07 Desember 2021

Ketika Manusia Berserah


Tulisan ini mengingatkan diri akan segala hal yang terlihat tidak mungkin, namun ketika hanya kepada Allah saja diri ini seharusnya menyerahkan segala urusan, maka tak ada satu pun logika manusia yang sampai kepada ilmu-Nya.

Hasbunalloh wa ni'mal wakiil ...

Akhir tahun ini saya punya banyak target pekerjaan yang belum tercapai. Maka, mari ucapkan alhamdulillah ala kulli haal. Kemudian, beraksi!

Apa aksinya?

Pertama-tama, yang saya lakukan adalah sholat dan bertaubat. Saya mengakui kesalahan saya, memohon ampun pada Allah. Karena saya sadar diri bahwa selama ini mungkin banyak sekali kesalahan yang saya lakukan entah dalam pekerjaan atau pun hal lain yang tidak ada hubungannya dengan pekerjaan. 

Kenapa bertaubat dahulu?
Karena dosa adalah perisai rezeki, penghalang doa terkabul. Dosa-dosa kitalah yang menyebabkan rezeki kita belum sampai kepada kita. Dosa-dosa kitalah yang menyebabkan doa kita yang mungkin telah diterima Allah namun belum "turun" juga kepada kita. Maka, langkah pertama segala persoalan hidup adalah bertaubat. 

Kedua, menyerahkan urusan ini kepada tempat kembali segala urusan yaitu Allah.

Sembari saya meminta kepada Allah agar diberi petunjuk untuk bisa mengejar ketertinggalan dan ada keajaiban datang. Dari mana datangnya keajaiban? Dari mana lagi selain dari-Nya. Karena semua ini terjadi atas izin Allah, maka jalan keluar juga akan datang dari Allah.

Saya juga berusaha semampu saya entah hari kerja atau hari libur agar ada kemajuan yang signifikan dalam mengejar ketertinggalan dari target yang ditentukan.

Jadi, intinya adalah menyerahkan semuanya kepada Allah. Menitipkan urusan hanya kepada Allah

Wakiil dalam kata hasbunalloh wa ni'mal wakiil, yang saya pelajari salah satu maknanya adalah yang dititipi sesuatu atau yang dipercayai.

Coba, kalau kita menitipkan sesuatu pada seseorang yang kita percaya, tentunya kita akan tenang kan? Nah apalagi ketika kita menitipkannya pada Allah, yang udah jelas Maha Kuasa atas segala sesuatu, mau ngapain aja Allah bisa, nggak butuh bantuan siapa pun. Tentunya kita seharusnya lebih tenang dan yakin bahwa Allah ni'mal wakiiil, sebaik-baik wakiil, sebaik-baik yang dipercayai/yang dititipkan.

Alhamdulillah Allah sadarkan saya di awal Desember ini sehingga saya menyadari apa yang belum disadari selama ini. Saya memang mempunya hitungan sendiri untuk pekerjaan yang saya lakukan. Namun apa daya, perhitungan saya salah. Hehehe. 

Jadi, saya sudah di tahap "terserah' atas apa yang sudah saya lakukan namun tidak diakui, dan berusaha melakukan yang bisa saya lakukan. 

Saya yakin seyakin-yakinnya bahwa Allah akan menolong

Ketika manusia berserah, ikhlas dengan apa yang terjadi, Allah akan menjawab dengan berbagai kejutan! In sya Allah... 

Selamat!!!

31 Desember 2021

Alhamdulillah di akhir bulan terakhir ini, saya telah melampaui target yang telah ditetapkan.
Jikalau di awal saya menulis ini (anggap saja) realisasi dari target saya adalah 14, dalam waktu kurang dari satu bulan, angkanya sudah di 155. 

Sungguh sebuah pertolongan dari Allah Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu. Karena kalau saya mengandalkan diri saya sendiri, tentu hal ini adalah hal yang mustahil. 

Maka, jadikan Allah sebagai andalan. 

Kamu tak akan pernah dikecewakannya, karena hanya Allah Sang Pemilik segala apa yang ada di langit, di bumi, diantara keduanya, bahkan yang dibawah tanah. Q.S Thaha ayat 6



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih telah membaca postingan ini :) silakan tinggalkan jejak di sini. Maaf ya, spam&backlink otomatis terhapus.