10 April 2014

Memasak bagi Working Mom

Saya termasuk salah satu yang takjub dengan working mom yang mengolah makanannya sendiri. And, I'll try :). Sekarang masih on progress yah, yang penting niatan sudah ada dan sudah jalan sekian persen ^^. Sampai saat ini, alhamdulillah saya yang memasak makanan si kecil. Untuk makanan keluarga masih combine antara saya dan asisten saya. Saya akui jam terbang saya masih sangat sedikit. Sejak kecil, keluarga saya termasuk yang 'njajan' untuk urusan sarapan karena memang aktivitas pagi yang tidak memungkinkan untuk memasak.

Working mom yang memasak sendiri bagi saya hebat bin keren. Kenapa? Karena selain dia pasti punya kemauan dan jam terbang memasak yang tinggi, pasti dia juga orang yang bisa membagi waktunya dengan baik. Mungkin awalnya bisa dimulai dengan memasak ketika weekend, dan akhirnya memasak setiap hari. Walaupun ada juga yang sistemnya memasak sekaligus pada waktu weekend untuk kemudian di bagi2 ke dalam wadah-wadah sekali makan untuk disimpan di freezer dan digunakan pada hari-hari kerja.

Bagi saya yang belum hafal gimana mengubah bahan-bahan mentah dalam waktu sekejap menjadi makanan siap saji, lebih terbantu dengan meracik-racik bahan mentah di malam hari dan memasaknya di pagi hari. Karena cara ini paling efisien dibandingkan dengan meracik-racik sekaligus memasak dipagi hari atau menyiapkan bahan yang akan dipakai di malam hari kemudian paginya meracik dan memasak.

Sekarang sistemnya belanja di hari sabtu or minggu untuk kebutuhan seminggu. Tapi tidak semuanya di beli di pasar, beberapa bahan dibeli di tukang sayur agar lebih fresh dan memang beberapa bahan ada yang sudah cocok rasanya di tukang sayur dibandingkan dengan di pasar. Untuk menunya dibagi tugaskan. Saya, suami, dan asisten bergantian menyusun menu selama seminggu untuk kemudian dibelikan bahan-bahannya saat belanja. Tapi sampai saat ini yang sudah menjalankan tugas adalah saya dan suami karena mungkin asisten saya lebih suka mendadak menyusun menu dengan bahan yang ada.

Untuk weekend biasanya saya dan suami mencoba-coba resep2 yang tidak biasa. Alhamdulillah suami sangat exited untuk urusan memasak meskipun saya tetap mendampingi sambil mainan sama si kecil. Yah, mudah-mudahan seiring berjalannya waktu, asisten saya hanya membantu meracik saja (seperti mengupaskan bawang dan membantu iris2) dan saya yang full cooking :D
Aamiiiiiin.....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih telah membaca postingan ini :) silakan tinggalkan jejak di sini. Maaf ya, spam&backlink otomatis terhapus.