecuali pas masih
dibedong), apa yang dipakeinbunda dikepalanya langsung dilepas sesaat setelah
dipakai. Misalnya bandana, jepit rambut, ataupun jilbab. Dan kejadian itu berlangsung
sampai sekarang. Mau sih dipakein, tapi Cuma beberapa detik. Hihihi.... Padahal
kebanyakan ibu itu kalau punya anak perempuannya bawaannya pengin ndandanin.
Tapi saya sih bukan tipe seperti itu, soalnya saya juga kurang mahir berdandan
dari kecil :
Akhir-akhir ini, saya tertarik pengin beliin sikecil gamis. Unyu-unyu
banget rasanya anak sekecil Rizma pake gamis plus jilbabnya. Ihhh, siapa hati
yang ngga adem coba? Pekan lalu saya beliin gamis yang bahannya kaos. Alasannya
simpel, biar nyaman dipake. Soalnya ada yang bahan lain yang menurut saya gerah
kalau dipake, lagian harganya lebih mahal *ups. Dan ternyata setelah saya beli
di penjual yang ketiga (setelah muter2 nyari model, warna, bahan, dan harga yang
cocok) ada banyak pilihan gamis lain di penjual yang berbeda. Aaaaarh.... tapi
niat saya beli satu dulu aja.
Malamnya saya coba pakein ke Rizma. Ya Alloh pas banget
dipake, alhamdulillah, ngga nyesel. Nah pas dipakein jilbabnya, ternyata ngga
langsung ditarik, melainkan langsung minta ngaca! Langsung dengan semangat saya
bawa dia buat ngaca. Ketawa ketiwi anaknya, girang kesenengan. Langsung deh cap
cus ambil hape buat foto-foto. Alhamdulillah,,,
Garang Asem Kudus
Sebenernya ini resep dari kapan tapi baru sempet saya tulis.
Ceritanya pengin nyobain bikin sendiri Garang Asem yang pertama kali saya
jumpai di Kudus, tempat kakak saya tinggal. Resepnya dapet dari temen kantor
yang jago masak, namanya mba Erna. Makasih mba erna. Berikut resep lengkapnya....
Bahan:
- 1 ekor ayam (jenisnya terserah, kampung lebih ok)
- 2 lembar daun salam
- 3 cm lengkuas, geprek
- 8 siung bawang merah, iris
- Garam dan gula secukupnya
- Tomat hijau 7 buah, iris 4 (kalau ngga ada bisa pakai tomat merah)
- Blimbing wuluh segenggam, iris (bahasa tegalnya sih asem, yang ada pohonnya itu)
- Cabai rawit 12 buah, iris serong (bisa disesuaikan sesuai selera pedas)
Cara memasak:
- Rebus ayam hingga setengah matang
- Masukkan daun salam, lengkuas, irisan bawang merah
- Tambahkan irisan blimbing wuluh, garam dan gula
- Saat hampir matang, masukkan irisan tomat dan cabai rawit
- Angkat, sajikan hangat.
Alhamdulillah hasilnya memuaskan, semua suka ^^
Langganan:
Postingan (Atom)